{"id":2564,"date":"2026-06-27T06:15:55","date_gmt":"2026-06-27T06:15:55","guid":{"rendered":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/?p=2564"},"modified":"2026-07-19T19:38:24","modified_gmt":"2026-07-19T19:38:24","slug":"perubahan-fisika-dan-kimia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/perubahan-fisika-dan-kimia\/","title":{"rendered":"Perubahan Fisika dan Kimia: Pengertian, Perbedaan, Ciri-Ciri, Contoh, dan Cara Membedakannya"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"274\" data-end=\"776\"><strong data-start=\"259\" data-end=\"278\"><b><a href=\"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\">Blog Rumah Pintar<\/a><\/b> \u2013\u00a0\u00a0<\/strong>Pernahkah sahabat rumah pintar melihat es batu mencair menjadi air atau kayu yang terbakar hingga menjadi abu? Kedua peristiwa tersebut sama-sama menunjukkan adanya perubahan pada suatu benda, tetapi jenis perubahannya berbeda.<\/p>\n<p data-start=\"274\" data-end=\"776\">Es yang mencair merupakan <strong data-start=\"528\" data-end=\"548\">perubahan fisika<\/strong>, sedangkan kayu yang terbakar termasuk <strong data-start=\"588\" data-end=\"607\">perubahan kimia<\/strong>. Oleh karena itu, memahami <strong data-start=\"635\" data-end=\"665\">perubahan fisika dan kimia<\/strong> sangat penting karena materi ini sering dipelajari dalam IPA dan menjadi dasar untuk memahami sifat-sifat zat.<\/p>\n<h2 data-start=\"783\" data-end=\"823\">Pengertian Perubahan Fisika dan Kimia<\/h2>\n<p data-start=\"825\" data-end=\"1080\">Perubahan fisika dan kimia merupakan dua jenis perubahan yang dapat terjadi pada suatu zat. Meskipun sama-sama menyebabkan benda mengalami perubahan, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, terutama berkaitan dengan terbentuk atau tidaknya zat baru.<\/p>\n<p data-start=\"1082\" data-end=\"1323\"><strong data-start=\"1082\" data-end=\"1102\">Perubahan fisika<\/strong> adalah perubahan yang hanya mengubah bentuk, ukuran, wujud, atau keadaan suatu benda tanpa menghasilkan zat baru. Pada perubahan ini, sifat dasar zat tetap sama sehingga umumnya masih dapat dikembalikan ke bentuk semula.<\/p>\n<p data-start=\"1325\" data-end=\"1574\">Sementara itu, <strong data-start=\"1340\" data-end=\"1359\">perubahan kimia<\/strong> adalah perubahan yang menghasilkan zat baru dengan sifat yang berbeda dari zat sebelumnya. Perubahan ini biasanya sulit atau bahkan tidak dapat dikembalikan seperti keadaan semula karena telah terjadi reaksi kimia.<\/p>\n<h2 data-start=\"1581\" data-end=\"1620\">Perbedaan Perubahan Fisika dan Kimia<\/h2>\n<h3 data-start=\"1622\" data-end=\"1658\">Terbentuk atau Tidaknya Zat Baru<\/h3>\n<p data-start=\"1660\" data-end=\"1897\">Perbedaan yang paling mudah dikenali antara perubahan fisika dan kimia adalah terbentuknya zat baru. Pada perubahan fisika, benda hanya mengalami perubahan penampilan tanpa menghasilkan zat lain sehingga komposisi penyusunnya tetap sama.<\/p>\n<p data-start=\"1899\" data-end=\"2102\">Sebaliknya, perubahan kimia selalu menghasilkan zat baru yang memiliki sifat berbeda dari zat asalnya. Setelah reaksi selesai, zat tersebut tidak lagi memiliki karakteristik yang sama seperti sebelumnya.<\/p>\n<h3 data-start=\"2104\" data-end=\"2145\">Sifat Zat Setelah Mengalami Perubahan<\/h3>\n<p data-start=\"2147\" data-end=\"2328\">Pada perubahan fisika, sifat kimia suatu zat tidak berubah meskipun bentuk atau wujudnya mengalami perubahan. Air yang membeku menjadi es tetap merupakan air dengan rumus kimia H\u2082O.