{"id":2647,"date":"2026-06-28T04:55:15","date_gmt":"2026-06-28T04:55:15","guid":{"rendered":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/?p=2647"},"modified":"2026-07-21T05:53:18","modified_gmt":"2026-07-21T05:53:18","slug":"apa-itu-kalimat-intransitif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/apa-itu-kalimat-intransitif\/","title":{"rendered":"Apa Itu Kalimat Intransitif? Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, Contoh, dan Cara Membedakannya"},"content":{"rendered":"<div class=\"qMYqUG_convSearchResultHighlightRoot\">\n<div class=\"\" data-turn-id-container=\"request-6a5efc04-4308-83ec-ae31-3e6ccbec579e-1\" data-is-intersecting=\"true\">\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-6a5efc04-4308-83ec-ae31-3e6ccbec579e-1\" data-turn-id-container=\"request-6a5efc04-4308-83ec-ae31-3e6ccbec579e-1\" data-testid=\"conversation-turn-16\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto pb-15 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\" data-conversation-screenshot-content=\"\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" tabindex=\"0\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"a5e1cc46-454a-43a2-bd60-cdf90a16de48\" data-message-model-slug=\"gpt-5-5\" data-turn-start-message=\"true\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling\">\n<p data-start=\"925\" data-end=\"1361\"><strong data-start=\"925\" data-end=\"957\"><b><a href=\"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\">Rumah Pintar<\/a>\u00a0\u2013\u00a0<\/b><\/strong>Apa itu kalimat intransitif? Kalimat intransitif merupakan salah satu jenis kalimat aktif dalam Bahasa Indonesia yang paling sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Jenis kalimat ini memiliki struktur yang sederhana karena predikatnya tidak memerlukan objek maupun pelengkap agar makna kalimat menjadi lengkap. Oleh sebab itu, kalimat intransitif banyak ditemukan dalam percakapan, berita, cerita, maupun karya tulis lainnya.<\/p>\n<p data-start=\"1363\" data-end=\"1821\">Mempelajari kalimat intransitif menjadi bagian penting dalam pembelajaran tata bahasa Indonesia. Dengan memahami jenis kalimat ini, siswa akan lebih mudah mengenali fungsi setiap unsur kalimat, menganalisis struktur bahasa, serta menyusun kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.<\/p>\n<p data-start=\"1363\" data-end=\"1821\">Selain itu, pemahaman mengenai kalimat intransitif juga membantu meningkatkan kemampuan menulis karena penempatan subjek, predikat, dan keterangan menjadi lebih tepat.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1m1jv4f\" data-start=\"1828\" data-end=\"1875\">Pengertian Apa itu Kalimat Intransitif?<\/h2>\n<p data-start=\"1877\" data-end=\"2224\">Kalimat <a href=\"https:\/\/kbbi.web.id\/intransitif\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">intransitif<\/a> adalah kalimat aktif yang predikatnya tidak memerlukan objek maupun pelengkap untuk menyempurnakan maknanya.<\/p>\n<p data-start=\"1877\" data-end=\"2224\">Artinya, predikat dalam kalimat ini sudah mampu menjelaskan tindakan atau keadaan yang dilakukan oleh subjek sehingga kalimat tetap dapat dipahami meskipun hanya terdiri atas dua unsur utama, yaitu subjek dan predikat.