{"id":2614,"date":"2026-06-27T12:13:08","date_gmt":"2026-06-27T12:13:08","guid":{"rendered":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/?p=2614"},"modified":"2026-07-20T05:44:07","modified_gmt":"2026-07-20T05:44:07","slug":"rangkaian-listrik-paralel-pengertian-rumus-ciri-ciri-cara-kerja-dan-contoh-penerapannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/rangkaian-listrik-paralel-pengertian-rumus-ciri-ciri-cara-kerja-dan-contoh-penerapannya\/","title":{"rendered":"Rangkaian Listrik Paralel: Pengertian, Rumus, Ciri-Ciri, Cara Kerja, dan Contoh Penerapannya"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"341\" data-end=\"888\"><strong data-start=\"259\" data-end=\"278\"><b><a href=\"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\">Blog Rumah Pintar<\/a><\/b>\u00a0\u2013\u00a0<\/strong>Saat Sahabat Rumah Pintar menyalakan lampu di ruang tamu, kamar tidur, atau dapur, setiap lampu dapat dinyalakan dan dimatikan secara terpisah. Bahkan ketika salah satu lampu putus, lampu lainnya tetap menyala seperti biasa.<\/p>\n<p data-start=\"341\" data-end=\"888\">Kondisi tersebut terjadi karena instalasi listrik rumah umumnya menggunakan <strong data-start=\"642\" data-end=\"671\">rangkaian listrik paralel<\/strong>, yaitu susunan rangkaian yang memiliki lebih dari satu jalur arus listrik. Oleh karena itu, memahami rangkaian ini menjadi materi penting dalam Fisika SMP Kelas 9 karena banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"ywhcxj\" data-start=\"890\" data-end=\"944\">Apa yang Dimaksud dengan Rangkaian Listrik Paralel?<\/h2>\n<p data-start=\"946\" data-end=\"1135\">Pengertian rangkaian listrik paralel adalah rangkaian listrik yang komponen-komponennya dihubungkan secara bercabang sehingga arus listrik memiliki lebih dari satu jalur untuk mengalir.<\/p>\n<p data-start=\"1137\" data-end=\"1396\">Dengan kata lain, rangkaian listrik paralel adalah rangkaian yang memberikan jalur tersendiri bagi setiap komponen. Karena setiap cabang bekerja secara mandiri, kerusakan pada salah satu komponen tidak akan menghentikan aliran listrik pada cabang lainnya.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1aqnsk7\" data-start=\"1398\" data-end=\"1445\">Bagaimana Susunan Rangkaian Listrik Paralel?<\/h2>\n<p data-start=\"1447\" data-end=\"1729\">Pada rangkaian paralel, semua komponen dipasang berdampingan dan dihubungkan langsung ke sumber listrik melalui cabang masing-masing. Setelah arus keluar dari sumber listrik, arus akan terbagi ke setiap cabang, kemudian kembali bergabung sebelum menuju kutub negatif sumber listrik.<\/p>\n<p data-start=\"1731\" data-end=\"1891\">Karena memiliki beberapa jalur, setiap komponen memperoleh tegangan yang sama meskipun besar arus pada setiap cabang dapat berbeda tergantung nilai hambatannya.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"9pbj34\" data-start=\"1893\" data-end=\"1932\">Cara Kerja Rangkaian Listrik Paralel<\/h2>\n<p data-start=\"1934\" data-end=\"2160\">Ketika sumber listrik dihubungkan dengan rangkaian paralel, arus listrik akan terbagi ke seluruh cabang yang tersedia. Setiap cabang menjadi jalur tersendiri sehingga komponen dapat bekerja tanpa bergantung pada komponen lain.<\/p>\n<p data-start=\"2162\" data-end=\"2367\">Apabila salah satu lampu mengalami kerusakan atau dilepas, arus listrik masih dapat mengalir melalui cabang yang lain. Inilah alasan mengapa lampu-lampu di rumah tetap menyala meskipun salah satunya putus.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"16qq657\" data-start=\"2369\" data-end=\"2411\">Karakteristik Rangkaian Listrik Paralel<\/h2>\n<h3 data-section-id=\"dqa89r\" data-start=\"2413\" data-end=\"2452\">Memiliki Lebih dari Satu Jalur Arus<\/h3>\n<p data-start=\"2454\" data-end=\"2553\">Ciri utama rangkaian paralel adalah adanya beberapa jalur atau cabang tempat arus listrik mengalir. Akibatnya, arus akan terbagi ke setiap cabang sesuai besar hambatan yang dimiliki.