{"id":2872,"date":"2026-07-02T01:44:16","date_gmt":"2026-07-02T01:44:16","guid":{"rendered":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/?p=2872"},"modified":"2026-07-27T03:57:56","modified_gmt":"2026-07-27T03:57:56","slug":"reaksi-gelap-terang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/reaksi-gelap-terang\/","title":{"rendered":"Apa itu Reaksi Gelap Terang? Pengertian, Perbedaan, Tahapan, dan Perannya dalam Fotosintesis"},"content":{"rendered":"<div class=\"\" data-turn-id-container=\"73e484d8-f29b-4572-8904-421155291225\" data-is-intersecting=\"true\"><strong style=\"font-size: 16px;\" data-start=\"88\" data-end=\"111\"><strong data-start=\"76\" data-end=\"94\"><b><a href=\"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\">Rumah Pintar<\/a> \u2013 <\/b><\/strong><\/strong>Reaksi gelap terang<span style=\"font-size: 16px;\"> merupakan dua tahapan utama dalam proses fotosintesis yang saling berkaitan untuk menghasilkan makanan bagi tumbuhan. Reaksi terang berfungsi menangkap energi cahaya matahari dan mengubahnya menjadi energi kimia, sedangkan reaksi gelap memanfaatkan energi tersebut untuk membentuk glukosa dari karbon dioksida.<\/span><\/div>\n<div data-turn-id-container=\"73e484d8-f29b-4572-8904-421155291225\" data-is-intersecting=\"true\"><\/div>\n<div class=\"\" data-turn-id-container=\"73e484d8-f29b-4572-8904-421155291225\" data-is-intersecting=\"true\"><span style=\"font-size: 16px;\">Dalam materi Biologi SMA kelas 12, pembahasan tentang reaksi gelap dan terang menjadi bagian penting pada topik fotosintesis. Dengan memahami kedua tahapan tersebut, siswa tidak hanya mengetahui bagaimana tumbuhan menghasilkan makanan, tetapi juga memahami hubungan antara energi cahaya, klorofil, ATP, NADPH, serta pembentukan karbohidrat sebagai sumber energi bagi makhluk hidup.<\/span><\/div>\n<div class=\"\" data-turn-id-container=\"432da96b-17b4-4f63-8106-4871e1109fa1\" data-is-intersecting=\"true\">\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"432da96b-17b4-4f63-8106-4871e1109fa1\" data-turn-id-container=\"432da96b-17b4-4f63-8106-4871e1109fa1\" data-testid=\"conversation-turn-52\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\" data-conversation-screenshot-content=\"\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"432da96b-17b4-4f63-8106-4871e1109fa1\" data-message-model-slug=\"gpt-5-5\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling\">\n<hr data-start=\"807\" data-end=\"810\" \/>\n<h2 data-section-id=\"1r0gldp\" data-start=\"812\" data-end=\"854\">Apa Itu Reaksi Terang dan Reaksi Gelap?<\/h2>\n<p data-start=\"856\" data-end=\"1198\">Reaksi terang dan reaksi gelap merupakan dua tahapan fotosintesis yang berlangsung di bagian kloroplas yang berbeda, tetapi saling melengkapi. Reaksi terang menghasilkan ATP dan NADPH dengan memanfaatkan energi cahaya matahari, sedangkan reaksi gelap menggunakan kedua senyawa tersebut untuk menyusun glukosa melalui serangkaian reaksi kimia.<\/p>\n<p data-start=\"1200\" data-end=\"1506\">Meskipun disebut reaksi gelap, proses ini bukan berarti hanya berlangsung pada malam hari. Reaksi gelap tidak memerlukan cahaya secara langsung, tetapi tetap bergantung pada ATP dan NADPH yang dihasilkan selama reaksi terang sehingga kedua tahapan tersebut tidak dapat dipisahkan dalam proses fotosintesis.<\/p>\n<hr data-start=\"1508\" data-end=\"1511\" \/>\n<h2 data-section-id=\"erdhvt\" data-start=\"1513\" data-end=\"1529\">Reaksi Terang<\/h2>\n<p data-start=\"1531\" data-end=\"1928\">Reaksi terang merupakan tahap pertama fotosintesis yang berlangsung pada membran tilakoid kloroplas. Pada tahap ini, energi cahaya diserap oleh klorofil dan digunakan untuk mengubah energi cahaya menjadi energi kimia yang tersimpan dalam ATP dan NADPH. Selain menghasilkan kedua senyawa tersebut, reaksi terang juga melepaskan oksigen sebagai hasil samping yang berasal dari pemecahan molekul air.