{"id":2611,"date":"2026-06-27T11:04:39","date_gmt":"2026-06-27T11:04:39","guid":{"rendered":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/?p=2611"},"modified":"2026-07-20T05:34:31","modified_gmt":"2026-07-20T05:34:31","slug":"pengertian-potensial-listrik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/pengertian-potensial-listrik\/","title":{"rendered":"Pengertian Potensial Listrik: Rumus, Energi Potensial Listrik, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"319\" data-end=\"839\"><strong data-start=\"259\" data-end=\"278\"><b><a href=\"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\">Blog Rumah Pintar<\/a><\/b>\u00a0\u2013\u00a0<\/strong>Saat Sahabat Rumah Pintar mengisi daya ponsel, menyalakan lampu, atau menggunakan kipas angin, energi listrik dapat mengalir karena adanya perbedaan potensial pada rangkaian listrik.<\/p>\n<p data-start=\"319\" data-end=\"839\">Tanpa adanya potensial listrik, muatan listrik tidak akan memiliki kecenderungan untuk bergerak sehingga arus listrik tidak dapat mengalir.<\/p>\n<p data-start=\"319\" data-end=\"839\">Oleh karena itu, memahami pengertian potensial listrik menjadi salah satu materi penting dalam Fisika SMP Kelas 9 karena menjadi dasar sebelum mempelajari rangkaian listrik yang lebih kompleks.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1xtg5va\" data-start=\"841\" data-end=\"877\">Apa Pengertian Potensial Listrik?<\/h2>\n<p data-start=\"879\" data-end=\"1164\">Mengutip studi literatur Jang (2023) di <a href=\"https:\/\/www.mdpi.com\/2227-7390\/11\/7\/1668\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jurnal MDPI<\/a>, pengertian potensial listrik adalah besarnya energi potensial listrik yang dimiliki setiap satuan muatan listrik pada suatu titik di dalam medan listrik. Sederhananya, potensial listrik menunjukkan seberapa besar kemampuan suatu titik untuk melakukan usaha terhadap muatan listrik. Semakin besar nilai potensial listrik pada suatu titik, semakin besar pula energi yang dimiliki muatan di titik tersebut.<\/p>\n<p data-start=\"1504\" data-end=\"1737\">Dalam fisika, potensial listrik termasuk besaran skalar yang menyatakan energi potensial listrik untuk setiap satuan muatan. Berbeda dengan gaya listrik yang berupa besaran vektor, potensial listrik hanya memiliki nilai tanpa arah.<\/p>\n<p data-start=\"1739\" data-end=\"2054\">Konsep ini dapat dianalogikan seperti air di dalam tangki yang berada di tempat tinggi. Air memiliki energi untuk mengalir menuju tempat yang lebih rendah. Demikian pula muatan listrik yang cenderung bergerak dari daerah berpotensial tinggi menuju daerah berpotensial lebih rendah apabila terdapat jalur penghantar.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1mnn0wg\" data-start=\"2056\" data-end=\"2097\">Bagaimana Potensial Listrik Terbentuk?<\/h2>\n<p data-start=\"2099\" data-end=\"2309\">Potensial listrik terbentuk karena adanya benda yang memiliki muatan listrik. Muatan tersebut menghasilkan medan listrik yang menyebabkan setiap titik di sekitarnya memiliki nilai energi potensial yang berbeda.<\/p>\n<p data-start=\"2311\" data-end=\"2555\">Semakin dekat suatu titik dengan muatan sumber, nilai potensial listrik pada titik tersebut umumnya semakin besar. Sebaliknya, ketika jarak semakin jauh, potensial listrik akan semakin kecil karena pengaruh medan listrik juga semakin berkurang.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"xs7irw\" data-start=\"2557\" data-end=\"2583\">Rumus Potensial Listrik<\/h2>\n<p data-start=\"2585\" data-end=\"2653\">Besarnya potensial listrik dapat dihitung menggunakan rumus berikut.