<\/p>\n<p data-start=\"2226\" data-end=\"2536\">Sebagai contoh, kalimat <strong data-start=\"2250\" data-end=\"2269\">&#8220;Adik menangis&#8221;<\/strong>, <strong data-start=\"2271\" data-end=\"2287\">&#8220;Ayah tidur&#8221;<\/strong>, <strong data-start=\"2289\" data-end=\"2309\">&#8220;Bus telah tiba&#8221;<\/strong>, dan <strong data-start=\"2315\" data-end=\"2335\">&#8220;Mereka tertawa&#8221;<\/strong> sudah memiliki makna yang utuh tanpa adanya objek. Pembaca maupun pendengar tidak akan bertanya &#8220;menangisi apa?&#8221; atau &#8220;tidur apa?&#8221; karena kata kerja tersebut memang tidak membutuhkan sasaran tindakan.<\/p>\n<hr data-start=\"2538\" data-end=\"2541\" \/>\n<h2 data-section-id=\"h1vf0m\" data-start=\"2543\" data-end=\"2573\">Struktur Kalimat Intransitif<\/h2>\n<p data-start=\"2575\" data-end=\"2824\">Kalimat intransitif memiliki struktur yang relatif sederhana dibandingkan jenis kalimat lainnya. Meskipun demikian, struktur tersebut tetap dapat dikembangkan dengan menambahkan unsur keterangan agar informasi yang disampaikan menjadi lebih lengkap.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"p53a48\" data-start=\"2826\" data-end=\"2860\">1. Pola Subjek + Predikat (S-P)<\/h3>\n<p data-start=\"2862\" data-end=\"3061\">Pola <strong data-start=\"2867\" data-end=\"2888\">Subjek + Predikat<\/strong> merupakan bentuk paling sederhana dalam kalimat intransitif. Pada pola ini, predikat sudah mampu membentuk makna yang utuh sehingga tidak memerlukan objek maupun pelengkap.<\/p>\n<p data-start=\"3063\" data-end=\"3286\">Contohnya dapat dilihat pada kalimat <strong data-start=\"3100\" data-end=\"3119\">&#8220;Bayi menangis&#8221;<\/strong>, <strong data-start=\"3121\" data-end=\"3141\">&#8220;Burung terbang&#8221;<\/strong>, <strong data-start=\"3143\" data-end=\"3162\">&#8220;Mereka pulang&#8221;<\/strong>, dan <strong data-start=\"3168\" data-end=\"3190\">&#8220;Kakak tersenyum.&#8221;<\/strong> Seluruh kalimat tersebut tetap memiliki makna yang jelas meskipun hanya terdiri atas dua unsur.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1ya2y8s\" data-start=\"3288\" data-end=\"3337\">2. Pola Subjek + Predikat + Keterangan (S-P-K)<\/h3>\n<p data-start=\"3339\" data-end=\"3584\">Selain menggunakan pola S-P, kalimat intransitif juga dapat dikembangkan dengan menambahkan keterangan. Kehadiran keterangan hanya berfungsi memberikan informasi tambahan, seperti tempat, waktu, cara, atau keadaan, sehingga sifatnya tidak wajib.<\/p>\n<p data-start=\"3586\" data-end=\"3849\">Sebagai contoh, kalimat <strong data-start=\"3610\" data-end=\"3635\">&#8220;Ayah tidur di kamar&#8221;<\/strong>, <strong data-start=\"3637\" data-end=\"3680\">&#8220;Atlet itu berlari dengan sangat cepat&#8221;<\/strong>, dan <strong data-start=\"3686\" data-end=\"3719\">&#8220;Kami berjalan di taman kota&#8221;<\/strong> menggunakan pola S-P-K. Jika unsur keterangannya dihilangkan, kalimat tetap dapat dipahami tanpa mengalami perubahan makna dasar.<\/p>\n<hr data-start=\"3851\" data-end=\"3854\" \/>\n<h2 data-section-id=\"by2y8u\" data-start=\"3856\" data-end=\"3884\">Fungsi Kalimat Intransitif<\/h2>\n<p data-start=\"3886\" data-end=\"4142\">Kalimat intransitif memiliki beberapa fungsi penting dalam komunikasi. Selain digunakan untuk menyampaikan tindakan yang tidak memerlukan objek, jenis kalimat ini juga berfungsi menjelaskan keadaan, aktivitas, maupun peristiwa secara sederhana dan efektif.