{"id":2613,"date":"2026-06-28T06:41:57","date_gmt":"2026-06-28T06:41:57","guid":{"rendered":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/?p=2613"},"modified":"2026-07-24T04:27:11","modified_gmt":"2026-07-24T04:27:11","slug":"rangkaian-listrik-seri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/rangkaian-listrik-seri\/","title":{"rendered":"Rangkaian Listrik Seri: Pengertian, Rumus, Ciri-Ciri, Contoh dan Cara Kerjanya"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"351\" data-end=\"962\"><strong data-start=\"259\" data-end=\"278\"><b><a href=\"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\">Blog Rumah Pintar<\/a><\/b>\u00a0\u2013\u00a0<\/strong>Saat Sahabat Rumah Pintar menyalakan senter, lampu hias sederhana, atau mainan yang menggunakan beberapa baterai, di dalamnya terdapat susunan komponen listrik yang saling terhubung.<\/p>\n<p data-start=\"351\" data-end=\"962\">Cara penyusunan komponen tersebut menentukan bagaimana arus listrik mengalir dan bagaimana peralatan dapat bekerja. Salah satu susunan yang paling dasar adalah <strong data-start=\"694\" data-end=\"720\">rangkaian listrik seri<\/strong>, yaitu rangkaian yang banyak dipelajari pada materi listrik dinamis Fisika SMP Kelas 9.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1hs01fh\" data-start=\"964\" data-end=\"1015\">Apa yang Dimaksud dengan Rangkaian Listrik Seri?<\/h2>\n<p data-start=\"1017\" data-end=\"1224\">Pengertian rangkaian listrik seri adalah rangkaian listrik yang semua komponen penyusunnya dihubungkan secara berurutan dalam satu jalur sehingga arus listrik hanya memiliki satu lintasan untuk mengalir.<\/p>\n<p data-start=\"1226\" data-end=\"1494\">Dengan kata lain, rangkaian listrik seri adalah rangkaian yang menyusun lampu, baterai, sakelar, atau komponen lainnya secara sambung-menyambung tanpa adanya percabangan. Oleh karena itu, apabila salah satu komponen terputus, seluruh rangkaian tidak dapat bekerja.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1uwtli5\" data-start=\"1496\" data-end=\"1540\">Bagaimana Susunan Rangkaian Listrik Seri?<\/h2>\n<p data-start=\"1542\" data-end=\"1705\">Banyak siswa bertanya, <strong data-start=\"1565\" data-end=\"1606\">rangkaian listrik seri disusun secara<\/strong> bagaimana? Jawabannya, semua komponen disusun berurutan pada satu jalur arus listrik tanpa cabang.<\/p>\n<p data-start=\"1707\" data-end=\"1961\">Arus listrik mengalir dari kutub positif sumber listrik menuju komponen pertama, kemudian diteruskan ke komponen berikutnya hingga kembali ke kutub negatif. Karena hanya terdapat satu jalur, besar arus yang mengalir pada setiap komponen akan selalu sama.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"15i3cve\" data-start=\"1963\" data-end=\"1999\">Cara Kerja Rangkaian Listrik Seri<\/h2>\n<p data-start=\"2001\" data-end=\"2221\">Pada rangkaian listrik seri, arus listrik mengalir melewati setiap komponen secara bergantian. Setelah melewati satu komponen, arus akan terus mengalir menuju komponen berikutnya hingga seluruh rangkaian selesai dilalui.<\/p>\n<p data-start=\"2223\" data-end=\"2471\">Karena hanya terdapat satu jalur, putusnya satu komponen akan menghentikan aliran listrik ke seluruh bagian rangkaian. Inilah alasan mengapa lampu-lampu pada rangkaian seri akan padam secara bersamaan apabila salah satu lampunya rusak atau dilepas.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"pnzald\" data-start=\"2473\" data-end=\"2508\">Ciri-Ciri Rangkaian Listrik Seri<\/h2>\n<p data-start=\"2510\" data-end=\"2613\">Rangkaian listrik seri memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari jenis rangkaian lainnya.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1mov2i3\" data-start=\"2615\" data-end=\"2643\">Memiliki Satu Jalur Arus<\/h3>\n<p data-start=\"2645\" data-end=\"2753\">Arus listrik hanya memiliki satu lintasan untuk mengalir sehingga tidak terdapat percabangan pada rangkaian. Akibatnya, arus yang melewati setiap komponen memiliki besar yang sama.