<\/p>\n<p data-start=\"2655\" data-end=\"2668\"><strong data-start=\"2655\" data-end=\"2668\">V = W \u00f7 q<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"2670\" data-end=\"2681\">Keterangan:<\/p>\n<ul data-start=\"2683\" data-end=\"2794\">\n<li data-section-id=\"1w2roqn\" data-start=\"2683\" data-end=\"2719\"><strong data-start=\"2685\" data-end=\"2690\">V<\/strong> = potensial listrik (Volt\/V)<\/li>\n<li data-section-id=\"i8u9tu\" data-start=\"2720\" data-end=\"2757\"><strong data-start=\"2722\" data-end=\"2727\">W<\/strong> = usaha atau energi (Joule\/J)<\/li>\n<li data-section-id=\"wvja30\" data-start=\"2758\" data-end=\"2794\"><strong data-start=\"2760\" data-end=\"2765\">q<\/strong> = muatan listrik (Coulomb\/C)<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2796\" data-end=\"2901\">Apabila diketahui besar muatan sumber dan jaraknya, <strong data-start=\"2848\" data-end=\"2875\">rumus potensial listrik<\/strong> dapat dituliskan menjadi:<\/p>\n<p data-start=\"2903\" data-end=\"2920\"><strong data-start=\"2903\" data-end=\"2920\">V = k \u00d7 Q \u00f7 r<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"2922\" data-end=\"2933\">Keterangan:<\/p>\n<ul data-start=\"2935\" data-end=\"3091\">\n<li data-section-id=\"1s1rjnq\" data-start=\"2935\" data-end=\"2969\"><strong data-start=\"2937\" data-end=\"2942\">V<\/strong> = potensial listrik (Volt)<\/li>\n<li data-section-id=\"18d30sk\" data-start=\"2970\" data-end=\"3014\"><strong data-start=\"2972\" data-end=\"2977\">k<\/strong> = konstanta Coulomb (9 \u00d7 10\u2079 Nm\u00b2\/C\u00b2)<\/li>\n<li data-section-id=\"xehx2k\" data-start=\"3015\" data-end=\"3048\"><strong data-start=\"3017\" data-end=\"3022\">Q<\/strong> = muatan sumber (Coulomb)<\/li>\n<li data-section-id=\"1kxnrdo\" data-start=\"3049\" data-end=\"3091\"><strong data-start=\"3051\" data-end=\"3056\">r<\/strong> = jarak dari muatan sumber (meter)<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3093\" data-end=\"3241\">Melalui rumus tersebut dapat diketahui bahwa potensial listrik akan semakin besar apabila muatan sumber bertambah besar atau jaraknya semakin dekat.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"155yl9u\" data-start=\"3243\" data-end=\"3270\">Energi Potensial Listrik<\/h2>\n<p data-start=\"3272\" data-end=\"3505\"><strong data-start=\"3272\" data-end=\"3307\">Energi potensial listrik adalah<\/strong> energi yang dimiliki suatu muatan karena berada pada posisi tertentu di dalam medan listrik. Energi ini dapat berubah menjadi bentuk energi lain ketika muatan bergerak akibat adanya beda potensial.<\/p>\n<p data-start=\"3507\" data-end=\"3680\">Hubungan antara energi potensial listrik dan potensial listrik sangat erat karena potensial listrik sebenarnya merupakan energi potensial listrik untuk setiap satuan muatan.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"mfvxj1\" data-start=\"3682\" data-end=\"3716\">Rumus Energi Potensial Listrik<\/h3>\n<p data-start=\"3718\" data-end=\"3797\">Besarnya energi potensial listrik dapat dihitung menggunakan persamaan berikut.