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"spx19o\" data-start=\"1930\" data-end=\"1958\">Penyerapan Energi Cahaya<\/h3>\n<p data-start=\"1960\" data-end=\"2404\">Fotosintesis dimulai ketika pigmen klorofil menyerap energi cahaya matahari. Energi tersebut menyebabkan elektron pada molekul klorofil menjadi tereksitasi sehingga mampu berpindah menuju sistem transpor elektron. Proses ini menjadi awal terbentuknya energi kimia yang akan digunakan pada tahap berikutnya. Tanpa adanya cahaya yang cukup, reaksi terang tidak dapat berlangsung secara optimal sehingga produksi ATP dan NADPH juga akan berkurang.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"185hw5e\" data-start=\"2406\" data-end=\"2423\">Fotolisis Air<\/h3>\n<p data-start=\"2425\" data-end=\"2896\">Energi cahaya yang diserap klorofil juga digunakan untuk memecah molekul air menjadi ion hidrogen, elektron, dan oksigen. Proses pemecahan air ini dikenal sebagai fotolisis dan menjadi sumber utama elektron yang dibutuhkan dalam fotosintesis. Oksigen yang dihasilkan kemudian dilepaskan ke atmosfer melalui stomata sehingga dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup lain untuk bernapas. Sementara itu, elektron dan ion hidrogen akan digunakan dalam pembentukan ATP dan NADPH.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"15sv2dz\" data-start=\"2898\" data-end=\"2917\">Pembentukan ATP<\/h3>\n<p data-start=\"2919\" data-end=\"3351\">Elektron hasil fotolisis akan mengalir melalui rantai transpor elektron yang terdapat pada membran tilakoid. Selama perpindahan elektron tersebut, energi yang dilepaskan dimanfaatkan untuk membentuk ATP melalui proses yang disebut fotofosforilasi. ATP yang dihasilkan menjadi sumber energi utama bagi reaksi gelap dalam menyusun glukosa. Jumlah ATP yang terbentuk sangat menentukan kelancaran proses fotosintesis secara keseluruhan.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1qkxzhd\" data-start=\"3353\" data-end=\"3374\">Pembentukan NADPH<\/h3>\n<p data-start=\"3376\" data-end=\"3783\">Selain menghasilkan ATP, elektron yang berpindah juga digunakan untuk mereduksi NADP\u207a menjadi NADPH. Senyawa ini berfungsi sebagai pembawa elektron dan hidrogen yang diperlukan selama pembentukan glukosa pada reaksi gelap. Kehadiran NADPH membuat karbon dioksida dapat diubah menjadi senyawa organik yang lebih kompleks. Oleh karena itu, ATP dan NADPH selalu dihasilkan secara bersamaan dalam reaksi terang.<\/p>\n<hr data-start=\"3785\" data-end=\"3788\" \/>\n<h2 data-section-id=\"8rbhfh\" data-start=\"3790\" data-end=\"3805\">Reaksi Gelap<\/h2>\n<p data-start=\"3807\" data-end=\"4175\">Reaksi gelap merupakan tahap kedua fotosintesis yang berlangsung di stroma kloroplas. Tahapan ini tidak memerlukan cahaya matahari secara langsung karena energi yang digunakan berasal dari ATP dan NADPH hasil reaksi terang. Melalui serangkaian reaksi yang dikenal sebagai siklus Calvin, karbon dioksida diubah menjadi glukosa yang menjadi sumber makanan bagi tumbuhan.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"gbl51j\" data-start=\"4177\" data-end=\"4204\">Fiksasi Karbon Dioksida<\/h3>\n<p data-start=\"4206\" data-end=\"4590\">Tahap pertama reaksi gelap dimulai dengan pengikatan karbon dioksida oleh senyawa ribulosa-1,5-bifosfat (RuBP). Reaksi ini dikatalisis oleh enzim RuBisCO yang merupakan salah satu enzim paling melimpah di bumi. Hasil pengikatan tersebut membentuk senyawa yang kemudian diubah menjadi molekul berkarbon tiga. Tahap ini menjadi pintu masuk karbon dari atmosfer ke dalam senyawa organik.