<\/p>\n<p data-start=\"2330\" data-end=\"2529\">Berbeda dengan perubahan kimia, sifat zat akan berubah secara permanen. Misalnya, kayu yang dibakar berubah menjadi abu, asap, dan gas hasil pembakaran yang memiliki sifat berbeda dengan kayu semula.<\/p>\n<h3 data-start=\"2531\" data-end=\"2571\">Kemungkinan Kembali ke Bentuk Semula<\/h3>\n<p data-start=\"2573\" data-end=\"2727\">Sebagian besar perubahan fisika bersifat dapat dibalik atau <strong data-start=\"2633\" data-end=\"2647\">reversibel<\/strong>. Artinya, benda dapat kembali ke bentuk awal apabila kondisi tertentu dipenuhi.<\/p>\n<p data-start=\"2729\" data-end=\"2940\">Sebaliknya, sebagian besar perubahan kimia bersifat tidak dapat dibalik atau <strong data-start=\"2806\" data-end=\"2822\">irreversibel<\/strong>. Setelah zat baru terbentuk, proses tersebut umumnya tidak dapat dikembalikan menjadi zat asal dengan cara sederhana.<\/p>\n<hr data-start=\"2942\" data-end=\"2945\" \/>\n<h2 data-start=\"2947\" data-end=\"2976\">Ciri-Ciri Perubahan Fisika<\/h2>\n<h3 data-start=\"2978\" data-end=\"3009\">Tidak Menghasilkan Zat Baru<\/h3>\n<p data-start=\"3011\" data-end=\"3185\">Ciri utama perubahan fisika adalah tidak terbentuknya zat baru. Perubahan hanya terjadi pada bentuk, ukuran, atau wujud benda, sedangkan komposisi zat penyusunnya tetap sama.<\/p>\n<p data-start=\"3187\" data-end=\"3334\">Karena tidak menghasilkan zat baru, sifat kimia benda juga tidak mengalami perubahan. Inilah yang membedakan perubahan fisika dari perubahan kimia.<\/p>\n<h3 data-start=\"3336\" data-end=\"3372\">Hanya Mengubah Bentuk atau Wujud<\/h3>\n<p data-start=\"3374\" data-end=\"3578\">Perubahan fisika dapat berupa perubahan dari padat menjadi cair, cair menjadi gas, atau sebaliknya. Selain itu, perubahan bentuk, seperti memotong kayu atau merobek kertas, juga termasuk perubahan fisika.<\/p>\n<p data-start=\"3580\" data-end=\"3698\">Pada semua contoh tersebut, zat penyusunnya tetap sama sehingga tidak terjadi reaksi kimia yang menghasilkan zat baru.<\/p>\n<h3 data-start=\"3700\" data-end=\"3730\">Umumnya Dapat Dikembalikan<\/h3>\n<p data-start=\"3732\" data-end=\"3917\">Sebagian besar perubahan fisika dapat dikembalikan ke keadaan semula. Es yang mencair dapat dibekukan kembali menjadi es, sedangkan air yang menguap dapat mengembun kembali menjadi air.<\/p>\n<p data-start=\"3919\" data-end=\"4139\">Meskipun demikian, ada beberapa perubahan fisika yang sulit dikembalikan secara praktis, seperti kaca yang pecah. Walaupun demikian, perubahan tersebut tetap tergolong perubahan fisika karena tidak menghasilkan zat baru.<\/p>\n<hr data-start=\"4141\" data-end=\"4144\" \/>\n<h2 data-start=\"4146\" data-end=\"4174\">Ciri-Ciri Perubahan Kimia<\/h2>\n<h3 data-start=\"4176\" data-end=\"4201\">Menghasilkan Zat Baru<\/h3>\n<p data-start=\"4203\" data-end=\"4383\">Perubahan kimia selalu menghasilkan zat baru dengan sifat yang berbeda dari zat asalnya. Zat hasil reaksi dapat berupa padatan, cairan, maupun gas yang memiliki karakteristik baru.<\/p>\n<p data-start=\"4385\" data-end=\"4513\">Karena terbentuk zat baru, perubahan kimia tidak hanya mengubah bentuk benda, tetapi juga mengubah susunan partikel penyusunnya.<\/p>\n<h3 data-start=\"4515\" data-end=\"4554\">Sulit Dikembalikan ke Bentuk Semula<\/h3>\n<p data-start=\"4556\" data-end=\"4760\">Sebagian besar perubahan kimia bersifat permanen sehingga sulit dikembalikan menjadi zat asal. Kayu yang telah menjadi abu, misalnya, tidak dapat diubah kembali menjadi kayu hanya dengan proses sederhana.