{"id":2556,"date":"2026-06-26T06:40:14","date_gmt":"2026-06-26T06:40:14","guid":{"rendered":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/?p=2556"},"modified":"2026-07-18T08:47:40","modified_gmt":"2026-07-18T08:47:40","slug":"apa-yang-dimaksud-dengan-besaran-pokok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/apa-yang-dimaksud-dengan-besaran-pokok\/","title":{"rendered":"Apa yang Dimaksud dengan Besaran Pokok? Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, Satuan, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"316\" data-end=\"777\"><strong data-start=\"259\" data-end=\"278\"><b><a href=\"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\">Blog Rumah Pintar<\/a><\/b> \u2013 <\/strong>Saat mempelajari materi pengukuran dalam IPA maupun Fisika, sahabat rumah pintar akan menemukan istilah besaran pokok. Materi ini menjadi salah satu dasar yang harus dipahami karena hampir semua proses pengukuran menggunakan besaran pokok sebagai acuan.<\/p>\n<p data-start=\"316\" data-end=\"777\">Oleh sebab itu, memahami apa yang dimaksud dengan besaran pokok akan memudahkan sahabat rumah pintar mempelajari materi lain, seperti besaran turunan, satuan SI, hingga penggunaan berbagai alat ukur.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"rcu1kc\" data-start=\"784\" data-end=\"826\">Apa yang Dimaksud dengan Besaran Pokok?<\/h2>\n<p data-start=\"828\" data-end=\"1120\">Besaran pokok adalah <strong data-start=\"849\" data-end=\"985\">besaran fisika yang telah ditetapkan sebagai besaran dasar dalam <a href=\"https:\/\/www.bipm.org\/en\/measurement-units\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sistem Internasional<\/a> (SI) dan tidak diturunkan dari besaran lainnya<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"828\" data-end=\"1120\">Besaran ini menjadi acuan utama dalam berbagai kegiatan pengukuran karena memiliki satuan yang sudah disepakati secara internasional.<\/p>\n<p data-start=\"1122\" data-end=\"1491\">Dalam ilmu fisika, semua besaran turunan berasal dari satu atau beberapa besaran pokok. Sebagai contoh, luas diperoleh dari hasil perkalian besaran panjang dengan panjang, sedangkan kecepatan diperoleh dari pembagian besaran panjang terhadap waktu. Hal tersebut menunjukkan bahwa besaran pokok memiliki peran yang sangat penting sebagai fondasi dalam sistem pengukuran.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"10on03s\" data-start=\"1498\" data-end=\"1548\">Mengapa Besaran Pokok Penting untuk Dipelajari?<\/h2>\n<h3 data-section-id=\"orcby1\" data-start=\"1550\" data-end=\"1591\">Menjadi Dasar dalam Sistem Pengukuran<\/h3>\n<p data-start=\"1593\" data-end=\"1882\">Besaran pokok menjadi landasan bagi seluruh kegiatan pengukuran, baik yang dilakukan di sekolah, laboratorium, dunia industri, maupun kehidupan sehari-hari. Dengan adanya besaran pokok, setiap orang dapat menggunakan standar pengukuran yang sama sehingga hasilnya lebih mudah dibandingkan.<\/p>\n<p data-start=\"1884\" data-end=\"2104\">Tanpa adanya standar tersebut, hasil pengukuran di setiap daerah atau negara bisa berbeda-beda. Kondisi seperti ini tentu akan menyulitkan berbagai kegiatan, mulai dari penelitian ilmiah hingga perdagangan internasional.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"140a6h1\" data-start=\"2106\" data-end=\"2151\">Menjadi Acuan Pembentukan Besaran Turunan<\/h3>\n<p data-start=\"2153\" data-end=\"2385\">Besaran turunan tidak dapat dibentuk tanpa adanya besaran pokok. Hampir semua besaran yang digunakan dalam ilmu fisika merupakan hasil penggabungan beberapa besaran pokok melalui operasi matematika, seperti perkalian atau pembagian.<\/p>\n<p data-start=\"2387\" data-end=\"2666\">Sebagai contoh, besaran kecepatan diperoleh dari panjang yang dibagi waktu, sedangkan gaya diperoleh dari hasil perkalian massa dengan percepatan. Oleh karena itu, memahami besaran pokok akan membuat sahabat rumah pintar lebih mudah mempelajari materi fisika yang lebih kompleks.