{"id":2571,"date":"2026-06-27T08:56:30","date_gmt":"2026-06-27T08:56:30","guid":{"rendered":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/?p=2571"},"modified":"2026-07-19T20:27:41","modified_gmt":"2026-07-19T20:27:41","slug":"rumus-bidang-miring","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/rumus-bidang-miring\/","title":{"rendered":"Rumus Bidang Miring: Pengertian, Cara Menghitung, Contoh Soal, dan Penerapannya"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"304\" data-end=\"749\"><strong data-start=\"259\" data-end=\"278\"><b><a href=\"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\">Blog Rumah Pintar<\/a><\/b>\u00a0\u2013\u00a0<\/strong>Saat melihat truk menaiki jalan yang dibuat menanjak atau pekerja mendorong barang ke bak mobil menggunakan papan, sahabat rumah pintar sebenarnya sedang melihat penerapan <strong data-start=\"476\" data-end=\"499\">rumus bidang miring<\/strong> dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p data-start=\"304\" data-end=\"749\">Meskipun lintasan yang ditempuh menjadi lebih panjang, gaya yang diperlukan justru lebih kecil sehingga pekerjaan terasa lebih ringan. Konsep inilah yang dipelajari dalam materi pesawat sederhana pada Fisika SMP Kelas 8.<\/p>\n<hr data-start=\"751\" data-end=\"754\" \/>\n<h2 data-section-id=\"1olnrgz\" data-start=\"756\" data-end=\"781\">Apa Itu Bidang Miring?<\/h2>\n<p data-start=\"783\" data-end=\"992\">Merujuk penjelasan Kenrick Vezina (2019) dalam jurnal Physics on Focus, <a href=\"https:\/\/www.ebsco.com\/research-starters\/physics\/simple-machines-inclined-plane\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bidang miring<\/a> adalah pesawat sederhana berupa permukaan datar yang dibuat miring sehingga dapat digunakan untuk memindahkan benda ke tempat yang lebih tinggi atau lebih rendah dengan gaya yang lebih kecil.<\/p>\n<p data-start=\"994\" data-end=\"1257\">Prinsip kerja bidang miring adalah menukar besar gaya dengan panjang lintasan. Semakin panjang bidang miring yang digunakan, semakin kecil gaya yang harus diberikan. Sebaliknya, jika bidang miring semakin pendek dan curam, gaya yang dibutuhkan akan semakin besar.<\/p>\n<p data-start=\"994\" data-end=\"1257\">Struktur seperti tanjakan ini mengubah dorongan horizontal menjadi gaya diagonal yang lebih efektif, sehingga memudahkan untuk memindahkan beban berat. Keuntungan mekanis bidang miring pun dihitung dengan perbandingan panjang bidang terhadap tingginya, memungkinkan pengguna untuk mengerahkan gaya yang lebih sedikit pada jarak yang lebih jauh.<\/p>\n<p data-start=\"1259\" data-end=\"1459\">Karena mampu mempermudah pekerjaan, bidang miring banyak dimanfaatkan dalam berbagai aktivitas, mulai dari memindahkan barang, membangun gedung, hingga membantu kendaraan melewati jalan yang menanjak.<\/p>\n<hr data-start=\"1461\" data-end=\"1464\" \/>\n<h2 data-section-id=\"11r1heg\" data-start=\"1466\" data-end=\"1488\">Rumus Bidang Miring<\/h2>\n<p data-start=\"1490\" data-end=\"1724\">Dalam materi Fisika SMP Kelas 8, terdapat beberapa rumus bidang miring yang perlu dipahami. Rumus-rumus tersebut digunakan untuk menghitung besar gaya, keuntungan mekanis, maupun hubungan antara panjang bidang miring dan tinggi benda.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"34snwc\" data-start=\"1726\" data-end=\"1765\">Rumus Gaya Kuasa pada Bidang Miring<\/h3>\n<p data-start=\"1767\" data-end=\"1884\">Apabila gesekan diabaikan, besar gaya yang diperlukan untuk mendorong benda dapat dihitung menggunakan rumus berikut.