<\/p>\n<p data-start=\"4762\" data-end=\"4869\">Hal ini terjadi karena selama reaksi berlangsung telah terbentuk senyawa baru yang berbeda dari bahan awal.<\/p>\n<h3 data-start=\"4871\" data-end=\"4908\">Disertai Tanda-Tanda Reaksi Kimia<\/h3>\n<p data-start=\"4910\" data-end=\"5106\">Perubahan kimia biasanya ditandai dengan munculnya gejala tertentu. Tanda-tanda tersebut dapat berupa perubahan warna, timbulnya bau baru, terbentuknya gas, munculnya endapan, atau perubahan suhu.<\/p>\n<p data-start=\"5108\" data-end=\"5293\">Namun, tidak semua reaksi kimia menunjukkan seluruh tanda tersebut sekaligus. Terkadang hanya satu atau dua tanda yang muncul, tetapi tetap menunjukkan bahwa telah terjadi reaksi kimia.<\/p>\n<hr data-start=\"5295\" data-end=\"5298\" \/>\n<h2 data-start=\"5300\" data-end=\"5354\">Contoh Perubahan Fisika dalam Kehidupan Sehari-Hari<\/h2>\n<p data-start=\"5356\" data-end=\"5481\">Perubahan fisika sangat mudah ditemukan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Beberapa contohnya antara lain sebagai berikut.<\/p>\n<ul data-start=\"5483\" data-end=\"5770\">\n<li data-start=\"5483\" data-end=\"5513\">es batu mencair menjadi air;<\/li>\n<li data-start=\"5514\" data-end=\"5539\">air membeku menjadi es;<\/li>\n<li data-start=\"5540\" data-end=\"5574\">air mendidih hingga menjadi uap;<\/li>\n<li data-start=\"5575\" data-end=\"5619\">uap air mengembun menjadi titik-titik air;<\/li>\n<li data-start=\"5620\" data-end=\"5646\">gula larut di dalam air;<\/li>\n<li data-start=\"5647\" data-end=\"5679\">lilin meleleh saat dipanaskan;<\/li>\n<li data-start=\"5680\" data-end=\"5730\">kertas dipotong menjadi bagian yang lebih kecil;<\/li>\n<li data-start=\"5731\" data-end=\"5770\">kayu dipahat menjadi meja atau kursi.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"5772\" data-end=\"5908\">Semua contoh tersebut tidak menghasilkan zat baru. Benda hanya mengalami perubahan bentuk atau wujud sehingga sifat kimianya tetap sama.<\/p>\n<hr data-start=\"5910\" data-end=\"5913\" \/>\n<h2 data-start=\"5915\" data-end=\"5968\">Contoh Perubahan Kimia dalam Kehidupan Sehari-Hari<\/h2>\n<p data-start=\"5970\" data-end=\"6067\">Perubahan kimia juga sering terjadi di sekitar kita. Berikut beberapa contoh yang mudah dijumpai.<\/p>\n<ul data-start=\"6069\" data-end=\"6297\">\n<li data-start=\"6069\" data-end=\"6103\">kayu dibakar hingga menjadi abu;<\/li>\n<li data-start=\"6104\" data-end=\"6120\">besi berkarat;<\/li>\n<li data-start=\"6121\" data-end=\"6151\">telur direbus hingga matang;<\/li>\n<li data-start=\"6152\" data-end=\"6175\">makanan menjadi basi;<\/li>\n<li data-start=\"6176\" data-end=\"6192\">buah membusuk;<\/li>\n<li data-start=\"6193\" data-end=\"6238\">pembakaran bensin di dalam mesin kendaraan;<\/li>\n<li data-start=\"6239\" data-end=\"6274\">fermentasi singkong menjadi tape;<\/li>\n<li data-start=\"6275\" data-end=\"6297\">proses memasak nasi.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"6299\" data-end=\"6432\">Pada contoh-contoh tersebut terbentuk zat baru yang memiliki sifat berbeda dengan bahan sebelumnya sehingga termasuk perubahan kimia.<\/p>\n<hr data-start=\"6434\" data-end=\"6437\" \/>\n<h2 data-start=\"6439\" data-end=\"6484\">Cara Membedakan Perubahan Fisika dan Kimia<\/h2>\n<h3 data-start=\"6486\" data-end=\"6520\">Perhatikan Apakah Ada Zat Baru<\/h3>\n<p data-start=\"6522\" data-end=\"6719\">Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memperhatikan apakah setelah perubahan terjadi terbentuk zat baru atau tidak. Jika tidak ada zat baru, maka perubahan tersebut termasuk perubahan fisika.