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"8ius0s\" data-start=\"2668\" data-end=\"2700\">Memudahkan Komunikasi Ilmiah<\/h3>\n<p data-start=\"2702\" data-end=\"2943\">Penggunaan besaran pokok membuat hasil pengukuran memiliki standar yang sama di seluruh dunia. Seorang ilmuwan di Indonesia akan memperoleh hasil pengukuran yang dapat dipahami oleh ilmuwan di negara lain karena menggunakan satuan yang sama.<\/p>\n<p data-start=\"2945\" data-end=\"3106\">Keseragaman ini menjadi salah satu alasan mengapa Sistem Internasional (SI) digunakan secara luas dalam pendidikan, penelitian, kesehatan, hingga dunia industri.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"186yvfh\" data-start=\"3113\" data-end=\"3168\">Jenis-Jenis Besaran Pokok dalam Sistem Internasional<\/h2>\n<p data-start=\"3170\" data-end=\"3367\">Sistem Internasional menetapkan <strong data-start=\"3202\" data-end=\"3225\">tujuh besaran pokok<\/strong> yang menjadi dasar seluruh proses pengukuran. Setiap besaran memiliki fungsi dan satuan yang berbeda sesuai dengan jenis besaran yang diukur.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1bvjpdn\" data-start=\"3369\" data-end=\"3380\">Panjang<\/h3>\n<p data-start=\"3382\" data-end=\"3611\">Besaran panjang digunakan untuk mengukur jarak antara dua titik atau ukuran suatu benda. Dalam kehidupan sehari-hari, besaran ini sering digunakan untuk mengukur tinggi badan, panjang meja, lebar ruangan, maupun jarak perjalanan.<\/p>\n<p data-start=\"3613\" data-end=\"3855\">Satuan internasional untuk besaran panjang adalah <strong data-start=\"3663\" data-end=\"3676\">meter (m)<\/strong>. Pengukuran panjang dapat dilakukan menggunakan berbagai alat, seperti penggaris, meteran, jangka sorong, maupun mikrometer sekrup, tergantung tingkat ketelitian yang dibutuhkan.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"73hkgb\" data-start=\"3857\" data-end=\"3866\">Massa<\/h3>\n<p data-start=\"3868\" data-end=\"4038\">Massa merupakan besaran yang menunjukkan banyaknya materi yang terkandung dalam suatu benda. Semakin besar massa suatu benda, semakin banyak pula materi yang dimilikinya.<\/p>\n<p data-start=\"4040\" data-end=\"4230\">Satuan SI untuk massa adalah <strong data-start=\"4069\" data-end=\"4086\">kilogram (kg)<\/strong>. Dalam kehidupan sehari-hari, massa biasanya diukur menggunakan timbangan atau neraca, misalnya ketika menimbang beras, buah, atau berat badan.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"74zb0a\" data-start=\"4232\" data-end=\"4241\">Waktu<\/h3>\n<p data-start=\"4243\" data-end=\"4431\">Besaran waktu digunakan untuk mengukur lamanya suatu peristiwa berlangsung. Pengukuran waktu sangat penting karena hampir semua aktivitas manusia berkaitan dengan durasi atau selang waktu.<\/p>\n<p data-start=\"4433\" data-end=\"4610\">Satuan internasional untuk waktu adalah <strong data-start=\"4473\" data-end=\"4497\">sekon atau detik (s)<\/strong>. Alat ukur yang umum digunakan antara lain jam, stopwatch, dan timer digital sesuai dengan kebutuhan pengukuran.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"kloga2\" data-start=\"4612\" data-end=\"4633\">Kuat Arus Listrik<\/h3>\n<p data-start=\"4635\" data-end=\"4824\">Kuat arus listrik menunjukkan banyaknya muatan listrik yang mengalir melalui suatu penghantar dalam setiap satuan waktu. Besaran ini sangat penting dalam bidang kelistrikan dan elektronika.<\/p>\n<p data-start=\"4826\" data-end=\"5009\">Satuan SI untuk kuat arus listrik adalah <strong data-start=\"4867\" data-end=\"4881\">ampere (A)<\/strong>. Besaran ini biasanya diukur menggunakan amperemeter untuk mengetahui besarnya arus yang mengalir pada suatu rangkaian listrik.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"yno6xp\" data-start=\"5011\" data-end=\"5019\">Suhu<\/h3>\n<p data-start=\"5021\" data-end=\"5223\">Suhu merupakan besaran yang menunjukkan tingkat panas atau dinginnya suatu benda. Dalam kehidupan sehari-hari, suhu digunakan untuk mengukur kondisi tubuh, cuaca, maupun berbagai proses di laboratorium.<\/p>\n<p data-start=\"5225\" data-end=\"5451\">Satuan internasional untuk suhu adalah <strong data-start=\"5264\" data-end=\"5278\">kelvin (K)<\/strong>. Namun, dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia lebih sering menggunakan satuan derajat Celsius (\u00b0C), meskipun secara ilmiah satuan SI yang digunakan tetap kelvin.