<\/p>\n<p data-start=\"3799\" data-end=\"3813\"><strong data-start=\"3799\" data-end=\"3813\">Ep = q \u00d7 V<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"3815\" data-end=\"3826\">Keterangan:<\/p>\n<ul data-start=\"3828\" data-end=\"3941\">\n<li data-section-id=\"ar2f4f\" data-start=\"3828\" data-end=\"3871\"><strong data-start=\"3830\" data-end=\"3836\">Ep<\/strong> = energi potensial listrik (Joule)<\/li>\n<li data-section-id=\"1id2tkw\" data-start=\"3872\" data-end=\"3906\"><strong data-start=\"3874\" data-end=\"3879\">q<\/strong> = muatan listrik (Coulomb)<\/li>\n<li data-section-id=\"1s1rjnq\" data-start=\"3907\" data-end=\"3941\"><strong data-start=\"3909\" data-end=\"3914\">V<\/strong> = potensial listrik (Volt)<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3943\" data-end=\"4066\">Semakin besar nilai muatan maupun potensial listrik, semakin besar pula energi potensial listrik yang dimiliki suatu benda.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"iomma\" data-start=\"4068\" data-end=\"4093\">Beda Potensial Listrik<\/h2>\n<p data-start=\"4095\" data-end=\"4302\"><strong data-start=\"4095\" data-end=\"4121\">Beda potensial listrik<\/strong> merupakan selisih nilai potensial listrik antara dua titik. Perbedaan inilah yang menyebabkan muatan listrik dapat bergerak sehingga menghasilkan arus listrik pada suatu rangkaian.<\/p>\n<p data-start=\"4304\" data-end=\"4405\">Tanpa adanya beda potensial, tidak akan ada aliran muatan listrik meskipun rangkaian telah terhubung.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"k57ojx\" data-start=\"4407\" data-end=\"4439\">Rumus Beda Potensial Listrik<\/h3>\n<p data-start=\"4441\" data-end=\"4481\"><strong data-start=\"4441\" data-end=\"4473\">Rumus beda potensial listrik<\/strong> adalah:<\/p>\n<p data-start=\"4483\" data-end=\"4496\"><strong data-start=\"4483\" data-end=\"4496\">V = W \u00f7 q<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"4498\" data-end=\"4663\">Persamaan ini menunjukkan bahwa beda potensial diperoleh dari besarnya usaha yang dilakukan untuk memindahkan satuan muatan listrik dari satu titik ke titik lainnya.<\/p>\n<p data-start=\"4665\" data-end=\"4792\">Dalam kehidupan sehari-hari, sumber beda potensial listrik dapat berasal dari baterai, aki, adaptor, maupun pembangkit listrik.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"noqaos\" data-start=\"4794\" data-end=\"4821\">Satuan Potensial Listrik<\/h2>\n<p data-start=\"4823\" data-end=\"5028\">Dalam Sistem Internasional (SI), <strong data-start=\"4856\" data-end=\"4884\">satuan potensial listrik<\/strong> adalah <strong data-start=\"4892\" data-end=\"4904\">Volt (V)<\/strong>. Satu volt menyatakan beda potensial yang diperlukan agar muatan sebesar satu coulomb memperoleh energi sebesar satu joule.<\/p>\n<p data-start=\"5030\" data-end=\"5109\">Karena itulah hubungan antara satuan tersebut dapat dituliskan sebagai berikut.<\/p>\n<p data-start=\"5111\" data-end=\"5139\"><strong data-start=\"5111\" data-end=\"5139\">1 Volt = 1 Joule\/Coulomb<\/strong><\/p>\n<h2 data-section-id=\"19lx7kq\" data-start=\"5141\" data-end=\"5185\">Faktor yang Memengaruhi Potensial Listrik<\/h2>\n<h3 data-section-id=\"1pv8pi5\" data-start=\"5187\" data-end=\"5210\">Besar Muatan Sumber<\/h3>\n<p data-start=\"5212\" data-end=\"5415\">Muatan sumber menjadi faktor utama yang menentukan besar kecilnya potensial listrik. Semakin besar muatan suatu benda, semakin besar pula nilai potensial listrik yang dihasilkan pada titik di sekitarnya.<\/p>\n<p data-start=\"5417\" data-end=\"5510\">Akibatnya, energi yang dimiliki oleh muatan lain di daerah tersebut juga menjadi lebih besar.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"bp6afd\" data-start=\"5512\" data-end=\"5533\">Jarak dari Muatan<\/h3>\n<p data-start=\"5535\" data-end=\"5705\">Jarak antara titik pengamatan dan muatan sumber memengaruhi nilai potensial listrik. Semakin dekat suatu titik terhadap muatan sumber, semakin besar potensial listriknya.