{"id":2692,"date":"2026-06-28T15:30:48","date_gmt":"2026-06-28T15:30:48","guid":{"rendered":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/?p=2692"},"modified":"2026-07-25T09:01:37","modified_gmt":"2026-07-25T09:01:37","slug":"aturan-konfigurasi-elektron-aufbau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/aturan-konfigurasi-elektron-aufbau\/","title":{"rendered":"Aturan Konfigurasi Elektron Aufbau: Pengertian, Prinsip, dan Urutan Pengisiannya"},"content":{"rendered":"<div class=\"\" data-turn-id-container=\"3bd87fec-9e02-4092-b028-2503e2117c76\" data-is-intersecting=\"true\">\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"3bd87fec-9e02-4092-b028-2503e2117c76\" data-turn-id-container=\"3bd87fec-9e02-4092-b028-2503e2117c76\" data-testid=\"conversation-turn-38\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\" data-conversation-screenshot-content=\"\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"3bd87fec-9e02-4092-b028-2503e2117c76\" data-message-model-slug=\"gpt-5-5\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling\">\n<p data-start=\"94\" data-end=\"408\"><strong data-start=\"94\" data-end=\"132\"><b><a href=\"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\">Rumah Pintar<\/a> \u2013\u00a0\u00a0<\/b><\/strong>Aturan konfigurasi elektron Aufbau merupakan salah satu konsep dasar dalam Kimia SMA Kelas 11 yang menjelaskan urutan pengisian elektron ke dalam orbital suatu atom. Dengan memahami aturan Aufbau, siswa dapat menentukan konfigurasi elektron berbagai unsur secara sistematis tanpa harus menghafal satu per satu.<\/p>\n<p data-start=\"410\" data-end=\"726\">Sahabat Rumah Pintar, aturan Aufbau menjadi dasar dalam mempelajari konfigurasi elektron modern. Konsep ini juga berkaitan erat dengan aturan Hund, larangan Pauli, serta letak unsur pada sistem periodik.<\/p>\n<p data-start=\"410\" data-end=\"726\">Oleh karena itu, memahami prinsip Aufbau akan memudahkan pembelajaran berbagai materi kimia yang lebih kompleks.<\/p>\n<h2 data-start=\"728\" data-end=\"774\">Apa Itu Aturan Konfigurasi Elektron Aufbau?<\/h2>\n<p data-start=\"776\" data-end=\"1173\">Aturan konfigurasi elektron Aufbau adalah prinsip yang menyatakan bahwa elektron akan mengisi orbital dengan tingkat energi paling rendah terlebih dahulu sebelum menempati orbital yang memiliki energi lebih tinggi. Kata <em data-start=\"996\" data-end=\"1004\">Aufbau<\/em> berasal dari bahasa Jerman yang berarti &#8220;membangun&#8221; atau &#8220;menyusun&#8221;, sehingga pengisian elektron dilakukan secara bertahap dari energi terendah menuju energi tertinggi.<\/p>\n<p data-start=\"1175\" data-end=\"1412\">Prinsip ini berlaku pada atom dalam keadaan dasar (<em data-start=\"1226\" data-end=\"1240\">ground state<\/em>). Dengan mengikuti urutan energi orbital, atom akan berada pada kondisi yang paling stabil karena elektron cenderung menempati posisi yang membutuhkan energi paling kecil.<\/p>\n<h2 data-start=\"1414\" data-end=\"1483\">Mengapa Elektron Mengisi Orbital Berenergi Rendah Terlebih Dahulu?<\/h2>\n<p data-start=\"1485\" data-end=\"1741\">Elektron merupakan partikel bermuatan negatif yang selalu bergerak mengelilingi inti atom. Dalam kondisi alami, elektron akan mencari keadaan yang paling stabil sehingga menempati orbital dengan energi paling rendah sebelum berpindah ke orbital berikutnya.<\/p>\n<p data-start=\"1743\" data-end=\"1972\">Jika orbital berenergi rendah sudah penuh, elektron baru akan mengisi orbital dengan tingkat energi yang lebih tinggi. Pola pengisian inilah yang menjadi dasar terbentuknya konfigurasi elektron setiap unsur dalam sistem periodik.