<\/p>\n<p data-start=\"6721\" data-end=\"6843\">Sebaliknya, jika muncul zat baru dengan sifat yang berbeda dari zat asalnya, perubahan tersebut merupakan perubahan kimia.<\/p>\n<h3 data-start=\"6845\" data-end=\"6878\">Amati Tanda-Tanda yang Muncul<\/h3>\n<p data-start=\"6880\" data-end=\"7028\">Perubahan kimia biasanya disertai tanda-tanda tertentu, seperti munculnya bau baru, perubahan warna, terbentuknya gas, endapan, atau perubahan suhu.<\/p>\n<p data-start=\"7030\" data-end=\"7157\">Sementara itu, perubahan fisika umumnya hanya mengubah bentuk, ukuran, atau wujud benda tanpa disertai perubahan komposisi zat.<\/p>\n<h3 data-start=\"7159\" data-end=\"7219\">Periksa Kemungkinan Mengembalikan Benda ke Bentuk Semula<\/h3>\n<p data-start=\"7221\" data-end=\"7418\">Cara lain untuk membedakannya adalah melihat apakah benda dapat kembali ke bentuk semula. Jika perubahan dapat dibalik dengan mudah, kemungkinan besar perubahan tersebut merupakan perubahan fisika.<\/p>\n<p data-start=\"7420\" data-end=\"7568\">Sebaliknya, apabila perubahan bersifat permanen dan tidak dapat dikembalikan dengan cara sederhana, kemungkinan besar telah terjadi perubahan kimia.<\/p>\n<hr data-start=\"7570\" data-end=\"7573\" \/>\n<h2 data-start=\"7575\" data-end=\"7620\">Tabel Perbedaan Perubahan Fisika dan Kimia<\/h2>\n<div class=\"TyagGW_tableContainer\">\n<div class=\"group TyagGW_tableWrapper flex flex-col-reverse w-fit\" tabindex=\"-1\">\n<table class=\"w-fit min-w-(--thread-content-width)\" data-start=\"7622\" data-end=\"7994\">\n<thead data-start=\"7622\" data-end=\"7668\">\n<tr data-start=\"7622\" data-end=\"7668\">\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"7622\" data-end=\"7630\" data-col-size=\"sm\">Aspek<\/th>\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"7630\" data-end=\"7649\" data-col-size=\"sm\">Perubahan Fisika<\/th>\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"7649\" data-end=\"7668\" data-col-size=\"sm\">Perubahan Kimia<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody data-start=\"7717\" data-end=\"7994\">\n<tr data-start=\"7717\" data-end=\"7790\">\n<td data-start=\"7717\" data-end=\"7730\" data-col-size=\"sm\">Pengertian<\/td>\n<td data-start=\"7730\" data-end=\"7765\" data-col-size=\"sm\">Mengubah bentuk atau wujud benda<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"7765\" data-end=\"7790\">Menghasilkan zat baru<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"7791\" data-end=\"7833\">\n<td data-start=\"7791\" data-end=\"7802\" data-col-size=\"sm\">Zat Baru<\/td>\n<td data-start=\"7802\" data-end=\"7820\" data-col-size=\"sm\">Tidak terbentuk<\/td>\n<td data-start=\"7820\" data-end=\"7833\" data-col-size=\"sm\">Terbentuk<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"7834\" data-end=\"7865\">\n<td data-start=\"7834\" data-end=\"7846\" data-col-size=\"sm\">Sifat Zat<\/td>\n<td data-start=\"7846\" data-end=\"7854\" data-col-size=\"sm\">Tetap<\/td>\n<td data-start=\"7854\" data-end=\"7865\" data-col-size=\"sm\">Berubah<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"7866\" data-end=\"7926\">\n<td data-start=\"7866\" data-end=\"7887\" data-col-size=\"sm\">Dapat Dikembalikan<\/td>\n<td data-start=\"7887\" data-end=\"7903\" data-col-size=\"sm\">Umumnya dapat<\/td>\n<td data-start=\"7903\" data-end=\"7926\" data-col-size=\"sm\">Umumnya tidak dapat<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"7927\" data-end=\"7994\">\n<td data-start=\"7927\" data-end=\"7936\" data-col-size=\"sm\">Contoh<\/td>\n<td data-start=\"7936\" data-end=\"7962\" data-col-size=\"sm\">Es mencair, air menguap<\/td>\n<td data-start=\"7962\" data-end=\"7994\" data-col-size=\"sm\">Kayu terbakar, besi berkarat<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<\/div>\n<p data-start=\"7996\" data-end=\"8150\">Tabel tersebut dapat membantu sahabat rumah pintar memahami perbedaan kedua jenis perubahan dengan lebih cepat, terutama ketika mengerjakan soal-soal IPA.