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"10h8gvf\" data-start=\"2828\" data-end=\"2869\">Jika Satu Komponen Rusak, Semua Padam<\/h3>\n<p data-start=\"2871\" data-end=\"3006\">Karena seluruh komponen saling terhubung dalam satu jalur, kerusakan pada satu bagian akan memutus aliran listrik ke seluruh rangkaian. Hal tersebut membuat semua lampu atau komponen lain berhenti bekerja secara bersamaan.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"33ovjy\" data-start=\"3096\" data-end=\"3124\">Hambatan Total Bertambah<\/h3>\n<p data-start=\"3126\" data-end=\"3280\">Setiap hambatan yang disusun secara seri akan saling dijumlahkan sehingga hambatan total menjadi lebih besar dibandingkan hambatan masing-masing komponen. Akibatnya, arus listrik yang mengalir menjadi lebih kecil apabila sumber tegangannya tetap.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"m6x4yh\" data-start=\"3375\" data-end=\"3395\">Tegangan Terbagi<\/h3>\n<p data-start=\"3397\" data-end=\"3511\">Pada rangkaian seri, tegangan listrik dari sumber akan terbagi ke setiap komponen sesuai dengan besar hambatannya. Semakin besar hambatan suatu komponen, semakin besar pula bagian tegangan yang diterimanya.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"g5s45c\" data-start=\"3606\" data-end=\"3637\">Rumus Rangkaian Listrik Seri<\/h2>\n<p data-start=\"3639\" data-end=\"3716\">Dalam menghitung rangkaian seri, terdapat beberapa rumus yang perlu dipahami.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1s29n4k\" data-start=\"3718\" data-end=\"3742\">Rumus Hambatan Total<\/h3>\n<p data-start=\"3744\" data-end=\"3775\"><strong data-start=\"3744\" data-end=\"3775\">Rtotal = R\u2081 + R\u2082 + R\u2083 + &#8230;<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"3777\" data-end=\"3788\">Keterangan:<\/p>\n<ul data-start=\"3790\" data-end=\"3874\">\n<li data-section-id=\"1b4oqhf\" data-start=\"3790\" data-end=\"3823\"><strong data-start=\"3792\" data-end=\"3802\">Rtotal<\/strong> = hambatan total (\u03a9)<\/li>\n<li data-section-id=\"5vwdol\" data-start=\"3824\" data-end=\"3874\"><strong data-start=\"3826\" data-end=\"3840\">R\u2081, R\u2082, R\u2083<\/strong> = hambatan masing-masing komponen<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3876\" data-end=\"4002\">Karena hambatan dijumlahkan, nilai hambatan total pada rangkaian seri selalu lebih besar daripada setiap hambatan penyusunnya.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"z7ajiz\" data-start=\"4004\" data-end=\"4022\">Rumus Tegangan<\/h3>\n<p data-start=\"4024\" data-end=\"4055\"><strong data-start=\"4024\" data-end=\"4055\">Vtotal = V\u2081 + V\u2082 + V\u2083 + &#8230;<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"4057\" data-end=\"4139\">Artinya, jumlah seluruh tegangan pada setiap komponen sama dengan tegangan sumber.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"l764pr\" data-start=\"4141\" data-end=\"4155\">Rumus Arus<\/h3>\n<p data-start=\"4157\" data-end=\"4177\"><strong data-start=\"4157\" data-end=\"4177\">I = I\u2081 = I\u2082 = I\u2083<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"4179\" data-end=\"4284\">Hal ini menunjukkan bahwa arus listrik pada semua komponen dalam rangkaian seri memiliki nilai yang sama.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1ohhq3e\" data-start=\"4286\" data-end=\"4324\">Cara Membuat Rangkaian Listrik Seri<\/h2>\n<p data-start=\"4326\" data-end=\"4450\">Bagi Sahabat Rumah Pintar yang ingin mengetahui <strong data-start=\"4374\" data-end=\"4413\">cara membuat rangkaian listrik seri<\/strong>, langkah-langkahnya cukup sederhana.<\/p>\n<ul data-start=\"4452\" data-end=\"4685\">\n<li data-section-id=\"1ym6189\" data-start=\"4452\" data-end=\"4507\">Siapkan baterai, kabel, sakelar, dan dua lampu kecil.<\/li>\n<li data-section-id=\"hxr1fr\" data-start=\"4508\" data-end=\"4553\">Hubungkan kutub positif baterai ke sakelar.<\/li>\n<li data-section-id=\"qmtddh\" data-start=\"4554\" data-end=\"4592\">Sambungkan sakelar ke lampu pertama.<\/li>\n<li data-section-id=\"nuoomn\" data-start=\"4593\" data-end=\"4634\">Hubungkan lampu pertama ke lampu kedua.<\/li>\n<li data-section-id=\"1vn6uc5\" data-start=\"4635\" data-end=\"4685\">Sambungkan lampu kedua ke kutub negatif baterai.