<\/p>\n<p data-start=\"5707\" data-end=\"5792\">Sebaliknya, ketika jaraknya semakin jauh, nilai potensial listrik akan semakin kecil.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"kyjdb4\" data-start=\"5794\" data-end=\"5810\">Jenis Medium<\/h3>\n<p data-start=\"5812\" data-end=\"6003\">Medium tempat muatan berada juga memengaruhi besar potensial listrik. Pada ruang hampa, nilai potensial listrik berbeda dibandingkan pada medium lain yang memiliki sifat kelistrikan tertentu.<\/p>\n<p data-start=\"6005\" data-end=\"6132\">Dalam pembelajaran SMP, medium biasanya dianggap berupa udara atau ruang hampa agar proses perhitungan menjadi lebih sederhana.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1f6d8ao\" data-start=\"6134\" data-end=\"6166\">Contoh Soal Potensial Listrik<\/h2>\n<h3 data-section-id=\"elrr4n\" data-start=\"6168\" data-end=\"6185\">Contoh Soal 1<\/h3>\n<p data-start=\"6187\" data-end=\"6283\">Sebuah muatan listrik sebesar 2 C memperoleh usaha sebesar 20 J. Berapakah potensial listriknya?<\/p>\n<p data-start=\"6285\" data-end=\"6299\"><strong data-start=\"6285\" data-end=\"6299\">Diketahui:<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"6301\" data-end=\"6321\">\n<li data-section-id=\"hci52i\" data-start=\"6301\" data-end=\"6311\">W = 20 J<\/li>\n<li data-section-id=\"1eg4awl\" data-start=\"6312\" data-end=\"6321\">q = 2 C<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"6323\" data-end=\"6340\"><strong data-start=\"6323\" data-end=\"6340\">Penyelesaian:<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"6342\" data-end=\"6351\">V = W \u00f7 q<\/p>\n<p data-start=\"6353\" data-end=\"6363\">V = 20 \u00f7 2<\/p>\n<p data-start=\"6365\" data-end=\"6376\">V = 10 Volt<\/p>\n<p data-start=\"6378\" data-end=\"6430\">Jadi, besar potensial listriknya adalah <strong data-start=\"6418\" data-end=\"6429\">10 volt<\/strong>.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"elrr4k\" data-start=\"6432\" data-end=\"6449\">Contoh Soal 2<\/h3>\n<p data-start=\"6451\" data-end=\"6602\">Sebuah benda memiliki muatan sebesar 5 C dan berada pada titik yang memiliki potensial listrik 12 V. Berapakah energi potensial listrik benda tersebut?<\/p>\n<p data-start=\"6604\" data-end=\"6618\"><strong data-start=\"6604\" data-end=\"6618\">Diketahui:<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"6620\" data-end=\"6640\">\n<li data-section-id=\"1eg452q\" data-start=\"6620\" data-end=\"6629\">q = 5 C<\/li>\n<li data-section-id=\"80mpkm\" data-start=\"6630\" data-end=\"6640\">V = 12 V<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"6642\" data-end=\"6659\"><strong data-start=\"6642\" data-end=\"6659\">Penyelesaian:<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"6661\" data-end=\"6671\">Ep = q \u00d7 V<\/p>\n<p data-start=\"6673\" data-end=\"6684\">Ep = 5 \u00d7 12<\/p>\n<p data-start=\"6686\" data-end=\"6699\">Ep = 60 Joule<\/p>\n<p data-start=\"6701\" data-end=\"6771\">Jadi, <strong data-start=\"6707\" data-end=\"6735\">energi potensial listrik<\/strong> benda tersebut adalah <strong data-start=\"6758\" data-end=\"6770\">60 joule<\/strong>.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"9xc9ny\" data-start=\"6773\" data-end=\"6828\">Contoh Potensial Listrik dalam Kehidupan Sehari-hari<\/h2>\n<p data-start=\"6830\" data-end=\"6961\">Konsep potensial listrik dapat ditemukan pada berbagai perangkat elektronik yang digunakan setiap hari. Berikut beberapa contohnya.