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"dngypb\" data-start=\"2639\" data-end=\"2675\">Tegangan Sama pada Setiap Cabang<\/h3>\n<p data-start=\"2677\" data-end=\"2772\">Semua komponen yang dipasang secara paralel menerima tegangan yang sama dengan tegangan sumber. Karena itu, lampu-lampu yang identik akan menyala dengan tingkat kecerahan yang hampir sama.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"u8mlkt\" data-start=\"2868\" data-end=\"2927\">Kerusakan Satu Komponen Tidak Memengaruhi Komponen Lain<\/h3>\n<p data-start=\"2929\" data-end=\"3038\">Setiap cabang bekerja secara mandiri sehingga putusnya satu lampu tidak menyebabkan lampu lainnya ikut padam. Karakteristik ini menjadi alasan utama mengapa rangkaian paralel digunakan pada instalasi listrik rumah.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1ikfdyy\" data-start=\"3146\" data-end=\"3184\">Hambatan Total Menjadi Lebih Kecil<\/h3>\n<p data-start=\"3186\" data-end=\"3292\">Semakin banyak hambatan yang dipasang secara paralel, hambatan total rangkaian justru menjadi lebih kecil. Akibatnya, arus listrik total yang mengalir dari sumber dapat menjadi lebih besar dibandingkan pada rangkaian seri.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"x53yx6\" data-start=\"3411\" data-end=\"3445\">Rumus Rangkaian Listrik Paralel<\/h2>\n<p data-start=\"3447\" data-end=\"3528\">Beberapa rumus berikut digunakan untuk menghitung besaran pada rangkaian paralel.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1s29n4k\" data-start=\"3530\" data-end=\"3554\">Rumus Hambatan Total<\/h3>\n<p data-start=\"3556\" data-end=\"3596\">Untuk dua hambatan yang disusun paralel:<\/p>\n<p data-start=\"3598\" data-end=\"3624\"><strong data-start=\"3598\" data-end=\"3624\">1\/Rtotal = 1\/R\u2081 + 1\/R\u2082<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"3626\" data-end=\"3718\">Apabila hambatan yang dipasang lebih dari dua, seluruh nilai kebalikan hambatan dijumlahkan.<\/p>\n<p data-start=\"3720\" data-end=\"3853\">Karena menggunakan bentuk kebalikan, hambatan total rangkaian paralel selalu lebih kecil daripada hambatan terkecil yang menyusunnya.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"z7ajiz\" data-start=\"3855\" data-end=\"3873\">Rumus Tegangan<\/h3>\n<p data-start=\"3875\" data-end=\"3895\"><strong data-start=\"3875\" data-end=\"3895\">V = V\u2081 = V\u2082 = V\u2083<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"3897\" data-end=\"3978\">Artinya, setiap cabang memperoleh tegangan yang sama besar dengan sumber listrik.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"l764pr\" data-start=\"3980\" data-end=\"3994\">Rumus Arus<\/h3>\n<p data-start=\"3996\" data-end=\"4021\"><strong data-start=\"3996\" data-end=\"4021\">Itotal = I\u2081 + I\u2082 + I\u2083<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"4023\" data-end=\"4162\">Arus listrik dari sumber akan terbagi ke setiap cabang, kemudian jumlah seluruh arus cabang sama dengan arus total yang keluar dari sumber.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"r5hceo\" data-start=\"4164\" data-end=\"4205\">Cara Membuat Rangkaian Listrik Paralel<\/h2>\n<p data-start=\"4207\" data-end=\"4301\">Sahabat Rumah Pintar dapat membuat rangkaian paralel sederhana dengan langkah-langkah berikut.<\/p>\n<ul data-start=\"4303\" data-end=\"4534\">\n<li data-section-id=\"2d455\" data-start=\"4303\" data-end=\"4359\">Siapkan sebuah baterai, dua lampu, kabel, dan sakelar.<\/li>\n<li data-section-id=\"1yuth\" data-start=\"4360\" data-end=\"4409\">Hubungkan kutub positif baterai menuju sakelar.<\/li>\n<li data-section-id=\"1qgcbt\" data-start=\"4410\" data-end=\"4469\">Dari sakelar, buat dua cabang menuju masing-masing lampu.<\/li>\n<li data-section-id=\"1o04kqb\" data-start=\"4470\" data-end=\"4534\">Sambungkan ujung kedua lampu kembali ke kutub negatif baterai.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4536\" data-end=\"4701\">Apabila semua sambungan telah benar, kedua lampu akan menyala. Ketika salah satu lampu dilepas, lampu lainnya tetap menyala karena masih memiliki jalur arus sendiri.