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4687\" data-end=\"4809\">Apabila semua sambungan telah terpasang dengan benar, kedua lampu akan menyala secara bersamaan ketika sakelar dinyalakan.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"rirk3h\" data-start=\"4811\" data-end=\"4843\">Contoh Rangkaian Listrik Seri<\/h2>\n<p data-start=\"4845\" data-end=\"5012\">Konsep rangkaian seri dapat ditemukan pada berbagai peralatan sederhana yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa <strong data-start=\"4978\" data-end=\"5011\">contoh rangkaian listrik seri<\/strong>.<\/p>\n<ul data-start=\"5014\" data-end=\"5170\">\n<li data-section-id=\"1w2btns\" data-start=\"5014\" data-end=\"5023\">senter;<\/li>\n<li data-section-id=\"1a54r0m\" data-start=\"5024\" data-end=\"5047\">lampu hias sederhana;<\/li>\n<li data-section-id=\"15d67oz\" data-start=\"5048\" data-end=\"5094\">rangkaian percobaan di laboratorium sekolah;<\/li>\n<li data-section-id=\"27xez0\" data-start=\"5095\" data-end=\"5130\">beberapa jenis mainan elektronik;<\/li>\n<li data-section-id=\"1lwixk2\" data-start=\"5131\" data-end=\"5170\">susunan baterai pada remote tertentu.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"5172\" data-end=\"5293\">Pada perangkat-perangkat tersebut, komponen listrik dihubungkan secara berurutan sehingga arus hanya memiliki satu jalur.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1ju48iy\" data-start=\"5295\" data-end=\"5342\">Perbedaan Rangkaian Listrik Seri dan Paralel<\/h2>\n<p data-start=\"5344\" data-end=\"5554\">Salah satu materi yang sering dipelajari bersamaan adalah <strong data-start=\"5402\" data-end=\"5440\">rangkaian listrik seri dan paralel<\/strong>. Meskipun sama-sama digunakan untuk menghubungkan komponen listrik, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.<\/p>\n<div class=\"TyagGW_tableContainer\">\n<div class=\"group TyagGW_tableWrapper flex flex-col-reverse w-fit\" tabindex=\"-1\">\n<table class=\"w-fit min-w-(--thread-content-width)\" data-start=\"5556\" data-end=\"5988\">\n<thead data-start=\"5556\" data-end=\"5602\">\n<tr data-start=\"5556\" data-end=\"5602\">\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"5556\" data-end=\"5564\" data-col-size=\"sm\">Aspek<\/th>\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"5564\" data-end=\"5581\" data-col-size=\"sm\">Rangkaian Seri<\/th>\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"5581\" data-end=\"5602\" data-col-size=\"sm\">Rangkaian Paralel<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody data-start=\"5650\" data-end=\"5988\">\n<tr data-start=\"5650\" data-end=\"5701\">\n<td data-start=\"5650\" data-end=\"5663\" data-col-size=\"sm\">Jalur arus<\/td>\n<td data-start=\"5663\" data-end=\"5676\" data-col-size=\"sm\">Satu jalur<\/td>\n<td data-start=\"5676\" data-end=\"5701\" data-col-size=\"sm\">Lebih dari satu jalur<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"5702\" data-end=\"5772\">\n<td data-start=\"5702\" data-end=\"5717\" data-col-size=\"sm\">Arus listrik<\/td>\n<td data-start=\"5717\" data-end=\"5744\" data-col-size=\"sm\">Sama pada semua komponen<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"5744\" data-end=\"5772\">Terbagi ke setiap cabang<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"5773\" data-end=\"5842\">\n<td data-start=\"5773\" data-end=\"5784\" data-col-size=\"sm\">Tegangan<\/td>\n<td data-start=\"5784\" data-end=\"5815\" data-col-size=\"sm\">Terbagi pada setiap komponen<\/td>\n<td data-start=\"5815\" data-end=\"5842\" data-col-size=\"sm\">Sama pada setiap cabang<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"5843\" data-end=\"5915\">\n<td data-start=\"5843\" data-end=\"5867\" data-col-size=\"sm\">Jika satu lampu rusak<\/td>\n<td data-start=\"5867\" data-end=\"5887\" data-col-size=\"sm\">Semua lampu padam<\/td>\n<td data-start=\"5887\" data-end=\"5915\" data-col-size=\"sm\">Lampu lain tetap menyala<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"5916\" data-end=\"5988\">\n<td data-start=\"5916\" data-end=\"5933\" data-col-size=\"sm\">Hambatan total<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"5933\" data-end=\"5945\">Bertambah<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"5945\" data-end=\"5988\">Lebih kecil dibanding hambatan terkecil<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<\/div>\n<p data-start=\"5990\" data-end=\"6179\">Melalui tabel tersebut, Sahabat Rumah Pintar dapat memahami <strong data-start=\"6050\" data-end=\"6102\">apa perbedaan rangkaian listrik seri dan paralel<\/strong> dengan lebih mudah karena setiap karakteristik dibandingkan secara langsung.