<\/p>\n<ul data-start=\"6963\" data-end=\"7170\">\n<li data-section-id=\"yt2k5q\" data-start=\"6963\" data-end=\"6990\">baterai pada jam dinding;<\/li>\n<li data-section-id=\"bfxs0y\" data-start=\"6991\" data-end=\"7017\">baterai remote televisi;<\/li>\n<li data-section-id=\"10jk9o7\" data-start=\"7018\" data-end=\"7043\">aki kendaraan bermotor;<\/li>\n<li data-section-id=\"1nt4nl2\" data-start=\"7044\" data-end=\"7070\">charger telepon seluler;<\/li>\n<li data-section-id=\"ilut5k\" data-start=\"7071\" data-end=\"7088\">adaptor laptop;<\/li>\n<li data-section-id=\"12dddsi\" data-start=\"7089\" data-end=\"7109\">generator listrik;<\/li>\n<li data-section-id=\"9rm6zl\" data-start=\"7110\" data-end=\"7170\">pembangkit listrik yang menyalurkan energi ke rumah-rumah.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"7172\" data-end=\"7332\">Semua perangkat tersebut menghasilkan beda potensial yang memungkinkan arus listrik mengalir sehingga berbagai peralatan elektronik dapat berfungsi dengan baik.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"11fklv4\" data-start=\"7334\" data-end=\"7382\">Perbedaan Potensial Listrik dan Medan Listrik<\/h2>\n<p data-start=\"7384\" data-end=\"7482\">Meskipun saling berkaitan, potensial listrik dan medan listrik merupakan dua besaran yang berbeda.<\/p>\n<div class=\"TyagGW_tableContainer\">\n<div class=\"group TyagGW_tableWrapper flex flex-col-reverse w-fit\" tabindex=\"-1\">\n<table class=\"w-fit min-w-(--thread-content-width)\" data-start=\"7484\" data-end=\"7719\">\n<thead data-start=\"7484\" data-end=\"7517\">\n<tr data-start=\"7484\" data-end=\"7517\">\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"7484\" data-end=\"7494\" data-col-size=\"sm\">Besaran<\/th>\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"7494\" data-end=\"7507\" data-col-size=\"md\">Pengertian<\/th>\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"7507\" data-end=\"7517\" data-col-size=\"sm\">Satuan<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody data-start=\"7553\" data-end=\"7719\">\n<tr data-start=\"7553\" data-end=\"7633\">\n<td data-start=\"7553\" data-end=\"7573\" data-col-size=\"sm\">Potensial Listrik<\/td>\n<td data-start=\"7573\" data-end=\"7621\" data-col-size=\"md\">Energi potensial listrik setiap satuan muatan<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"7621\" data-end=\"7633\">Volt (V)<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"7634\" data-end=\"7719\">\n<td data-start=\"7634\" data-end=\"7650\" data-col-size=\"sm\">Medan Listrik<\/td>\n<td data-start=\"7650\" data-end=\"7695\" data-col-size=\"md\">Daerah yang masih dipengaruhi gaya listrik<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"7695\" data-end=\"7719\">Newton\/Coulomb (N\/C)<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<\/div>\n<p data-start=\"7721\" data-end=\"7914\">Melalui perbedaan tersebut, Sahabat Rumah Pintar dapat memahami bahwa medan listrik berkaitan dengan gaya listrik, sedangkan potensial listrik berkaitan dengan energi yang dimiliki oleh muatan.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1xegb77\" data-start=\"8457\" data-end=\"8505\">Tips Mudah Mengingat Konsep Potensial Listrik<\/h2>\n<p data-start=\"8507\" data-end=\"8604\">Agar lebih mudah memahami materi ini, Sahabat Rumah Pintar dapat mengingat beberapa poin berikut.<\/p>\n<ul data-start=\"8606\" data-end=\"8907\">\n<li data-section-id=\"bcjpy6\" data-start=\"8606\" data-end=\"8670\">Potensial listrik merupakan energi untuk setiap satuan muatan.