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"z51ydz\" data-start=\"4703\" data-end=\"4738\">Contoh Rangkaian Listrik Paralel<\/h2>\n<p data-start=\"4740\" data-end=\"4848\">Konsep rangkaian paralel banyak diterapkan pada berbagai peralatan maupun instalasi listrik di sekitar kita.<\/p>\n<p data-start=\"4850\" data-end=\"4881\">Beberapa contohnya antara lain:<\/p>\n<ul data-start=\"4883\" data-end=\"5037\">\n<li data-section-id=\"1ooo9x0\" data-start=\"4883\" data-end=\"4909\">instalasi listrik rumah;<\/li>\n<li data-section-id=\"167vfwe\" data-start=\"4910\" data-end=\"4924\">lampu jalan;<\/li>\n<li data-section-id=\"64s9nb\" data-start=\"4925\" data-end=\"4952\">sistem penerangan gedung;<\/li>\n<li data-section-id=\"dh91qp\" data-start=\"4953\" data-end=\"4976\">stop kontak di rumah;<\/li>\n<li data-section-id=\"4ct6v4\" data-start=\"4977\" data-end=\"5005\">instalasi listrik sekolah;<\/li>\n<li data-section-id=\"1hhrf2f\" data-start=\"5006\" data-end=\"5037\">jaringan listrik perkantoran.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"5039\" data-end=\"5152\">Melalui penerapan tersebut, setiap peralatan dapat digunakan secara terpisah tanpa memengaruhi peralatan lainnya.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1ju48iy\" data-start=\"5154\" data-end=\"5201\">Perbedaan Rangkaian Listrik Seri dan Paralel<\/h2>\n<p data-start=\"5203\" data-end=\"5341\">Materi <strong data-start=\"5210\" data-end=\"5248\">rangkaian listrik seri dan paralel<\/strong> sering dipelajari secara bersamaan karena keduanya memiliki prinsip penyusunan yang berbeda.<\/p>\n<div class=\"TyagGW_tableContainer\">\n<div class=\"group TyagGW_tableWrapper flex flex-col-reverse w-fit\" tabindex=\"-1\">\n<table class=\"w-fit min-w-(--thread-content-width)\" data-start=\"5343\" data-end=\"5724\">\n<thead data-start=\"5343\" data-end=\"5389\">\n<tr data-start=\"5343\" data-end=\"5389\">\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"5343\" data-end=\"5351\" data-col-size=\"sm\">Aspek<\/th>\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"5351\" data-end=\"5368\" data-col-size=\"sm\">Rangkaian Seri<\/th>\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"5368\" data-end=\"5389\" data-col-size=\"sm\">Rangkaian Paralel<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody data-start=\"5437\" data-end=\"5724\">\n<tr data-start=\"5437\" data-end=\"5488\">\n<td data-start=\"5437\" data-end=\"5450\" data-col-size=\"sm\">Jalur arus<\/td>\n<td data-start=\"5450\" data-end=\"5463\" data-col-size=\"sm\">Satu jalur<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"5463\" data-end=\"5488\">Lebih dari satu jalur<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"5489\" data-end=\"5537\">\n<td data-start=\"5489\" data-end=\"5500\" data-col-size=\"sm\">Tegangan<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"5500\" data-end=\"5510\">Terbagi<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"5510\" data-end=\"5537\">Sama pada setiap cabang<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"5538\" data-end=\"5600\">\n<td data-start=\"5538\" data-end=\"5545\" data-col-size=\"sm\">Arus<\/td>\n<td data-start=\"5545\" data-end=\"5572\" data-col-size=\"sm\">Sama pada semua komponen<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"5572\" data-end=\"5600\">Terbagi ke setiap cabang<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"5601\" data-end=\"5673\">\n<td data-start=\"5601\" data-end=\"5625\" data-col-size=\"sm\">Jika satu lampu putus<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"5625\" data-end=\"5645\">Semua lampu padam<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"5645\" data-end=\"5673\">Lampu lain tetap menyala<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"5674\" data-end=\"5724\">\n<td data-start=\"5674\" data-end=\"5691\" data-col-size=\"sm\">Hambatan total<\/td>\n<td data-start=\"5691\" data-end=\"5707\" data-col-size=\"sm\">Semakin besar<\/td>\n<td data-start=\"5707\" data-end=\"5724\" data-col-size=\"sm\">Semakin kecil<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<\/div>\n<p data-start=\"5726\" data-end=\"5866\">Melalui tabel tersebut, Sahabat Rumah Pintar dapat lebih mudah memahami perbedaan kedua jenis rangkaian tanpa harus menghafal satu per satu.