<\/p>\n<p data-start=\"4144\" data-end=\"4463\">Dalam kehidupan sehari-hari, kalimat intransitif sering digunakan untuk menceritakan aktivitas seseorang, menggambarkan kondisi tertentu, atau menyampaikan informasi mengenai suatu kejadian. Karena strukturnya ringkas, kalimat ini juga banyak ditemukan dalam berita, teks narasi, laporan, maupun percakapan sehari-hari.<\/p>\n<p data-start=\"4465\" data-end=\"4685\">Sebagai contoh, kalimat <strong data-start=\"4489\" data-end=\"4511\">&#8220;Pesawat mendarat&#8221;<\/strong> digunakan untuk menyampaikan suatu peristiwa, sedangkan kalimat <strong data-start=\"4576\" data-end=\"4610\">&#8220;Anak-anak bermain di halaman&#8221;<\/strong> menggambarkan aktivitas yang dilakukan oleh subjek tanpa memerlukan objek.<\/p>\n<hr data-start=\"4687\" data-end=\"4690\" \/>\n<h2 data-section-id=\"e0e8ib\" data-start=\"4692\" data-end=\"4723\">Ciri-Ciri Kalimat Intransitif<\/h2>\n<h3 data-section-id=\"1au57fv\" data-start=\"4725\" data-end=\"4751\">1. Tidak Memiliki Objek<\/h3>\n<p data-start=\"4753\" data-end=\"4945\">Ciri paling utama dari kalimat intransitif adalah tidak adanya objek setelah predikat. Predikat sudah memiliki makna yang lengkap sehingga tidak memerlukan unsur lain sebagai sasaran tindakan.<\/p>\n<p data-start=\"4947\" data-end=\"5097\">Sebagai contoh, kalimat <strong data-start=\"4971\" data-end=\"4990\">&#8220;Siswa berlari&#8221;<\/strong>, <strong data-start=\"4992\" data-end=\"5008\">&#8220;Adik tidur&#8221;<\/strong>, dan <strong data-start=\"5014\" data-end=\"5033\">&#8220;Mereka datang&#8221;<\/strong> tetap dapat dipahami dengan baik meskipun tidak memiliki objek.<\/p>\n<hr data-start=\"5099\" data-end=\"5102\" \/>\n<h3 data-section-id=\"1jmy1gq\" data-start=\"5104\" data-end=\"5136\">2. Tidak Memerlukan Pelengkap<\/h3>\n<p data-start=\"5138\" data-end=\"5354\">Selain tidak membutuhkan objek, kalimat intransitif juga tidak memerlukan pelengkap agar maknanya menjadi utuh. Predikat dalam kalimat ini sudah mampu menyampaikan informasi secara lengkap tanpa tambahan unsur wajib.<\/p>\n<p data-start=\"5356\" data-end=\"5551\">Hal tersebut dapat dilihat pada kalimat <strong data-start=\"5396\" data-end=\"5415\">&#8220;Bayi menangis&#8221;<\/strong>, <strong data-start=\"5417\" data-end=\"5436\">&#8220;Ibu tersenyum&#8221;<\/strong>, dan <strong data-start=\"5442\" data-end=\"5460\">&#8220;Kakek duduk.&#8221;<\/strong> Ketiga kalimat tersebut tetap memiliki makna yang jelas walaupun tidak disertai pelengkap.<\/p>\n<hr data-start=\"5553\" data-end=\"5556\" \/>\n<h3 data-section-id=\"131ssx9\" data-start=\"5558\" data-end=\"5593\">3. Menggunakan Verba Intransitif<\/h3>\n<p data-start=\"5595\" data-end=\"5809\">Kalimat intransitif menggunakan verba atau kata kerja yang memang tidak memerlukan objek. Jenis kata kerja ini menunjukkan aktivitas, keadaan, atau proses yang dilakukan oleh subjek tanpa mengenai sasaran tertentu.<\/p>\n<p data-start=\"5811\" data-end=\"6079\">Beberapa contoh verba intransitif yang sering digunakan antara lain <strong data-start=\"5879\" data-end=\"5974\">tidur, datang, pergi, pulang, berlari, berjalan, duduk, berdiri, mandi, tersenyum, tertawa,<\/strong> dan <strong data-start=\"5979\" data-end=\"5995\">beristirahat<\/strong>. Kata-kata tersebut dapat membentuk kalimat yang lengkap tanpa harus diikuti objek.