<\/p>\n<p data-start=\"1886\" data-end=\"1905\"><strong data-start=\"1886\" data-end=\"1905\">F = (W \u00d7 h) \u00f7 s<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"1907\" data-end=\"1918\">Keterangan:<\/p>\n<ul data-start=\"1920\" data-end=\"2041\">\n<li data-section-id=\"17f09lb\" data-start=\"1920\" data-end=\"1944\"><strong data-start=\"1922\" data-end=\"1927\">F<\/strong> = gaya kuasa (N)<\/li>\n<li data-section-id=\"5nbmu9\" data-start=\"1945\" data-end=\"1970\"><strong data-start=\"1947\" data-end=\"1952\">W<\/strong> = berat benda (N)<\/li>\n<li data-section-id=\"1h50rbu\" data-start=\"1971\" data-end=\"2005\"><strong data-start=\"1973\" data-end=\"1978\">h<\/strong> = tinggi bidang miring (m)<\/li>\n<li data-section-id=\"pi84hy\" data-start=\"2006\" data-end=\"2041\"><strong data-start=\"2008\" data-end=\"2013\">s<\/strong> = panjang bidang miring (m)<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2043\" data-end=\"2172\">Melalui rumus tersebut dapat diketahui bahwa gaya yang diperlukan akan semakin kecil apabila panjang bidang miring semakin besar.<\/p>\n<hr data-start=\"2174\" data-end=\"2177\" \/>\n<h3 data-section-id=\"1hnlxhb\" data-start=\"2179\" data-end=\"2221\">Rumus Keuntungan Mekanis Bidang Miring<\/h3>\n<p data-start=\"2223\" data-end=\"2331\">Keuntungan mekanis menunjukkan seberapa besar pesawat sederhana dapat memperkecil gaya yang harus diberikan.<\/p>\n<p data-start=\"2333\" data-end=\"2347\"><strong data-start=\"2333\" data-end=\"2347\">KM = W \u00f7 F<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"2349\" data-end=\"2470\">Selain menggunakan gaya dan berat benda, keuntungan mekanis juga dapat dihitung melalui panjang dan tinggi bidang miring.<\/p>\n<p data-start=\"2472\" data-end=\"2486\"><strong data-start=\"2472\" data-end=\"2486\">KM = s \u00f7 h<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"2488\" data-end=\"2499\">Keterangan:<\/p>\n<ul data-start=\"2501\" data-end=\"2593\">\n<li data-section-id=\"ha7q53\" data-start=\"2501\" data-end=\"2530\"><strong data-start=\"2503\" data-end=\"2509\">KM<\/strong> = keuntungan mekanis<\/li>\n<li data-section-id=\"1qanxd6\" data-start=\"2531\" data-end=\"2562\"><strong data-start=\"2533\" data-end=\"2538\">s<\/strong> = panjang bidang miring<\/li>\n<li data-section-id=\"1xbbn06\" data-start=\"2563\" data-end=\"2593\"><strong data-start=\"2565\" data-end=\"2570\">h<\/strong> = tinggi bidang miring<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2595\" data-end=\"2694\">Semakin besar nilai keuntungan mekanis, semakin ringan gaya yang diperlukan untuk mengangkat benda.<\/p>\n<hr data-start=\"2696\" data-end=\"2699\" \/>\n<h2 data-section-id=\"1n1pob5\" data-start=\"2701\" data-end=\"2756\">Penjelasan Setiap Komponen dalam Rumus Bidang Miring<\/h2>\n<h3 data-section-id=\"1nvec8i\" data-start=\"2758\" data-end=\"2776\">Gaya Kuasa (F)<\/h3>\n<p data-start=\"2778\" data-end=\"2961\">Gaya kuasa adalah gaya yang diberikan untuk mendorong atau menarik benda melalui bidang miring. Besarnya gaya dipengaruhi oleh berat benda, tinggi bidang miring, dan panjang lintasan.<\/p>\n<p data-start=\"2963\" data-end=\"3144\">Apabila panjang bidang miring diperbesar, gaya kuasa yang diperlukan menjadi lebih kecil. Sebaliknya, apabila bidang miring dibuat lebih pendek, gaya yang dibutuhkan akan meningkat.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"ov23z0\" data-start=\"3146\" data-end=\"3165\">Berat Benda (W)<\/h3>\n<p data-start=\"3167\" data-end=\"3309\">Berat benda merupakan gaya gravitasi yang bekerja pada suatu benda. Besarnya berat dipengaruhi oleh massa benda dan percepatan gravitasi bumi.<\/p>\n<p data-start=\"3311\" data-end=\"3425\">Semakin besar berat benda, semakin besar pula gaya yang diperlukan untuk memindahkannya menggunakan bidang miring.