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1fcsnrw\" data-start=\"4592\" data-end=\"4618\">Reduksi Senyawa Karbon<\/h3>\n<p data-start=\"4620\" data-end=\"5052\">Molekul hasil fiksasi karbon kemudian mengalami proses reduksi dengan memanfaatkan ATP dan NADPH yang dihasilkan pada reaksi terang. Energi dari ATP digunakan untuk menggerakkan reaksi, sedangkan NADPH menyumbangkan elektron dan hidrogen agar terbentuk gula sederhana. Sebagian molekul hasil reduksi akan digunakan sebagai bahan pembentuk glukosa. Tahap ini menunjukkan bahwa reaksi gelap sangat bergantung pada hasil reaksi terang.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"hpmzlw\" data-start=\"5054\" data-end=\"5073\">Regenerasi RuBP<\/h3>\n<p data-start=\"5075\" data-end=\"5497\">Sebagian besar senyawa hasil reduksi tidak langsung menjadi glukosa, melainkan digunakan kembali untuk membentuk RuBP. Regenerasi ini penting agar siklus Calvin dapat berlangsung berulang kali selama karbon dioksida masih tersedia. ATP kembali digunakan untuk membantu pembentukan RuBP sehingga siklus dapat dimulai dari awal. Tanpa regenerasi RuBP, proses pembentukan glukosa tidak dapat berlangsung secara berkelanjutan.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"5zvhwa\" data-start=\"5499\" data-end=\"5522\">Pembentukan Glukosa<\/h3>\n<p data-start=\"5524\" data-end=\"5969\">Setelah beberapa kali siklus berlangsung, sebagian molekul hasil reduksi akan disusun menjadi glukosa. Glukosa tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai sumber energi, bahan pembentuk selulosa, atau disimpan dalam bentuk pati sebagai cadangan makanan. Hasil fotosintesis inilah yang menjadi dasar keberlangsungan rantai makanan di bumi. Dengan demikian, reaksi gelap memiliki peran utama dalam menghasilkan senyawa organik yang dibutuhkan tumbuhan.<\/p>\n<hr data-start=\"5971\" data-end=\"5974\" \/>\n<h2 data-section-id=\"sra84w\" data-start=\"5976\" data-end=\"6019\">Perbedaan Reaksi Terang dan Reaksi Gelap<\/h2>\n<p data-start=\"6021\" data-end=\"6133\">Meskipun merupakan bagian dari fotosintesis, reaksi terang dan reaksi gelap memiliki karakteristik yang berbeda.<\/p>\n<div class=\"TyagGW_tableContainer\">\n<div class=\"group TyagGW_tableWrapper flex flex-col-reverse w-fit\" tabindex=\"-1\">\n<table class=\"w-fit min-w-(--thread-content-width)\" data-start=\"6135\" data-end=\"6576\">\n<thead data-start=\"6135\" data-end=\"6175\">\n<tr data-start=\"6135\" data-end=\"6175\">\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"6135\" data-end=\"6143\" data-col-size=\"sm\">Aspek<\/th>\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"6143\" data-end=\"6159\" data-col-size=\"md\">Reaksi Terang<\/th>\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"6159\" data-end=\"6175\" data-col-size=\"sm\">Reaksi Gelap<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody data-start=\"6217\" data-end=\"6576\">\n<tr data-start=\"6217\" data-end=\"6265\">\n<td data-start=\"6217\" data-end=\"6226\" data-col-size=\"sm\">Lokasi<\/td>\n<td data-start=\"6226\" data-end=\"6245\" data-col-size=\"md\">Membran tilakoid<\/td>\n<td data-start=\"6245\" data-end=\"6265\" data-col-size=\"sm\">Stroma kloroplas<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"6266\" data-end=\"6357\">\n<td data-start=\"6266\" data-end=\"6285\" data-col-size=\"sm\">Kebutuhan cahaya<\/td>\n<td data-start=\"6285\" data-end=\"6314\" data-col-size=\"md\">Memerlukan cahaya matahari<\/td>\n<td data-start=\"6314\" data-end=\"6357\" data-col-size=\"sm\">Tidak memerlukan cahaya secara langsung<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"6358\" data-end=\"6424\">\n<td data-start=\"6358\" data-end=\"6372\" data-col-size=\"sm\">Bahan utama<\/td>\n<td data-start=\"6372\" data-end=\"6389\" data-col-size=\"md\">Air dan cahaya<\/td>\n<td data-start=\"6389\" data-end=\"6424\" data-col-size=\"sm\">Karbon dioksida, ATP, dan NADPH<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"6425\" data-end=\"6476\">\n<td