<\/p>\n<h2 data-start=\"1974\" data-end=\"2004\">Prinsip Dasar Aturan Aufbau<\/h2>\n<p data-start=\"2006\" data-end=\"2116\">Aturan Aufbau memiliki beberapa prinsip utama yang perlu dipahami sebelum mulai menyusun konfigurasi elektron.<\/p>\n<ul data-start=\"2118\" data-end=\"2425\">\n<li data-start=\"2118\" data-end=\"2196\">Elektron selalu mengisi orbital dengan energi paling rendah terlebih dahulu.<\/li>\n<li data-start=\"2197\" data-end=\"2267\">Setiap orbital memiliki kapasitas maksimum sesuai jenis subkulitnya.<\/li>\n<li data-start=\"2268\" data-end=\"2340\">Pengisian berlangsung secara bertahap mengikuti urutan tingkat energi.<\/li>\n<li data-start=\"2341\" data-end=\"2425\">Setelah orbital yang lebih rendah penuh, elektron berpindah ke orbital berikutnya.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2427\" data-end=\"2535\">Prinsip-prinsip tersebut membuat penyusunan konfigurasi elektron menjadi lebih teratur dan mudah dipelajari.<\/p>\n<h2 data-start=\"2537\" data-end=\"2586\">Urutan Pengisian Orbital Menurut Aturan Aufbau<\/h2>\n<p data-start=\"2588\" data-end=\"2778\">Dalam konfigurasi elektron modern, urutan pengisian orbital tidak selalu mengikuti nomor kulit. Hal ini terjadi karena beberapa orbital memiliki tingkat energi yang saling bertumpang tindih.<\/p>\n<p data-start=\"2780\" data-end=\"2850\">Urutan pengisian orbital menurut aturan Aufbau adalah sebagai berikut.<\/p>\n<p data-start=\"2852\" data-end=\"2948\"><strong data-start=\"2852\" data-end=\"2948\">1s \u2192 2s \u2192 2p \u2192 3s \u2192 3p \u2192 4s \u2192 3d \u2192 4p \u2192 5s \u2192 4d \u2192 5p \u2192 6s \u2192 4f \u2192 5d \u2192 6p \u2192 7s \u2192 5f \u2192 6d \u2192 7p<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"2950\" data-end=\"3112\">Urutan tersebut digunakan untuk menentukan konfigurasi elektron seluruh unsur pada tabel periodik, mulai dari hidrogen hingga unsur-unsur dengan nomor atom besar.<\/p>\n<h2 data-start=\"3114\" data-end=\"3151\">Kapasitas Setiap Subkulit Elektron<\/h2>\n<p data-start=\"3153\" data-end=\"3253\">Setiap subkulit memiliki jumlah orbital yang berbeda sehingga kapasitas elektronnya juga tidak sama.<\/p>\n<div class=\"TyagGW_tableContainer\">\n<div class=\"group TyagGW_tableWrapper flex flex-col-reverse w-fit\" tabindex=\"-1\">\n<table class=\"w-fit min-w-(--thread-content-width)\" data-start=\"3255\" data-end=\"3378\">\n<thead data-start=\"3255\" data-end=\"3304\">\n<tr data-start=\"3255\" data-end=\"3304\">\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"3255\" data-end=\"3266\" data-col-size=\"sm\">Subkulit<\/th>\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"3266\" data-end=\"3283\" data-col-size=\"sm\">Jumlah Orbital<\/th>\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"3283\" data-end=\"3304\" data-col-size=\"sm\">Maksimum Elektron<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody data-start=\"3321\" data-end=\"3378\">\n<tr data-start=\"3321\" data-end=\"3334\">\n<td data-start=\"3321\" data-end=\"3325\" data-col-size=\"sm\">s<\/td>\n<td data-start=\"3325\" data-end=\"3329\" data-col-size=\"sm\">1<\/td>\n<td data-start=\"3329\" data-end=\"3334\" data-col-size=\"sm\">2<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"3335\" data-end=\"3348\">\n<td data-start=\"3335\" data-end=\"3339\" data-col-size=\"sm\">p<\/td>\n<td data-start=\"3339\" data-end=\"3343\" data-col-size=\"sm\">3<\/td>\n<td