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"3uphhg\" data-start=\"3427\" data-end=\"3455\">Tinggi Bidang Miring (h)<\/h3>\n<p data-start=\"3457\" data-end=\"3547\">Tinggi bidang miring adalah selisih ketinggian antara titik awal dan titik akhir lintasan.<\/p>\n<p data-start=\"3549\" data-end=\"3720\">Semakin tinggi posisi yang ingin dicapai, semakin besar usaha yang diperlukan. Oleh karena itu, tinggi bidang miring menjadi salah satu komponen penting dalam perhitungan.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"2hoa6w\" data-start=\"3722\" data-end=\"3751\">Panjang Bidang Miring (s)<\/h3>\n<p data-start=\"3753\" data-end=\"3840\">Panjang bidang miring merupakan panjang lintasan yang dilalui benda ketika dipindahkan.<\/p>\n<p data-start=\"3842\" data-end=\"4020\">Semakin panjang lintasan tersebut, gaya yang dibutuhkan semakin kecil. Namun, jarak yang harus ditempuh menjadi lebih jauh sehingga waktu yang diperlukan juga biasanya bertambah.<\/p>\n<hr data-start=\"4022\" data-end=\"4025\" \/>\n<h2 data-section-id=\"1qi9zwx\" data-start=\"4027\" data-end=\"4066\">Cara Menggunakan Rumus Bidang Miring<\/h2>\n<p data-start=\"4068\" data-end=\"4192\">Menggunakan rumus bidang miring sebenarnya cukup mudah apabila sahabat rumah pintar mengetahui data yang tersedia pada soal.<\/p>\n<p data-start=\"4194\" data-end=\"4436\">Langkah pertama adalah menentukan berat benda, tinggi bidang miring, dan panjang lintasan. Setelah semua data diketahui, masukkan nilainya ke dalam rumus yang sesuai, kemudian lakukan perhitungan secara bertahap hingga memperoleh hasil akhir.<\/p>\n<p data-start=\"4438\" data-end=\"4554\">Cara ini akan membantu mengurangi kesalahan saat mengerjakan soal karena setiap komponen dihitung secara sistematis.<\/p>\n<hr data-start=\"4556\" data-end=\"4559\" \/>\n<h2 data-section-id=\"1qo06t4\" data-start=\"4561\" data-end=\"4595\">Contoh Soal Rumus Bidang Miring<\/h2>\n<h3 data-section-id=\"elrr4n\" data-start=\"4597\" data-end=\"4614\">Contoh Soal 1<\/h3>\n<p data-start=\"4616\" data-end=\"4798\">Sebuah benda memiliki berat <strong data-start=\"4644\" data-end=\"4653\">600 N<\/strong>. Benda tersebut akan dipindahkan melalui bidang miring yang memiliki panjang <strong data-start=\"4731\" data-end=\"4742\">6 meter<\/strong> dan tinggi <strong data-start=\"4754\" data-end=\"4765\">2 meter<\/strong>. Berapakah gaya yang diperlukan?<\/p>\n<p data-start=\"4800\" data-end=\"4814\"><strong data-start=\"4800\" data-end=\"4814\">Diketahui:<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"4816\" data-end=\"4847\">\n<li data-section-id=\"4ak9p6\" data-start=\"4816\" data-end=\"4827\">W = 600 N<\/li>\n<li data-section-id=\"m4tcbh\" data-start=\"4828\" data-end=\"4837\">s = 6 m<\/li>\n<li data-section-id=\"1k2d62q\" data-start=\"4838\" data-end=\"4847\">h = 2 m<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4849\" data-end=\"4866\"><strong data-start=\"4849\" data-end=\"4866\">Penyelesaian:<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"4868\" data-end=\"4883\">F = (W \u00d7 h) \u00f7 s<\/p>\n<p data-start=\"4885\" data-end=\"4902\">F = (600 \u00d7 2) \u00f7 6<\/p>\n<p data-start=\"4904\" data-end=\"4917\">F = 1.200 \u00f7 6<\/p>\n<p data-start=\"4919\" data-end=\"4932\"><strong data-start=\"4919\" data-end=\"4932\">F = 200 N<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"4934\" data-end=\"5014\">Jadi, gaya yang diperlukan untuk mendorong benda tersebut adalah <strong data-start=\"4999\" data-end=\"5013\">200 Newton<\/strong>.