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1wuxn5q\" data-start=\"5453\" data-end=\"5467\">Jumlah Zat<\/h3>\n<p data-start=\"5469\" data-end=\"5704\">Jumlah zat digunakan untuk menyatakan banyaknya partikel, seperti atom, molekul, ion, atau partikel lain yang terdapat dalam suatu zat. Besaran ini banyak digunakan dalam pelajaran kimia ketika menghitung jumlah partikel suatu senyawa.<\/p>\n<p data-start=\"5706\" data-end=\"5876\">Satuan internasional untuk jumlah zat adalah <strong data-start=\"5751\" data-end=\"5758\">mol<\/strong>. Penggunaan besaran ini sangat membantu para ilmuwan dalam melakukan perhitungan kimia dengan lebih mudah dan akurat.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"796nm9\" data-start=\"5878\" data-end=\"5899\">Intensitas Cahaya<\/h3>\n<p data-start=\"5901\" data-end=\"6134\">Intensitas cahaya merupakan besaran yang menunjukkan kuat atau lemahnya cahaya yang dipancarkan oleh suatu sumber cahaya ke arah tertentu. Besaran ini banyak digunakan dalam bidang pencahayaan, fotografi, hingga perancangan bangunan.<\/p>\n<p data-start=\"6136\" data-end=\"6284\">Satuan SI untuk intensitas cahaya adalah <strong data-start=\"6177\" data-end=\"6193\">candela (cd)<\/strong>. Semakin besar nilai candela, semakin terang cahaya yang dipancarkan oleh sumber tersebut.<\/p>\n<hr data-start=\"6286\" data-end=\"6289\" \/>\n<h2 data-section-id=\"ctq9s2\" data-start=\"6291\" data-end=\"6327\">Tabel Besaran Pokok dan Satuannya<\/h2>\n<div class=\"TyagGW_tableContainer\">\n<div class=\"group TyagGW_tableWrapper flex flex-col-reverse w-fit\" tabindex=\"-1\">\n<table class=\"w-fit min-w-(--thread-content-width)\" data-start=\"6329\" data-end=\"6610\">\n<thead data-start=\"6329\" data-end=\"6368\">\n<tr data-start=\"6329\" data-end=\"6368\">\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"6329\" data-end=\"6345\" data-col-size=\"sm\">Besaran Pokok<\/th>\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"6345\" data-end=\"6357\" data-col-size=\"sm\">Satuan SI<\/th>\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"6357\" data-end=\"6368\" data-col-size=\"sm\">Lambang<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody data-start=\"6410\" data-end=\"6610\">\n<tr data-start=\"6410\" data-end=\"6433\">\n<td data-start=\"6410\" data-end=\"6420\" data-col-size=\"sm\">Panjang<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"6420\" data-end=\"6428\">meter<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"6428\" data-end=\"6433\">m<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"6434\" data-end=\"6459\">\n<td data-start=\"6434\" data-end=\"6442\" data-col-size=\"sm\">Massa<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"6442\" data-end=\"6453\">kilogram<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"6453\" data-end=\"6459\">kg<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"6460\" data-end=\"6489\">\n<td data-start=\"6460\" data-end=\"6468\" data-col-size=\"sm\">Waktu<\/td>\n<td data-start=\"6468\" data-end=\"6484\" data-col-size=\"sm\">sekon (detik)<\/td>\n<td data-start=\"6484\" data-end=\"6489\" data-col-size=\"sm\">s<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"6490\" data-end=\"6524\">\n<td data-start=\"6490\" data-end=\"6510\" data-col-size=\"sm\">Kuat arus listrik<\/td>\n<td data-start=\"6510\" data-end=\"6519\" data-col-size=\"sm\">ampere<\/td>\n<td data-start=\"6519\" data-end=\"6524\" data-col-size=\"sm\">A<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"6525\" data-end=\"6546\">\n<td data-start=\"6525\" data-end=\"6532\" data-col-size=\"sm\">Suhu<\/td>\n<td data-start=\"6532\" data-end=\"6541\" data-col-size=\"sm\">kelvin<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"6541\" data-end=\"6546\">K<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"6547\" data-end=\"6573\">\n<td data-start=\"6547\" data-end=\"6560\" data-col-size=\"sm\">Jumlah zat<\/td>\n<td data-start=\"6560\" data-end=\"6566\" data-col-size=\"sm\">mol<\/td>\n<td data-col-size=\"sm\" data-start=\"6566\" data-end=\"6573\">mol<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"6574\" data-end=\"6610\">\n<td data-start=\"6574\" data-end=\"6594\" data-col-size=\"sm\">Intensitas cahaya<\/td>\n<td data-start=\"6594\" data-end=\"6604\" data-col-size=\"sm\">candela<\/td>\n<td data-start=\"6604\" data-end=\"6610\" data-col-size=\"sm\">cd<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<\/div>\n<p data-start=\"6612\" data-end=\"6793\">Ketujuh besaran tersebut wajib dipahami karena sering muncul dalam materi pengukuran, baik pada pelajaran IPA di sekolah dasar maupun Fisika di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.