<\/p>\n<hr data-start=\"6081\" data-end=\"6084\" \/>\n<h3 data-section-id=\"v8xvd1\" data-start=\"6086\" data-end=\"6132\">4. Tidak Dapat Diubah Menjadi Kalimat Pasif<\/h3>\n<p data-start=\"6134\" data-end=\"6317\">Karena tidak memiliki objek, kalimat intransitif tidak dapat diubah menjadi bentuk pasif. Hal ini menjadi salah satu ciri yang paling mudah dikenali ketika menganalisis suatu kalimat.<\/p>\n<p data-start=\"6319\" data-end=\"6500\">Sebagai contoh, kalimat <strong data-start=\"6343\" data-end=\"6361\">&#8220;Andi berlari&#8221;<\/strong> tidak dapat diubah menjadi bentuk pasif karena kata kerja <strong data-start=\"6420\" data-end=\"6431\">berlari<\/strong> tidak memiliki objek yang dapat dijadikan subjek pada kalimat pasif.<\/p>\n<hr data-start=\"6502\" data-end=\"6505\" \/>\n<h3 data-section-id=\"4oeewx\" data-start=\"6507\" data-end=\"6541\">5. Keterangan Bersifat Opsional<\/h3>\n<p data-start=\"6543\" data-end=\"6783\">Apabila terdapat unsur setelah predikat, unsur tersebut umumnya berupa keterangan yang hanya memberikan informasi tambahan. Kehadiran keterangan tidak memengaruhi makna dasar kalimat sehingga dapat dihilangkan tanpa mengubah inti informasi.<\/p>\n<p data-start=\"6785\" data-end=\"6992\">Sebagai contoh, kalimat <strong data-start=\"6809\" data-end=\"6833\">&#8220;Ayah tidur di sofa&#8221;<\/strong> tetap menjadi kalimat yang utuh ketika diubah menjadi <strong data-start=\"6888\" data-end=\"6905\">&#8220;Ayah tidur.&#8221;<\/strong> Hal ini menunjukkan bahwa frasa <strong data-start=\"6938\" data-end=\"6949\">di sofa<\/strong> hanya berfungsi sebagai keterangan tempat.<\/p>\n<hr data-start=\"6994\" data-end=\"6997\" \/>\n<h2 data-section-id=\"ea255g\" data-start=\"6999\" data-end=\"7041\">Cara Mudah Mengenali Kalimat Intransitif<\/h2>\n<h3 data-section-id=\"az8236\" data-start=\"7043\" data-end=\"7076\">1. Perhatikan Apakah Ada Objek<\/h3>\n<p data-start=\"7078\" data-end=\"7250\">Cara pertama adalah melihat unsur yang berada setelah predikat. Jika setelah predikat tidak terdapat objek, kemungkinan besar kalimat tersebut termasuk kalimat intransitif.<\/p>\n<p data-start=\"7252\" data-end=\"7391\">Sebagai contoh, kalimat <strong data-start=\"7276\" data-end=\"7296\">&#8220;Burung terbang&#8221;<\/strong> hanya terdiri atas subjek dan predikat sehingga tidak memiliki objek sebagai sasaran tindakan.<\/p>\n<hr data-start=\"7393\" data-end=\"7396\" \/>\n<h3 data-section-id=\"bz0fpd\" data-start=\"7398\" data-end=\"7436\">2. Hilangkan Unsur Setelah Predikat<\/h3>\n<p data-start=\"7438\" data-end=\"7610\">Apabila terdapat unsur setelah predikat, cobalah menghilangkannya. Jika kalimat masih memiliki makna yang lengkap, unsur tersebut kemungkinan besar hanya berupa keterangan.<\/p>\n<p data-start=\"7612\" data-end=\"7829\">Misalnya, kalimat <strong data-start=\"7630\" data-end=\"7663\">&#8220;Kami berjalan di taman kota&#8221;<\/strong> tetap memiliki makna yang jelas ketika diubah menjadi <strong data-start=\"7718\" data-end=\"7738\">&#8220;Kami berjalan.