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1cbfszt\" data-start=\"6181\" data-end=\"6231\">Kelebihan dan Kekurangan Rangkaian Listrik Seri<\/h2>\n<h3 data-section-id=\"kz6aq5\" data-start=\"6233\" data-end=\"6246\">Kelebihan<\/h3>\n<p data-start=\"6248\" data-end=\"6479\">Rangkaian seri memiliki susunan yang sederhana sehingga mudah dibuat dan tidak membutuhkan banyak kabel. Selain itu, proses pemasangan maupun perawatannya relatif lebih mudah dibandingkan rangkaian yang memiliki banyak percabangan.<\/p>\n<p data-start=\"6481\" data-end=\"6621\">Karena konstruksinya sederhana, rangkaian ini sering digunakan sebagai media praktikum di sekolah untuk memperkenalkan konsep dasar listrik.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"ouwjcz\" data-start=\"6623\" data-end=\"6637\">Kekurangan<\/h3>\n<p data-start=\"6639\" data-end=\"6874\">Rangkaian seri memiliki kelemahan utama, yaitu seluruh rangkaian akan berhenti bekerja apabila salah satu komponen rusak. Selain itu, lampu yang dipasang secara seri biasanya menyala lebih redup karena tegangan terbagi ke setiap lampu.<\/p>\n<p data-start=\"6876\" data-end=\"7022\">Oleh sebab itu, rangkaian seri kurang cocok digunakan pada instalasi listrik rumah yang membutuhkan setiap peralatan dapat bekerja secara mandiri.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1b8ehos\" data-start=\"7024\" data-end=\"7061\">Contoh Soal Rangkaian Listrik Seri<\/h2>\n<h3 data-section-id=\"elrr4n\" data-start=\"7063\" data-end=\"7080\">Contoh Soal 1<\/h3>\n<p data-start=\"7082\" data-end=\"7192\">Tiga hambatan masing-masing sebesar 2 \u03a9, 5 \u03a9, dan 8 \u03a9 disusun secara seri. Berapakah hambatan total rangkaian?<\/p>\n<p data-start=\"7194\" data-end=\"7208\"><strong data-start=\"7194\" data-end=\"7208\">Diketahui:<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"7210\" data-end=\"7242\">\n<li data-section-id=\"1kbjcu5\" data-start=\"7210\" data-end=\"7220\">R\u2081 = 2 \u03a9<\/li>\n<li data-section-id=\"lxhv3t\" data-start=\"7221\" data-end=\"7231\">R\u2082 = 5 \u03a9<\/li>\n<li data-section-id=\"dlqaph\" data-start=\"7232\" data-end=\"7242\">R\u2083 = 8 \u03a9<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"7244\" data-end=\"7261\"><strong data-start=\"7244\" data-end=\"7261\">Penyelesaian:<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"7263\" data-end=\"7284\">Rtotal = R\u2081 + R\u2082 + R\u2083<\/p>\n<p data-start=\"7286\" data-end=\"7304\">Rtotal = 2 + 5 + 8<\/p>\n<p data-start=\"7306\" data-end=\"7319\">Rtotal = 15 \u03a9<\/p>\n<p data-start=\"7321\" data-end=\"7368\">Jadi, hambatan total rangkaian adalah <strong data-start=\"7359\" data-end=\"7367\">15 \u03a9<\/strong>.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"elrr4k\" data-start=\"7370\" data-end=\"7387\">Contoh Soal 2<\/h3>\n<p data-start=\"7389\" data-end=\"7482\">Sebuah rangkaian seri memiliki tiga lampu. Apa yang terjadi apabila salah satu lampu dilepas?<\/p>\n<p data-start=\"7484\" data-end=\"7501\"><strong data-start=\"7484\" data-end=\"7501\">Penyelesaian:<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"7503\" data-end=\"7609\">Karena rangkaian hanya memiliki satu jalur arus listrik, pelepasan satu lampu akan memutus aliran listrik.<\/p>\n<p data-start=\"7611\" data-end=\"7657\">Jadi, seluruh lampu pada rangkaian akan padam.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"vbue9j\" data-start=\"7659\" data-end=\"7716\">Mengapa Instalasi Rumah Menggunakan Rangkaian Paralel?