<\/p>\n<hr data-start=\"6795\" data-end=\"6798\" \/>\n<h2 data-section-id=\"fsei7k\" data-start=\"6800\" data-end=\"6826\">Ciri-Ciri Besaran Pokok<\/h2>\n<h3 data-section-id=\"1vilpz7\" data-start=\"6828\" data-end=\"6863\">Tidak Berasal dari Besaran Lain<\/h3>\n<p data-start=\"6865\" data-end=\"7062\">Ciri utama besaran pokok adalah tidak dibentuk dari hasil penggabungan besaran lainnya. Besaran ini telah ditetapkan sebagai besaran dasar sehingga keberadaannya tidak bergantung pada besaran lain.<\/p>\n<p data-start=\"7064\" data-end=\"7233\">Sebaliknya, besaran turunan selalu diperoleh dari kombinasi satu atau lebih besaran pokok. Oleh sebab itu, besaran pokok menjadi fondasi dalam seluruh sistem pengukuran.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"3iza5k\" data-start=\"7235\" data-end=\"7274\">Memiliki Satuan yang Bersifat Tetap<\/h3>\n<p data-start=\"7276\" data-end=\"7481\">Setiap besaran pokok memiliki satuan yang telah ditetapkan dalam Sistem Internasional. Satuan tersebut digunakan secara luas di berbagai negara sehingga hasil pengukuran menjadi seragam dan mudah dipahami.<\/p>\n<p data-start=\"7483\" data-end=\"7648\">Kesamaan satuan ini membuat komunikasi ilmiah menjadi lebih mudah karena semua pihak menggunakan standar pengukuran yang sama tanpa menimbulkan perbedaan penafsiran.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1qmgk2c\" data-start=\"7650\" data-end=\"7690\">Digunakan dalam Berbagai Bidang Ilmu<\/h3>\n<p data-start=\"7692\" data-end=\"7933\">Besaran pokok tidak hanya digunakan dalam pelajaran fisika, tetapi juga diterapkan dalam bidang kimia, teknik, kesehatan, astronomi, hingga industri. Hampir seluruh kegiatan yang melibatkan pengukuran menggunakan besaran pokok sebagai dasar.<\/p>\n<p data-start=\"7935\" data-end=\"8074\">Hal tersebut menunjukkan bahwa besaran pokok memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.<\/p>\n<hr data-start=\"8076\" data-end=\"8079\" \/>\n<h2 data-section-id=\"1699hmp\" data-start=\"8081\" data-end=\"8142\">Contoh Penerapan Besaran Pokok dalam Kehidupan Sehari-Hari<\/h2>\n<p data-start=\"8144\" data-end=\"8439\">Besaran pokok dapat ditemukan dalam berbagai aktivitas yang dilakukan setiap hari. Ketika mengukur tinggi badan menggunakan meteran, sahabat rumah pintar sedang menggunakan besaran panjang. Saat menimbang berat buah di pasar, pengukuran tersebut menggunakan besaran massa dengan satuan kilogram.<\/p>\n<p data-start=\"8441\" data-end=\"8740\">Contoh lainnya adalah ketika mengukur suhu tubuh menggunakan termometer, menghitung waktu belajar menggunakan jam, atau memeriksa kuat arus listrik pada suatu rangkaian elektronik. Semua kegiatan tersebut menunjukkan bahwa besaran pokok memiliki peran yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<hr data-start=\"8742\" data-end=\"8745\" \/>\n<h2 data-section-id=\"w9kms3\" data-start=\"8747\" data-end=\"8793\">Perbedaan Besaran Pokok dan Besaran Turunan<\/h2>\n<p data-start=\"8795\" data-end=\"8997\">Meskipun saling berkaitan, besaran pokok dan besaran turunan memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari cara pembentukannya, jumlah besaran, hingga satuan yang digunakan.