data-start=\"6425\" data-end=\"6439\" data-col-size=\"sm\">Hasil utama<\/td>\n<td data-start=\"6439\" data-end=\"6465\" data-col-size=\"md\">ATP, NADPH, dan oksigen<\/td>\n<td data-start=\"6465\" data-end=\"6476\" data-col-size=\"sm\">Glukosa<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"6477\" data-end=\"6576\">\n<td data-start=\"6477\" data-end=\"6486\" data-col-size=\"sm\">Fungsi<\/td>\n<td data-start=\"6486\" data-end=\"6532\" data-col-size=\"md\">Mengubah energi cahaya menjadi energi kimia<\/td>\n<td data-start=\"6532\" data-end=\"6576\" data-col-size=\"sm\">Mengubah karbon dioksida menjadi glukosa<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<\/div>\n<p data-start=\"6578\" data-end=\"6730\">Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kedua tahapan memiliki fungsi yang berbeda, tetapi tetap saling bergantung untuk menyelesaikan proses fotosintesis.<\/p>\n<hr data-start=\"6732\" data-end=\"6735\" \/>\n<h2 data-section-id=\"1cnidna\" data-start=\"6737\" data-end=\"6779\">Hubungan Reaksi Terang dan Reaksi Gelap<\/h2>\n<p data-start=\"6781\" data-end=\"7122\">Reaksi terang dan reaksi gelap merupakan dua tahapan yang tidak dapat dipisahkan dalam fotosintesis. ATP dan NADPH yang dihasilkan pada reaksi terang menjadi sumber energi sekaligus penyumbang elektron bagi reaksi gelap. Sebaliknya, reaksi gelap memanfaatkan energi tersebut untuk menghasilkan glukosa yang menjadi tujuan utama fotosintesis.<\/p>\n<p data-start=\"7124\" data-end=\"7367\">Hubungan tersebut menunjukkan bahwa gangguan pada salah satu tahapan akan memengaruhi tahapan lainnya. Jika reaksi terang tidak menghasilkan ATP dan NADPH dalam jumlah yang cukup, reaksi gelap juga tidak dapat membentuk glukosa secara optimal.<\/p>\n<hr data-start=\"7369\" data-end=\"7372\" \/>\n<h2 data-section-id=\"fwdwx3\" data-start=\"7374\" data-end=\"7424\">Faktor yang Memengaruhi Reaksi Gelap dan Terang<\/h2>\n<p data-start=\"7426\" data-end=\"7525\">Keberhasilan fotosintesis dipengaruhi oleh berbagai faktor yang memengaruhi kedua tahapan tersebut.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"796nm9\" data-start=\"7527\" data-end=\"7548\">Intensitas Cahaya<\/h3>\n<p data-start=\"7550\" data-end=\"7990\">Cahaya matahari menjadi faktor utama yang memengaruhi reaksi terang karena energi cahaya dibutuhkan untuk mengaktifkan klorofil. Semakin tinggi intensitas cahaya hingga batas tertentu, semakin besar pula peluang terbentuknya ATP dan NADPH. Namun, cahaya yang terlalu kuat juga dapat merusak pigmen fotosintesis sehingga efisiensi fotosintesis justru menurun. Oleh karena itu, tumbuhan memiliki kisaran intensitas cahaya yang paling optimal.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"7q9v9g\" data-start=\"7992\" data-end=\"8023\">Konsentrasi Karbon Dioksida<\/h3>\n<p data-start=\"8025\" data-end=\"8471\">Karbon dioksida merupakan bahan baku utama dalam reaksi gelap sehingga jumlahnya sangat memengaruhi pembentukan glukosa. Jika konsentrasi karbon dioksida rendah, laju siklus Calvin akan melambat meskipun ATP dan NADPH tersedia dalam jumlah cukup. Sebaliknya, peningkatan karbon dioksida hingga batas tertentu dapat meningkatkan laju fotosintesis. Faktor ini menjadi salah satu alasan mengapa kadar karbon dioksida memengaruhi pertumbuhan tanaman.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"yno6xp\" data-start=\"8473\" data-end=\"8481\">Suhu<\/h3>\n<p data-start=\"8483\" data-end=\"8894\">Sebagian besar reaksi fotosintesis berlangsung dengan bantuan enzim sehingga suhu berpengaruh terhadap kecepatannya. Suhu yang terlalu rendah menyebabkan aktivitas enzim menurun, sedangkan suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan denaturasi enzim. Akibatnya, baik reaksi terang maupun reaksi gelap tidak dapat berlangsung secara maksimal. Setiap jenis tumbuhan memiliki kisaran suhu optimum yang berbeda-beda.