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"blq3dv\" data-start=\"5868\" data-end=\"5921\">Kelebihan dan Kekurangan Rangkaian Listrik Paralel<\/h2>\n<h3 data-section-id=\"kz6aq5\" data-start=\"5923\" data-end=\"5936\">Kelebihan<\/h3>\n<p data-start=\"5938\" data-end=\"6178\">Rangkaian paralel memungkinkan setiap komponen bekerja secara mandiri sehingga kerusakan pada satu cabang tidak memengaruhi cabang lainnya. Selain itu, setiap komponen memperoleh tegangan penuh dari sumber sehingga kinerjanya tetap optimal.<\/p>\n<p data-start=\"6180\" data-end=\"6290\">Karena memiliki banyak keunggulan, rangkaian ini menjadi pilihan utama pada instalasi listrik bangunan modern.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"ouwjcz\" data-start=\"6292\" data-end=\"6306\">Kekurangan<\/h3>\n<p data-start=\"6308\" data-end=\"6530\">Rangkaian paralel membutuhkan kabel yang lebih banyak dibandingkan rangkaian seri sehingga biaya pemasangannya lebih tinggi. Selain itu, proses pemasangan juga lebih rumit karena harus membuat beberapa cabang arus listrik.<\/p>\n<p data-start=\"6532\" data-end=\"6660\">Meskipun demikian, kelebihan yang dimiliki jauh lebih besar sehingga penggunaannya tetap lebih luas dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"f1lkau\" data-start=\"6662\" data-end=\"6702\">Contoh Soal Rangkaian Listrik Paralel<\/h2>\n<h3 data-section-id=\"elrr4n\" data-start=\"6704\" data-end=\"6721\">Contoh Soal 1<\/h3>\n<p data-start=\"6723\" data-end=\"6830\">Dua hambatan masing-masing sebesar 6 \u03a9 dan 3 \u03a9 dipasang secara paralel. Berapakah hambatan total rangkaian?<\/p>\n<p data-start=\"6832\" data-end=\"6846\"><strong data-start=\"6832\" data-end=\"6846\">Diketahui:<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"6848\" data-end=\"6869\">\n<li data-section-id=\"1kbj9vd\" data-start=\"6848\" data-end=\"6858\">R\u2081 = 6 \u03a9<\/li>\n<li data-section-id=\"lxi14v\" data-start=\"6859\" data-end=\"6869\">R\u2082 = 3 \u03a9<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"6871\" data-end=\"6888\"><strong data-start=\"6871\" data-end=\"6888\">Penyelesaian:<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"6890\" data-end=\"6910\">1\/Rtotal = 1\/6 + 1\/3<\/p>\n<p data-start=\"6912\" data-end=\"6932\">1\/Rtotal = 1\/6 + 2\/6<\/p>\n<p data-start=\"6934\" data-end=\"6948\">1\/Rtotal = 3\/6<\/p>\n<p data-start=\"6950\" data-end=\"6964\">1\/Rtotal = 1\/2<\/p>\n<p data-start=\"6966\" data-end=\"6978\">Rtotal = 2 \u03a9<\/p>\n<p data-start=\"6980\" data-end=\"7026\">Jadi, hambatan total rangkaian adalah <strong data-start=\"7018\" data-end=\"7025\">2 \u03a9<\/strong>.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"elrr4k\" data-start=\"7028\" data-end=\"7045\">Contoh Soal 2<\/h3>\n<p data-start=\"7047\" data-end=\"7160\">Terdapat tiga lampu yang disusun secara paralel. Salah satu lampu putus. Apa yang terjadi pada dua lampu lainnya?<\/p>\n<p data-start=\"7162\" data-end=\"7179\"><strong data-start=\"7162\" data-end=\"7179\">Penyelesaian:<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"7181\" data-end=\"7304\">Karena setiap lampu memiliki jalur arus listrik sendiri, putusnya satu lampu tidak memutus aliran listrik pada cabang lain.<\/p>\n<p data-start=\"7306\" data-end=\"7358\">Jadi, dua lampu lainnya tetap menyala seperti biasa.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"vbue9j\" data-start=\"7360\" data-end=\"7417\">Mengapa Instalasi Rumah Menggunakan Rangkaian Paralel?