&#8221;<\/strong> Hal tersebut menunjukkan bahwa frasa <strong data-start=\"7776\" data-end=\"7793\">di taman kota<\/strong> hanya berfungsi sebagai keterangan.<\/p>\n<hr data-start=\"7831\" data-end=\"7834\" \/>\n<h3 data-section-id=\"1ttji2b\" data-start=\"7836\" data-end=\"7873\">3. Coba Ubah Menjadi Kalimat Pasif<\/h3>\n<p data-start=\"7875\" data-end=\"8099\">Langkah terakhir adalah mencoba mengubah kalimat ke bentuk pasif. Jika perubahan tersebut tidak menghasilkan kalimat yang benar sesuai kaidah Bahasa Indonesia, besar kemungkinan kalimat tersebut termasuk kalimat intransitif.<\/p>\n<p data-start=\"8101\" data-end=\"8255\">Sebagai contoh, kalimat <strong data-start=\"8125\" data-end=\"8148\">&#8220;Anak-anak bermain&#8221;<\/strong> tidak dapat diubah menjadi bentuk pasif karena tidak memiliki objek yang dapat dipindahkan menjadi subjek.<\/p>\n<div class=\"qMYqUG_convSearchResultHighlightRoot\">\n<div class=\"\" data-turn-id-container=\"request-6a5efc04-4308-83ec-ae31-3e6ccbec579e-2\" data-is-intersecting=\"true\">\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none has-data-writing-block:pointer-events-none [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-6a5efc04-4308-83ec-ae31-3e6ccbec579e-2\" data-turn-id-container=\"request-6a5efc04-4308-83ec-ae31-3e6ccbec579e-2\" data-testid=\"conversation-turn-18\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto pb-15 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\" data-conversation-screenshot-content=\"\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" tabindex=\"0\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"2e9c8d17-1ec1-4678-a698-b44a09892ee0\" data-message-model-slug=\"gpt-5-5\" data-turn-start-message=\"true\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling\">\n<h2 class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-section-id=\"rzf3ji\" data-start=\"0\" data-end=\"49\">Contoh Kalimat Intransitif beserta Analisisnya<\/h2>\n<p data-start=\"51\" data-end=\"316\">Agar lebih mudah memahami konsep kalimat intransitif, perhatikan beberapa contoh berikut. Setiap contoh disertai analisis sederhana sehingga lebih mudah mengenali unsur-unsur yang membentuk kalimat serta alasan mengapa kalimat tersebut termasuk kalimat intransitif.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1u7hoya\" data-start=\"318\" data-end=\"372\">1. Bayi itu menangis tersedu-sedu di dalam ayunan.<\/h3>\n<p data-start=\"374\" data-end=\"701\">Kalimat <strong data-start=\"382\" data-end=\"434\">&#8220;Bayi itu menangis tersedu-sedu di dalam ayunan&#8221;<\/strong> menggunakan <strong data-start=\"447\" data-end=\"459\">bayi itu<\/strong> sebagai subjek dan <strong data-start=\"479\" data-end=\"491\">menangis<\/strong> sebagai predikat. Sementara itu, frasa <strong data-start=\"531\" data-end=\"547\">tersedu-sedu<\/strong> berfungsi sebagai keterangan cara dan <strong data-start=\"586\" data-end=\"605\">di dalam ayunan<\/strong> berfungsi sebagai keterangan tempat yang memberikan informasi tambahan mengenai keadaan subjek.<\/p>\n<p data-start=\"703\" data-end=\"1060\">Predikat <strong data-start=\"712\" data-end=\"724\">menangis<\/strong> tidak memerlukan objek agar makna kalimat menjadi lengkap. Bahkan jika seluruh keterangan dihilangkan sehingga hanya tersisa <strong data-start=\"850\" data-end=\"873\">&#8220;Bayi itu menangis&#8221;<\/strong>, kalimat tersebut tetap dapat dipahami dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa kalimat tersebut termasuk kalimat intransitif karena predikatnya sudah memiliki makna yang utuh tanpa objek.