<\/p>\n<hr data-start=\"8152\" data-end=\"8155\" \/>\n<h2 data-start=\"8157\" data-end=\"8212\">Mengapa Penting Memahami Perubahan Fisika dan Kimia?<\/h2>\n<p data-start=\"8214\" data-end=\"8584\">Pemahaman mengenai perubahan fisika dan kimia tidak hanya bermanfaat untuk menyelesaikan soal pelajaran, tetapi juga membantu menjelaskan berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar kita. Dengan mengetahui jenis perubahan yang terjadi, kita dapat memahami mengapa suatu benda dapat berubah bentuk tanpa berubah sifat atau justru berubah menjadi zat yang sama sekali baru.<\/p>\n<p data-start=\"8586\" data-end=\"8894\">Selain itu, materi ini menjadi dasar untuk mempelajari topik IPA lainnya, seperti sifat zat, reaksi kimia, unsur, senyawa, dan campuran. Oleh karena itu, memahami konsep perubahan fisika dan kimia akan memudahkan sahabat rumah pintar mempelajari materi yang lebih kompleks pada jenjang pendidikan berikutnya.<\/p>\n<hr data-start=\"8896\" data-end=\"8899\" \/>\n<h2 data-start=\"8901\" data-end=\"8914\">Kesimpulan<\/h2>\n<p data-start=\"8916\" data-end=\"9420\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\"><strong data-start=\"8916\" data-end=\"8946\">Perubahan fisika dan kimia<\/strong> merupakan dua jenis perubahan yang memiliki karakteristik berbeda. Perubahan fisika hanya mengubah bentuk, ukuran, atau wujud benda tanpa menghasilkan zat baru, sedangkan perubahan kimia menghasilkan zat baru dengan sifat yang berbeda dari zat asalnya. Dengan memahami <strong data-start=\"9216\" data-end=\"9246\">perubahan fisika dan kimia<\/strong>, sahabat rumah pintar akan lebih mudah membedakan berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari sekaligus memahami konsep dasar dalam pelajaran IPA dan Fisika.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Blog Rumah Pintar \u2013\u00a0\u00a0Pernahkah sahabat rumah pintar melihat es batu mencair menjadi air atau kayu yang terbakar hingga menjadi abu? Kedua peristiwa tersebut sama-sama menunjukkan adanya perubahan pada suatu benda, tetapi jenis perubahannya berbeda. Es yang mencair merupakan perubahan fisika, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2592,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"default","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[256,291,36],"tags":[316],"class_list":["post-2564","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fisika","category-fisika-kelas-7","category-konsep-dan-pelajaran","tag-fisika-smp-kelas-7"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2564","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2564"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2564\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2593,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2564\/revisions\/2593"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2592"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2564"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2564"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2564"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}