<\/h2>\n<p data-start=\"7718\" data-end=\"8025\">Meskipun <strong data-start=\"7727\" data-end=\"7765\">rangkaian listrik seri dan paralel<\/strong> sama-sama dapat digunakan untuk menghubungkan komponen listrik, instalasi listrik rumah umumnya menggunakan rangkaian paralel. Hal ini bertujuan agar setiap lampu atau peralatan elektronik tetap dapat bekerja meskipun salah satu perangkat mengalami kerusakan.<\/p>\n<p data-start=\"8027\" data-end=\"8222\">Sebaliknya, apabila instalasi rumah menggunakan rangkaian seri, seluruh lampu akan padam ketika satu lampu putus. Kondisi tersebut tentu kurang praktis dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"42p2kz\" data-start=\"8224\" data-end=\"8270\">Tips Mudah Mengingat Rangkaian Listrik Seri<\/h2>\n<p data-start=\"8272\" data-end=\"8377\">Agar tidak tertukar dengan rangkaian paralel, Sahabat Rumah Pintar dapat mengingat beberapa ciri berikut.<\/p>\n<ul data-start=\"8379\" data-end=\"8624\">\n<li data-section-id=\"16mq1ia\" data-start=\"8379\" data-end=\"8429\">Rangkaian seri memiliki satu jalur arus listrik.<\/li>\n<li data-section-id=\"11b8h3h\" data-start=\"8430\" data-end=\"8490\">Hambatan total merupakan hasil penjumlahan semua hambatan.<\/li>\n<li data-section-id=\"15iv7oi\" data-start=\"8491\" data-end=\"8532\">Arus listrik sama pada setiap komponen.<\/li>\n<li data-section-id=\"1h1hvtw\" data-start=\"8533\" data-end=\"8573\">Tegangan terbagi pada setiap komponen.<\/li>\n<li data-section-id=\"8n08nx\" data-start=\"8574\" data-end=\"8624\">Jika satu lampu putus, seluruh lampu ikut padam.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"8626\" data-end=\"8802\">Dengan memahami karakteristik tersebut, Sahabat Rumah Pintar akan lebih mudah membedakan rangkaian seri dan paralel saat mengerjakan soal maupun melakukan praktikum di sekolah.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1806px6\" data-start=\"8804\" data-end=\"8817\">Kesimpulan<\/h2>\n<p data-start=\"8819\" data-end=\"9492\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\"><strong data-start=\"8819\" data-end=\"8845\">Rangkaian listrik seri<\/strong> adalah rangkaian yang menyusun seluruh komponen secara berurutan dalam satu jalur tanpa percabangan. Pada rangkaian ini, arus listrik yang mengalir pada setiap komponen memiliki besar yang sama, sedangkan tegangan terbagi sesuai hambatan masing-masing komponen. Melalui <strong data-start=\"9116\" data-end=\"9148\">rumus rangkaian listrik seri<\/strong>, Sahabat Rumah Pintar dapat menghitung hambatan total maupun memahami hubungan antara arus, tegangan, dan hambatan. Dengan mengetahui <strong data-start=\"9283\" data-end=\"9331\">perbedaan rangkaian listrik seri dan paralel<\/strong>, serta memahami berbagai <strong data-start=\"9357\" data-end=\"9390\">contoh rangkaian listrik seri<\/strong>, konsep listrik dinamis akan menjadi lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Blog Rumah Pintar\u00a0\u2013\u00a0Saat Sahabat Rumah Pintar menyalakan senter, lampu hias sederhana, atau mainan yang menggunakan beberapa baterai, di dalamnya terdapat susunan komponen listrik yang saling terhubung. Cara penyusunan komponen tersebut menentukan bagaimana arus listrik mengalir dan bagaimana peralatan dapat bekerja. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2635,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"default","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[256,293,36],"tags":[319],"class_list":["post-2613","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fisika","category-fisika-kelas-9","category-konsep-dan-pelajaran","tag-fisika-smp-kelas-9"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2613","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2613"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2613\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2636,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2613\/revisions\/2636"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2635"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2613"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2613"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2613"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}