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"7hfvvo\" data-start=\"8896\" data-end=\"8916\">Ketersediaan Air<\/h3>\n<p data-start=\"8918\" data-end=\"9324\">Air menjadi bahan utama dalam reaksi terang karena mengalami fotolisis untuk menghasilkan elektron dan oksigen. Kekurangan air menyebabkan proses pemecahan molekul air terganggu sehingga produksi ATP dan NADPH ikut menurun. Dampak tersebut akhirnya memengaruhi reaksi gelap karena energi yang dibutuhkan menjadi tidak mencukupi. Oleh sebab itu, ketersediaan air sangat penting bagi kelancaran fotosintesis.<\/p>\n<hr data-start=\"9326\" data-end=\"9329\" \/>\n<h2 data-section-id=\"f7wl4s\" data-start=\"9331\" data-end=\"9374\">Mengapa Reaksi Gelap dan Terang Penting?<\/h2>\n<p data-start=\"9376\" data-end=\"9682\">Reaksi terang dan reaksi gelap menjadi dasar proses fotosintesis yang memungkinkan tumbuhan menghasilkan makanan sendiri. Melalui kedua tahapan tersebut, energi cahaya matahari dapat diubah menjadi energi kimia yang tersimpan dalam glukosa dan kemudian dimanfaatkan oleh tumbuhan maupun makhluk hidup lain.<\/p>\n<p data-start=\"9684\" data-end=\"9961\">Selain menyediakan sumber makanan, fotosintesis juga menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkan dalam respirasi makhluk hidup. Dengan demikian, keberlangsungan kehidupan di bumi sangat bergantung pada kerja sama antara reaksi terang dan reaksi gelap dalam proses fotosintesis.<\/p>\n<hr data-start=\"9963\" data-end=\"9966\" \/>\n<h2 data-section-id=\"1806px6\" data-start=\"9968\" data-end=\"9981\">Kesimpulan<\/h2>\n<p data-start=\"9983\" data-end=\"10311\">Reaksi gelap terang merupakan dua tahapan utama dalam fotosintesis yang berlangsung secara berurutan dan saling melengkapi. Reaksi terang menghasilkan ATP, NADPH, dan oksigen dengan memanfaatkan energi cahaya, sedangkan reaksi gelap menggunakan ATP dan NADPH untuk mengubah karbon dioksida menjadi glukosa melalui siklus Calvin.<\/p>\n<p data-start=\"10313\" data-end=\"10682\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Dengan memahami <strong data-start=\"10329\" data-end=\"10352\">reaksi gelap terang<\/strong>, mulai dari pengertian, lokasi, tahapan, perbedaan, hubungan, hingga faktor-faktor yang memengaruhi, siswa akan lebih mudah memahami mekanisme fotosintesis secara menyeluruh. Pengetahuan tersebut juga menjadi dasar untuk mempelajari materi metabolisme tumbuhan dan peran fotosintesis dalam menjaga keseimbangan kehidupan di bumi.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rumah Pintar \u2013 Reaksi gelap terang merupakan dua tahapan utama dalam proses fotosintesis yang saling berkaitan untuk menghasilkan makanan bagi tumbuhan. Reaksi terang berfungsi menangkap energi cahaya matahari dan mengubahnya menjadi energi kimia, sedangkan reaksi gelap memanfaatkan energi tersebut untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2889,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"default","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[301,257,36],"tags":[326],"class_list":["post-2872","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-biologi-kelas-12","category-biologi","category-konsep-dan-pelajaran","tag-biologi-sma-kelas-12"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2872","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2872"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2872\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2903,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2872\/revisions\/2903"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2889"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2872"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2872"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2872"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}