<\/h2>\n<p data-start=\"7419\" data-end=\"7685\">Instalasi listrik rumah dirancang menggunakan rangkaian paralel agar setiap peralatan elektronik dapat digunakan secara terpisah. Dengan sistem ini, Sahabat Rumah Pintar dapat mematikan lampu kamar tanpa memengaruhi lampu ruang tamu maupun peralatan listrik lainnya.<\/p>\n<p data-start=\"7687\" data-end=\"7868\">Selain memberikan kenyamanan, penggunaan rangkaian paralel juga meningkatkan keamanan karena kerusakan pada satu titik tidak menyebabkan seluruh instalasi kehilangan aliran listrik.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1duevg9\" data-start=\"7870\" data-end=\"7919\">Tips Mudah Mengingat Rangkaian Listrik Paralel<\/h2>\n<p data-start=\"7921\" data-end=\"8023\">Agar tidak tertukar dengan rangkaian seri, Sahabat Rumah Pintar dapat mengingat beberapa ciri berikut.<\/p>\n<ul data-start=\"8025\" data-end=\"8251\">\n<li data-section-id=\"1prv60d\" data-start=\"8025\" data-end=\"8071\">Memiliki lebih dari satu jalur arus listrik.<\/li>\n<li data-section-id=\"11t6gkv\" data-start=\"8072\" data-end=\"8107\">Tegangan sama pada setiap cabang.<\/li>\n<li data-section-id=\"12zgce9\" data-start=\"8108\" data-end=\"8140\">Arus terbagi ke setiap cabang.<\/li>\n<li data-section-id=\"9dynb\" data-start=\"8141\" data-end=\"8197\">Hambatan total lebih kecil daripada hambatan terkecil.<\/li>\n<li data-section-id=\"1qla90c\" data-start=\"8198\" data-end=\"8251\">Jika satu lampu putus, lampu lainnya tetap menyala.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"8253\" data-end=\"8447\">Dengan memahami karakteristik tersebut, Sahabat Rumah Pintar akan lebih mudah membedakan rangkaian paralel dan rangkaian seri saat mempelajari listrik dinamis maupun mengerjakan soal di sekolah.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1806px6\" data-start=\"8449\" data-end=\"8462\">Kesimpulan<\/h2>\n<p data-start=\"8464\" data-end=\"9128\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\"><strong data-start=\"8464\" data-end=\"8493\">Rangkaian listrik paralel<\/strong> adalah rangkaian yang menyusun komponen listrik pada beberapa cabang sehingga arus memiliki lebih dari satu jalur untuk mengalir. Pada rangkaian ini, setiap komponen memperoleh tegangan yang sama, sedangkan arus terbagi sesuai besar hambatan pada masing-masing cabang. Melalui <strong data-start=\"8771\" data-end=\"8806\">rumus rangkaian listrik paralel<\/strong>, Sahabat Rumah Pintar dapat menghitung hambatan total, arus, maupun tegangan dengan lebih mudah. Dengan memahami karakteristik, kelebihan, serta <strong data-start=\"8952\" data-end=\"9000\">perbedaan rangkaian listrik seri dan paralel<\/strong>, Sahabat Rumah Pintar akan lebih siap mempelajari materi listrik dinamis dan memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Blog Rumah Pintar\u00a0\u2013\u00a0Saat Sahabat Rumah Pintar menyalakan lampu di ruang tamu, kamar tidur, atau dapur, setiap lampu dapat dinyalakan dan dimatikan secara terpisah. Bahkan ketika salah satu lampu putus, lampu lainnya tetap menyala seperti biasa. Kondisi tersebut terjadi karena instalasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2637,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"default","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[293,256,36],"tags":[319],"class_list":["post-2614","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fisika-kelas-9","category-fisika","category-konsep-dan-pelajaran","tag-fisika-smp-kelas-9"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2614","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2614"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2614\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2638,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2614\/revisions\/2638"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2637"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2614"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2614"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2614"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}