data-start=\"3343\" data-end=\"3348\" data-col-size=\"sm\">6<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"3349\" data-end=\"3363\">\n<td data-start=\"3349\" data-end=\"3353\" data-col-size=\"sm\">d<\/td>\n<td data-start=\"3353\" data-end=\"3357\" data-col-size=\"sm\">5<\/td>\n<td data-start=\"3357\" data-end=\"3363\" data-col-size=\"sm\">10<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"3364\" data-end=\"3378\">\n<td data-start=\"3364\" data-end=\"3368\" data-col-size=\"sm\">f<\/td>\n<td data-start=\"3368\" data-end=\"3372\" data-col-size=\"sm\">7<\/td>\n<td data-start=\"3372\" data-end=\"3378\" data-col-size=\"sm\">14<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<\/div>\n<p data-start=\"3380\" data-end=\"3602\">Informasi ini sangat penting karena menentukan jumlah elektron yang dapat ditempatkan pada setiap subkulit. Sebagai contoh, subkulit s hanya mampu menampung dua elektron, sedangkan subkulit p dapat menampung enam elektron.<\/p>\n<h2 data-start=\"3604\" data-end=\"3669\">Cara Menentukan Konfigurasi Elektron Menggunakan Aturan Aufbau<\/h2>\n<p data-start=\"3671\" data-end=\"3881\">Untuk menentukan konfigurasi elektron suatu unsur, langkah pertama adalah mengetahui nomor atomnya. Nomor atom menunjukkan jumlah elektron pada atom netral sehingga menjadi dasar dalam proses pengisian orbital.<\/p>\n<p data-start=\"3883\" data-end=\"4081\">Selanjutnya, elektron dimasukkan ke dalam orbital sesuai urutan Aufbau hingga seluruh elektron habis ditempatkan. Pastikan kapasitas setiap subkulit tidak melebihi batas maksimum yang diperbolehkan.<\/p>\n<h2 data-start=\"4083\" data-end=\"4139\">Contoh Konfigurasi Elektron Berdasarkan Aturan Aufbau<\/h2>\n<h3 data-start=\"4141\" data-end=\"4167\">Contoh 1: Hidrogen (H)<\/h3>\n<p data-start=\"4169\" data-end=\"4230\">Nomor atom hidrogen adalah 1 sehingga memiliki satu elektron.<\/p>\n<p data-start=\"4232\" data-end=\"4256\">Konfigurasi elektronnya:<\/p>\n<p data-start=\"4258\" data-end=\"4265\"><strong data-start=\"4258\" data-end=\"4265\">1s\u00b9<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"4267\" data-end=\"4357\">Elektron langsung mengisi orbital 1s karena merupakan orbital dengan energi paling rendah.<\/p>\n<h3 data-start=\"4359\" data-end=\"4383\">Contoh 2: Karbon (C)<\/h3>\n<p data-start=\"4385\" data-end=\"4446\">Karbon memiliki nomor atom 6 sehingga memiliki enam elektron.<\/p>\n<p data-start=\"4448\" data-end=\"4492\">Pengisian orbital dilakukan sebagai berikut:<\/p>\n<ul data-start=\"4494\" data-end=\"4511\">\n<li data-start=\"4494\" data-end=\"4499\">1s\u00b2<\/li>\n<li data-start=\"4500\" data-end=\"4505\">2s\u00b2<\/li>\n<li data-start=\"4506\" data-end=\"4511\">2p\u00b2<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4513\" data-end=\"4548\">Konfigurasi elektron karbon adalah:<\/p>\n<p data-start=\"4550\" data-end=\"4565\"><strong data-start=\"4550\" data-end=\"4565\">1s\u00b2 2s\u00b2 2p\u00b2<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"4567\" data-end=\"4658\">Karena orbital 1s dan 2s sudah penuh, dua elektron berikutnya ditempatkan pada subkulit 2p.<\/p>\n<h3 data-start=\"4660\" data-end=\"4686\">Contoh 3: Natrium (Na)<\/h3>\n<p data-start=\"4688\" data-end=\"4717\">Nomor atom natrium adalah 11.