<\/p>\n<div class=\"TyagGW_tableContainer\">\n<div class=\"group TyagGW_tableWrapper flex flex-col-reverse w-fit\" tabindex=\"-1\">\n<table class=\"w-fit min-w-(--thread-content-width)\" data-start=\"8999\" data-end=\"9481\">\n<thead data-start=\"8999\" data-end=\"9042\">\n<tr data-start=\"8999\" data-end=\"9042\">\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"8999\" data-end=\"9007\" data-col-size=\"sm\">Aspek<\/th>\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"9007\" data-end=\"9023\" data-col-size=\"md\">Besaran Pokok<\/th>\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"9023\" data-end=\"9042\" data-col-size=\"md\">Besaran Turunan<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody data-start=\"9088\" data-end=\"9481\">\n<tr data-start=\"9088\" data-end=\"9226\">\n<td data-start=\"9088\" data-end=\"9101\" data-col-size=\"sm\">Pengertian<\/td>\n<td data-start=\"9101\" data-end=\"9157\" data-col-size=\"md\">Besaran dasar yang tidak diturunkan dari besaran lain<\/td>\n<td data-col-size=\"md\" data-start=\"9157\" data-end=\"9226\">Besaran yang dibentuk dari gabungan satu atau lebih besaran pokok<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"9227\" data-end=\"9320\">\n<td data-start=\"9227\" data-end=\"9236\" data-col-size=\"sm\">Jumlah<\/td>\n<td data-col-size=\"md\" data-start=\"9236\" data-end=\"9265\">Terdiri atas tujuh besaran<\/td>\n<td data-col-size=\"md\" data-start=\"9265\" data-end=\"9320\">Sangat banyak dan terus berkembang sesuai kebutuhan<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"9321\" data-end=\"9405\">\n<td data-start=\"9321\" data-end=\"9330\" data-col-size=\"sm\">Satuan<\/td>\n<td data-start=\"9330\" data-end=\"9360\" data-col-size=\"md\">Menggunakan satuan dasar SI<\/td>\n<td data-start=\"9360\" data-end=\"9405\" data-col-size=\"md\">Menggunakan gabungan satuan besaran pokok<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"9406\" data-end=\"9481\">\n<td data-start=\"9406\" data-end=\"9415\" data-col-size=\"sm\">Contoh<\/td>\n<td data-col-size=\"md\" data-start=\"9415\" data-end=\"9439\">Panjang, massa, waktu<\/td>\n<td data-col-size=\"md\" data-start=\"9439\" data-end=\"9481\">Luas, volume, kecepatan, gaya, tekanan<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<\/div>\n<p data-start=\"9483\" data-end=\"9668\">Dengan memahami perbedaan tersebut, sahabat rumah pintar akan lebih mudah membedakan materi besaran pokok dan besaran turunan saat mengerjakan soal maupun melakukan kegiatan pengukuran.<\/p>\n<hr data-start=\"9670\" data-end=\"9673\" \/>\n<h2 data-section-id=\"1806px6\" data-start=\"9675\" data-end=\"9688\">Kesimpulan<\/h2>\n<p data-start=\"9690\" data-end=\"10209\"><strong data-start=\"9690\" data-end=\"9733\">Apa yang dimaksud dengan besaran pokok?<\/strong> Besaran pokok adalah besaran fisika yang menjadi dasar dalam Sistem Internasional (SI) serta tidak diturunkan dari besaran lain. Terdapat tujuh besaran pokok, yaitu panjang, massa, waktu, kuat arus listrik, suhu, jumlah zat, dan intensitas cahaya.<\/p>\n<p data-start=\"9690\" data-end=\"10209\">Dengan memahami <strong data-start=\"9998\" data-end=\"10040\">apa yang dimaksud dengan besaran pokok<\/strong>, sahabat rumah pintar akan lebih mudah mempelajari konsep pengukuran, mengenal satuan SI, serta memahami berbagai besaran turunan yang digunakan dalam ilmu pengetahuan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Blog Rumah Pintar \u2013 Saat mempelajari materi pengukuran dalam IPA maupun Fisika, sahabat rumah pintar akan menemukan istilah besaran pokok. Materi ini menjadi salah satu dasar yang harus dipahami karena hampir semua proses pengukuran menggunakan besaran pokok sebagai acuan. Oleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2558,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"default","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[291,256,36],"tags":[316],"class_list":["post-2556","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fisika-kelas-7","category-fisika","category-konsep-dan-pelajaran","tag-fisika-smp-kelas-7"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2556","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2556"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2556\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2569,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2556\/revisions\/2569"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2558"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2556"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2556"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2556"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}