<\/p>\n<hr data-start=\"1062\" data-end=\"1065\" \/>\n<h3 data-section-id=\"1me1b7p\" data-start=\"1067\" data-end=\"1119\">2. Kami berjalan santai mengelilingi taman kota.<\/h3>\n<p data-start=\"1121\" data-end=\"1430\">Pada kalimat <strong data-start=\"1134\" data-end=\"1184\">&#8220;Kami berjalan santai mengelilingi taman kota&#8221;<\/strong>, kata <strong data-start=\"1191\" data-end=\"1199\">kami<\/strong> berfungsi sebagai subjek, sedangkan <strong data-start=\"1236\" data-end=\"1248\">berjalan<\/strong> menjadi predikat utama. Frasa <strong data-start=\"1279\" data-end=\"1289\">santai<\/strong> memberikan keterangan cara, sementara frasa <strong data-start=\"1334\" data-end=\"1361\">mengelilingi taman kota<\/strong> menjelaskan arah atau lintasan aktivitas yang dilakukan oleh subjek.<\/p>\n<p data-start=\"1432\" data-end=\"1728\">Meskipun kalimat tersebut memiliki unsur tambahan setelah predikat, unsur tersebut tidak berfungsi sebagai objek yang wajib ada. Apabila kalimat disederhanakan menjadi <strong data-start=\"1600\" data-end=\"1619\">&#8220;Kami berjalan&#8221;<\/strong>, makna dasarnya tetap lengkap dan mudah dipahami. Oleh karena itu, kalimat ini termasuk kalimat intransitif.<\/p>\n<hr data-start=\"1730\" data-end=\"1733\" \/>\n<h3 data-section-id=\"1507bss\" data-start=\"1735\" data-end=\"1780\">3. Atlet itu berlari dengan sangat cepat.<\/h3>\n<p data-start=\"1782\" data-end=\"2035\">Kalimat <strong data-start=\"1790\" data-end=\"1833\">&#8220;Atlet itu berlari dengan sangat cepat&#8221;<\/strong> terdiri atas <strong data-start=\"1847\" data-end=\"1860\">atlet itu<\/strong> sebagai subjek dan <strong data-start=\"1880\" data-end=\"1891\">berlari<\/strong> sebagai predikat. Frasa <strong data-start=\"1916\" data-end=\"1939\">dengan sangat cepat<\/strong> hanya berfungsi sebagai keterangan cara yang menjelaskan bagaimana aktivitas berlari dilakukan.<\/p>\n<p data-start=\"2037\" data-end=\"2328\">Keberadaan keterangan tersebut bersifat opsional sehingga dapat dihilangkan tanpa mengubah makna utama kalimat. Jika diubah menjadi <strong data-start=\"2169\" data-end=\"2192\">&#8220;Atlet itu berlari&#8221;<\/strong>, informasi yang disampaikan tetap jelas dan tidak memerlukan objek sebagai pelengkap. Inilah salah satu ciri utama kalimat intransitif.<\/p>\n<hr data-start=\"2330\" data-end=\"2333\" \/>\n<h3 data-section-id=\"1askea6\" data-start=\"2335\" data-end=\"2379\">4. Bus rombongan telah tiba di terminal.<\/h3>\n<p data-start=\"2381\" data-end=\"2648\">Kalimat <strong data-start=\"2389\" data-end=\"2431\">&#8220;Bus rombongan telah tiba di terminal&#8221;<\/strong> memiliki subjek berupa <strong data-start=\"2455\" data-end=\"2472\">bus rombongan<\/strong> dan predikat <strong data-start=\"2486\" data-end=\"2500\">telah tiba<\/strong>. Sementara itu, frasa <strong data-start=\"2523\" data-end=\"2538\">di terminal<\/strong> hanya memberikan informasi mengenai tempat terjadinya peristiwa sehingga berfungsi sebagai keterangan tempat.