<\/p>\n<p data-start=\"4719\" data-end=\"4747\">Urutan pengisiannya menjadi:<\/p>\n<ul data-start=\"4749\" data-end=\"4772\">\n<li data-start=\"4749\" data-end=\"4754\">1s\u00b2<\/li>\n<li data-start=\"4755\" data-end=\"4760\">2s\u00b2<\/li>\n<li data-start=\"4761\" data-end=\"4766\">2p\u2076<\/li>\n<li data-start=\"4767\" data-end=\"4772\">3s\u00b9<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4774\" data-end=\"4803\">Konfigurasi elektron natrium:<\/p>\n<p data-start=\"4805\" data-end=\"4824\"><strong data-start=\"4805\" data-end=\"4824\">1s\u00b2 2s\u00b2 2p\u2076 3s\u00b9<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"4826\" data-end=\"4909\">Elektron ke-11 mulai mengisi subkulit 3s setelah seluruh subkulit sebelumnya penuh.<\/p>\n<h3 data-start=\"4911\" data-end=\"4937\">Contoh 4: Kalsium (Ca)<\/h3>\n<p data-start=\"4939\" data-end=\"4970\">Kalsium memiliki nomor atom 20.<\/p>\n<p data-start=\"4972\" data-end=\"5003\">Konfigurasi elektronnya adalah:<\/p>\n<p data-start=\"5005\" data-end=\"5032\"><strong data-start=\"5005\" data-end=\"5032\">1s\u00b2 2s\u00b2 2p\u2076 3s\u00b2 3p\u2076 4s\u00b2<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"5034\" data-end=\"5162\">Meskipun terdapat subkulit 3d, elektron justru mengisi 4s terlebih dahulu karena energi orbital 4s lebih rendah dibandingkan 3d.<\/p>\n<h2 data-start=\"5164\" data-end=\"5211\">Hubungan Aturan Aufbau dengan Larangan Pauli<\/h2>\n<p data-start=\"5213\" data-end=\"5424\">Aturan Aufbau tidak dapat dipisahkan dari larangan Pauli. Setelah elektron masuk ke orbital sesuai urutan energi, setiap orbital hanya dapat ditempati oleh maksimal dua elektron dengan arah spin yang berlawanan.<\/p>\n<p data-start=\"5426\" data-end=\"5605\">Artinya, apabila orbital 1s telah ditempati dua elektron, elektron berikutnya tidak boleh lagi masuk ke orbital tersebut dan harus mengisi orbital berikutnya sesuai urutan Aufbau.<\/p>\n<h2 data-start=\"5607\" data-end=\"5651\">Hubungan Aturan Aufbau dengan Aturan Hund<\/h2>\n<p data-start=\"5653\" data-end=\"5903\">Selain larangan Pauli, konfigurasi elektron juga mengikuti aturan Hund. Ketika elektron mengisi subkulit p, d, atau f yang memiliki beberapa orbital setingkat, elektron akan menempati setiap orbital secara tunggal terlebih dahulu sebelum berpasangan.<\/p>\n<p data-start=\"5905\" data-end=\"6145\">Sebagai contoh, pada konfigurasi 2p\u00b3, ketiga elektron tidak langsung berpasangan dalam satu orbital. Sebaliknya, masing-masing elektron akan mengisi tiga orbital berbeda dengan arah spin yang sama sehingga kondisi atom menjadi lebih stabil.<\/p>\n<h2 data-start=\"6147\" data-end=\"6181\">Pengecualian pada Aturan Aufbau<\/h2>\n<p data-start=\"6183\" data-end=\"6419\">Meskipun aturan Aufbau berlaku untuk sebagian besar unsur, terdapat beberapa pengecualian. Unsur-unsur tertentu memiliki konfigurasi elektron yang sedikit berbeda karena kondisi tersebut menghasilkan kestabilan energi yang lebih tinggi.<\/p>\n<p data-start=\"6421\" data-end=\"6660\">Sebagai contoh, kromium (Cr) dan tembaga (Cu) memiliki konfigurasi elektron yang tidak sepenuhnya mengikuti urutan Aufbau sederhana. Hal ini terjadi karena subkulit d yang setengah penuh atau penuh memberikan kestabilan tambahan pada atom.<\/p>\n<p data-start=\"6662\" data-end=\"6841\">Pada tingkat SMA, siswa umumnya cukup memahami bahwa pengecualian tersebut memang ada, sedangkan pembahasannya dipelajari lebih mendalam pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.<\/p>\n<h2 data-start=\"6843\" data-end=\"6906\">Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menggunakan Aturan Aufbau<\/h2>\n<p data-start=\"6908\" data-end=\"7192\">Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan siswa adalah mengisi orbital berdasarkan nomor kulit tanpa memperhatikan tingkat energinya. Akibatnya, banyak yang menuliskan subkulit 3d lebih dahulu daripada 4s, padahal menurut aturan Aufbau orbital 4s memiliki energi lebih rendah.