<\/p>\n<hr data-start=\"5016\" data-end=\"5019\" \/>\n<h3 data-section-id=\"elrr4k\" data-start=\"5021\" data-end=\"5038\">Contoh Soal 2<\/h3>\n<p data-start=\"5040\" data-end=\"5146\">Sebuah bidang miring memiliki panjang <strong data-start=\"5078\" data-end=\"5089\">8 meter<\/strong> dan tinggi <strong data-start=\"5101\" data-end=\"5112\">2 meter<\/strong>. Berapakah keuntungan mekanisnya?<\/p>\n<p data-start=\"5148\" data-end=\"5162\"><strong data-start=\"5148\" data-end=\"5162\">Diketahui:<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"5164\" data-end=\"5183\">\n<li data-section-id=\"m4to2b\" data-start=\"5164\" data-end=\"5173\">s = 8 m<\/li>\n<li data-section-id=\"1k2d62q\" data-start=\"5174\" data-end=\"5183\">h = 2 m<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"5185\" data-end=\"5202\"><strong data-start=\"5185\" data-end=\"5202\">Penyelesaian:<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"5204\" data-end=\"5214\">KM = s \u00f7 h<\/p>\n<p data-start=\"5216\" data-end=\"5226\">KM = 8 \u00f7 2<\/p>\n<p data-start=\"5228\" data-end=\"5238\"><strong data-start=\"5228\" data-end=\"5238\">KM = 4<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"5240\" data-end=\"5366\">Artinya, bidang miring tersebut mampu memperkecil gaya hingga <strong data-start=\"5302\" data-end=\"5316\">empat kali<\/strong> dibandingkan jika benda diangkat secara langsung.<\/p>\n<hr data-start=\"5368\" data-end=\"5371\" \/>\n<h2 data-section-id=\"10p3oft\" data-start=\"5373\" data-end=\"5427\">Penerapan Bidang Miring dalam Kehidupan Sehari-hari<\/h2>\n<p data-start=\"5429\" data-end=\"5720\">Konsep bidang miring sangat mudah ditemukan di sekitar kita. Salah satu contohnya adalah papan yang digunakan untuk menaikkan sepeda motor ke bak mobil. Dengan menggunakan papan tersebut, seseorang tidak perlu mengangkat motor secara langsung karena gaya yang diperlukan menjadi lebih kecil.<\/p>\n<p data-start=\"5722\" data-end=\"6008\">Contoh lainnya dapat dijumpai pada jalan berkelok di daerah pegunungan, jalur khusus kursi roda, tangga, perosotan, serta tanjakan menuju tempat parkir bertingkat. Semua contoh tersebut memanfaatkan prinsip bidang miring agar perpindahan benda atau manusia menjadi lebih mudah dan aman.<\/p>\n<hr data-start=\"6010\" data-end=\"6013\" \/>\n<h2 data-section-id=\"avyq0u\" data-start=\"6015\" data-end=\"6054\">Keuntungan Menggunakan Bidang Miring<\/h2>\n<h3 data-section-id=\"1ja6mrd\" data-start=\"6056\" data-end=\"6091\">Mengurangi Gaya yang Diperlukan<\/h3>\n<p data-start=\"6093\" data-end=\"6209\">Keuntungan utama bidang miring adalah memperkecil gaya yang harus diberikan untuk mengangkat atau memindahkan benda.<\/p>\n<p data-start=\"6211\" data-end=\"6345\">Meskipun lintasan menjadi lebih panjang, tenaga yang dikeluarkan menjadi lebih ringan sehingga pekerjaan terasa lebih mudah dilakukan.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"5pwbiu\" data-start=\"6347\" data-end=\"6386\">Mempermudah Memindahkan Benda Berat<\/h3>\n<p data-start=\"6388\" data-end=\"6496\">Bidang miring memungkinkan seseorang memindahkan benda yang berat tanpa harus mengangkatnya secara langsung.<\/p>\n<p data-start=\"6498\" data-end=\"6618\">Prinsip ini banyak dimanfaatkan dalam kegiatan industri, pergudangan, konstruksi, hingga aktivitas sehari-hari di rumah.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"yxh9b9\" data-start=\"6620\" data-end=\"6652\">Membuat Pekerjaan Lebih Aman<\/h3>\n<p data-start=\"6654\" data-end=\"6766\">Menggunakan bidang miring juga dapat mengurangi risiko cedera karena beban tidak perlu diangkat secara vertikal.