<\/p>\n<p data-start=\"2650\" data-end=\"2972\">Predikat <strong data-start=\"2659\" data-end=\"2673\">telah tiba<\/strong> tidak membutuhkan objek untuk melengkapi maknanya. Jika keterangan tempat dihilangkan menjadi <strong data-start=\"2768\" data-end=\"2798\">&#8220;Bus rombongan telah tiba&#8221;<\/strong>, kalimat tersebut tetap utuh dan dapat dipahami. Hal ini menunjukkan bahwa predikat dalam kalimat intransitif sudah mampu membentuk makna yang lengkap tanpa kehadiran objek.<\/p>\n<h1 data-section-id=\"1v8qle5\" data-start=\"2979\" data-end=\"3010\">20 Contoh Kalimat Intransitif<\/h1>\n<p data-start=\"3012\" data-end=\"3106\">usai memahami apa itu kalimat intransitif, nih, beberapa contoh kalimat intransitif yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<ul data-start=\"3108\" data-end=\"3715\">\n<li data-section-id=\"ez1mqd\" data-start=\"3108\" data-end=\"3124\">Adik menangis.<\/li>\n<li data-section-id=\"94fd55\" data-start=\"3125\" data-end=\"3138\">Ayah tidur.<\/li>\n<li data-section-id=\"1uj3s60\" data-start=\"3139\" data-end=\"3164\">Mereka tertawa bersama.<\/li>\n<li data-section-id=\"1bj1phs\" data-start=\"3165\" data-end=\"3189\">Kami pulang sore hari.<\/li>\n<li data-section-id=\"1fcvwy4\" data-start=\"3190\" data-end=\"3214\">Burung terbang tinggi.<\/li>\n<li data-section-id=\"1foi30t\" data-start=\"3215\" data-end=\"3243\">Siswa berlari di lapangan.<\/li>\n<li data-section-id=\"d3ecgp\" data-start=\"3244\" data-end=\"3273\">Nenek duduk di teras rumah.<\/li>\n<li data-section-id=\"ptx7ez\" data-start=\"3274\" data-end=\"3299\">Kakak mandi sejak pagi.<\/li>\n<li data-section-id=\"etpllp\" data-start=\"3300\" data-end=\"3331\">Bayi tersenyum kepada ibunya.<\/li>\n<li data-section-id=\"1qhdcch\" data-start=\"3332\" data-end=\"3361\">Bus telah tiba di terminal.<\/li>\n<li data-section-id=\"1kp7ue9\" data-start=\"3362\" data-end=\"3392\">Mereka bekerja hingga malam.<\/li>\n<li data-section-id=\"rh5g2d\" data-start=\"3393\" data-end=\"3430\">Ayah berjalan di taman setiap pagi.<\/li>\n<li data-section-id=\"11xtsij\" data-start=\"3431\" data-end=\"3466\">Ibu beristirahat setelah memasak.<\/li>\n<li data-section-id=\"17syp7t\" data-start=\"3467\" data-end=\"3506\">Anak-anak bermain di halaman sekolah.<\/li>\n<li data-section-id=\"ga5fve\" data-start=\"3507\" data-end=\"3538\">Kakek berdiri di depan rumah.<\/li>\n<li data-section-id=\"1g3lmqr\" data-start=\"3539\" data-end=\"3573\">Pesawat mendarat dengan selamat.<\/li>\n<li data-section-id=\"1temlt2\" data-start=\"3574\" data-end=\"3603\">Atlet berlatih setiap pagi.<\/li>\n<li data-section-id=\"dtrsre\" data-start=\"3604\" data-end=\"3629\">Rina datang lebih awal.<\/li>\n<li data-section-id=\"elwp6c\" data-start=\"3630\" data-end=\"3681\">Para wisatawan berangkat sebelum matahari terbit.<\/li>\n<li data-section-id=\"1ld13t0\" data-start=\"3682\" data-end=\"3715\">Kami berkumpul di aula sekolah.