<\/p>\n<p data-start=\"7194\" data-end=\"7448\">Kesalahan lain adalah melebihi kapasitas suatu subkulit, misalnya menempatkan tiga elektron pada subkulit s atau tujuh elektron pada subkulit p. Oleh karena itu, siswa perlu mengingat kapasitas maksimum setiap subkulit sekaligus urutan pengisian orbital.<\/p>\n<h2 data-start=\"7450\" data-end=\"7487\">Tips Mudah Menghafal Urutan Aufbau<\/h2>\n<p data-start=\"7489\" data-end=\"7723\">Cara paling efektif untuk menghafal aturan Aufbau adalah dengan sering menuliskan urutan pengisian orbital hingga menjadi kebiasaan. Semakin sering digunakan saat mengerjakan soal, semakin mudah pula siswa mengingat pola pengisiannya.<\/p>\n<p data-start=\"7725\" data-end=\"7982\">Selain itu, siswa dapat memahami bahwa pengisian elektron selalu bergerak dari energi yang lebih rendah menuju energi yang lebih tinggi. Dengan memahami prinsip tersebut, urutan Aufbau tidak hanya dihafal, tetapi juga lebih mudah dipahami secara konseptual.<\/p>\n<h2 data-start=\"7984\" data-end=\"7997\">Kesimpulan<\/h2>\n<p data-start=\"7999\" data-end=\"8350\"><strong data-start=\"7999\" data-end=\"8037\">Aturan konfigurasi elektron Aufbau<\/strong> menjelaskan bahwa elektron akan mengisi orbital dengan energi paling rendah terlebih dahulu sebelum berpindah ke orbital yang memiliki energi lebih tinggi. Prinsip ini menjadi dasar dalam menentukan konfigurasi elektron berbagai unsur serta membantu menjelaskan sifat kimia dan letak unsur dalam sistem periodik.<\/p>\n<p data-start=\"8352\" data-end=\"8711\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Dengan memahami urutan pengisian orbital, kapasitas setiap subkulit, serta hubungan aturan Aufbau dengan larangan Pauli dan aturan Hund, siswa akan lebih mudah menyusun konfigurasi elektron maupun menyelesaikan soal struktur atom. Oleh karena itu, penguasaan <strong data-start=\"8611\" data-end=\"8649\">aturan konfigurasi elektron Aufbau<\/strong> menjadi langkah penting dalam mempelajari Kimia SMA Kelas 11.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rumah Pintar \u2013\u00a0\u00a0Aturan konfigurasi elektron Aufbau merupakan salah satu konsep dasar dalam Kimia SMA Kelas 11 yang menjelaskan urutan pengisian elektron ke dalam orbital suatu atom. Dengan memahami aturan Aufbau, siswa dapat menentukan konfigurasi elektron berbagai unsur secara sistematis tanpa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2750,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"default","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[258,303,36],"tags":[322],"class_list":["post-2692","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kimia","category-kimia-kelas-11","category-konsep-dan-pelajaran","tag-kimia-sma-kelas-11"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2692","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2692"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2692\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2758,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2692\/revisions\/2758"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2750"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2692"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2692"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2692"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}