<\/li>\n<li data-section-id=\"11yfq88\" data-start=\"8671\" data-end=\"8714\">Satuan potensial listrik adalah volt (V).<\/li>\n<li data-section-id=\"1rskdbn\" data-start=\"8715\" data-end=\"8778\">Semakin besar muatan sumber, semakin besar potensial listrik.<\/li>\n<li data-section-id=\"3kotn0\" data-start=\"8779\" data-end=\"8849\">Semakin dekat dengan muatan sumber, semakin besar potensial listrik.<\/li>\n<li data-section-id=\"atj18\" data-start=\"8850\" data-end=\"8907\">Beda potensial menyebabkan arus listrik dapat mengalir.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"8909\" data-end=\"9145\">Dengan memahami hubungan antara potensial listrik, energi potensial listrik, dan beda potensial listrik, Sahabat Rumah Pintar tidak hanya mampu menghafal rumus, tetapi juga memahami bagaimana listrik bekerja dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1806px6\" data-start=\"9147\" data-end=\"9160\">Kesimpulan<\/h2>\n<p data-start=\"9162\" data-end=\"9836\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\"><strong data-start=\"9162\" data-end=\"9194\">Pengertian potensial listrik<\/strong> adalah besarnya energi potensial listrik yang dimiliki setiap satuan muatan pada suatu titik di dalam medan listrik. Besarnya potensial listrik dapat dihitung menggunakan <strong data-start=\"9366\" data-end=\"9393\">rumus potensial listrik<\/strong>, sedangkan <strong data-start=\"9405\" data-end=\"9433\">energi potensial listrik<\/strong> dapat dihitung berdasarkan hubungan antara muatan dan potensial listrik.<\/p>\n<p data-start=\"9162\" data-end=\"9836\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Selain itu, <strong data-start=\"9519\" data-end=\"9545\">beda potensial listrik<\/strong> menjadi penyebab utama mengalirnya arus listrik pada suatu rangkaian. Dengan memahami <strong data-start=\"9632\" data-end=\"9664\">pengertian potensial listrik<\/strong>, Sahabat Rumah Pintar akan lebih mudah mempelajari materi kelistrikan sekaligus menyelesaikan berbagai <strong data-start=\"9768\" data-end=\"9801\">contoh soal potensial listrik<\/strong> pada pelajaran Fisika SMP Kelas 9.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Blog Rumah Pintar\u00a0\u2013\u00a0Saat Sahabat Rumah Pintar mengisi daya ponsel, menyalakan lampu, atau menggunakan kipas angin, energi listrik dapat mengalir karena adanya perbedaan potensial pada rangkaian listrik. Tanpa adanya potensial listrik, muatan listrik tidak akan memiliki kecenderungan untuk bergerak sehingga arus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2631,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"default","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[256,293,36],"tags":[319],"class_list":["post-2611","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fisika","category-fisika-kelas-9","category-konsep-dan-pelajaran","tag-fisika-smp-kelas-9"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2611","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2611"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2611\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2632,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2611\/revisions\/2632"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2631"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2611"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2611"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2611"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}