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3717\" data-end=\"4189\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Seluruh contoh di atas memiliki karakteristik yang sama, yaitu predikatnya tidak memerlukan objek agar makna kalimat menjadi lengkap. Unsur yang muncul setelah predikat, seperti <strong data-start=\"3895\" data-end=\"3910\">di lapangan<\/strong>, <strong data-start=\"3912\" data-end=\"3927\">setiap pagi<\/strong>, <strong data-start=\"3929\" data-end=\"3947\">dengan selamat<\/strong>, atau <strong data-start=\"3954\" data-end=\"3973\">di aula sekolah<\/strong>, hanya berfungsi sebagai keterangan yang memberikan informasi tambahan. Oleh karena itu, meskipun keterangan tersebut dihilangkan, inti kalimat tetap utuh sehingga semua contoh tersebut termasuk kalimat intransitif.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n<\/div>\n<\/div>\n<h2 data-section-id=\"1806px6\" data-start=\"8756\" data-end=\"8769\">Kesimpulan<\/h2>\n<p data-start=\"8771\" data-end=\"9132\">Kalimat intransitif adalah kalimat aktif yang predikatnya tidak memerlukan objek maupun pelengkap agar maknanya menjadi lengkap. Struktur yang paling umum digunakan adalah Subjek + Predikat (S-P) dan Subjek + Predikat + Keterangan (S-P-K), sedangkan unsur keterangan hanya berfungsi memberikan informasi tambahan dan bukan menjadi bagian yang wajib ada.<\/p>\n<p data-start=\"9134\" data-end=\"9509\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Dengan memahami pengertian, struktur, fungsi, ciri-ciri, cara mengenali, serta berbagai contoh penggunaannya, proses mempelajari apa itu kalimat intransitif akan menjadi lebih mudah. Pemahaman tersebut juga dapat membantu menyusun kalimat yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia sekaligus meningkatkan kemampuan menganalisis struktur kalimat dalam berbagai jenis teks.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"z-0 flex min-h-[46px] justify-start\"><\/div>\n<div class=\"mt-3 w-full empty:hidden\">\n<div class=\"text-center\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1\" data-conversation-screenshot-content=\"\">\n<div><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"pointer-events-none -mt-px h-px translate-y-(--scroll-root-safe-area-inset-bottom)\" aria-hidden=\"true\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rumah Pintar\u00a0\u2013\u00a0Apa itu kalimat intransitif? Kalimat intransitif merupakan salah satu jenis kalimat aktif dalam Bahasa Indonesia yang paling sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Jenis kalimat ini memiliki struktur yang sederhana karena predikatnya tidak memerlukan objek maupun pelengkap agar makna kalimat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2655,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"default","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[251,250,36],"tags":[320],"class_list":["post-2647","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","category-bahasa-indonesia-kelas-4","category-konsep-dan-pelajaran","tag-bahasa-indonesia-sd-kelas-4"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2647","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2647"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2647\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2660,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2647\/revisions\/2660"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2655"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2647"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2647"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2647"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}