<\/p>\n<p data-start=\"6768\" data-end=\"6969\">Oleh sebab itu, berbagai fasilitas umum, seperti rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan gedung perkantoran, menyediakan jalur landai agar perpindahan barang maupun pengguna kursi roda menjadi lebih aman.<\/p>\n<hr data-start=\"6971\" data-end=\"6974\" \/>\n<h2 data-section-id=\"gqwtjb\" data-start=\"6976\" data-end=\"7019\">Tips Mudah Mengingat Rumus Bidang Miring<\/h2>\n<p data-start=\"7021\" data-end=\"7143\">Agar lebih mudah mengingat rumus bidang miring saat ujian, sahabat rumah pintar dapat memahami hubungan sederhana berikut.<\/p>\n<ul data-start=\"7145\" data-end=\"7429\">\n<li data-section-id=\"pixqdc\" data-start=\"7145\" data-end=\"7204\"><strong data-start=\"7147\" data-end=\"7204\">Gaya sebanding dengan berat dan tinggi bidang miring.<\/strong><\/li>\n<li data-section-id=\"bsbrr5\" data-start=\"7205\" data-end=\"7265\"><strong data-start=\"7207\" data-end=\"7265\">Gaya berbanding terbalik dengan panjang bidang miring.<\/strong><\/li>\n<li data-section-id=\"1hyvvhy\" data-start=\"7266\" data-end=\"7338\"><strong data-start=\"7268\" data-end=\"7338\">Semakin panjang bidang miring, semakin kecil gaya yang diperlukan.<\/strong><\/li>\n<li data-section-id=\"1xptnmn\" data-start=\"7339\" data-end=\"7429\"><strong data-start=\"7341\" data-end=\"7429\">Keuntungan mekanis diperoleh dari panjang bidang miring dibagi tinggi bidang miring.<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"7431\" data-end=\"7575\">Dengan memahami hubungan tersebut, sahabat rumah pintar tidak hanya menghafal rumus, tetapi juga memahami alasan mengapa rumus tersebut bekerja.<\/p>\n<hr data-start=\"7577\" data-end=\"7580\" \/>\n<h2 data-section-id=\"1806px6\" data-start=\"7582\" data-end=\"7595\">Kesimpulan<\/h2>\n<p data-start=\"7597\" data-end=\"8080\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Rumus bidang miring digunakan untuk menghitung besar gaya yang diperlukan dan keuntungan mekanis pada pesawat sederhana jenis bidang miring. Rumus gaya yang digunakan adalah F = (W \u00d7 h) \u00f7 s, sedangkan keuntungan mekanis dapat dihitung menggunakan KM = W \u00f7 F atau KM = s \u00f7 h.<\/p>\n<p data-start=\"7597\" data-end=\"8080\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Dengan memahami rumus bidang miring, sahabat rumah pintar akan lebih mudah menyelesaikan soal Fisika SMP Kelas 8 sekaligus memahami penerapan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Blog Rumah Pintar\u00a0\u2013\u00a0Saat melihat truk menaiki jalan yang dibuat menanjak atau pekerja mendorong barang ke bak mobil menggunakan papan, sahabat rumah pintar sebenarnya sedang melihat penerapan rumus bidang miring dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun lintasan yang ditempuh menjadi lebih panjang, gaya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2600,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"default","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[256,292,36],"tags":[315],"class_list":["post-2571","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fisika","category-fisika-kelas-8","category-konsep-dan-pelajaran","tag-fisika-smp-kelas-8"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2571","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2571"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2571\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2602,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2571\/revisions\/2602"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2600"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2571"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2571"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2571"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}