{"id":2526,"date":"2026-06-24T09:54:10","date_gmt":"2026-06-24T09:54:10","guid":{"rendered":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/?p=2526"},"modified":"2026-07-13T15:27:49","modified_gmt":"2026-07-13T15:27:49","slug":"cara-mencari-komponen-vektor-x-dan-y","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/cara-mencari-komponen-vektor-x-dan-y\/","title":{"rendered":"Cara Mencari Komponen Vektor X dan Y: Rumus, Langkah-Langkah, dan Contoh Soalnya"},"content":{"rendered":"<p><strong data-start=\"259\" data-end=\"278\"><b><a href=\"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\">Blog Rumah Pintar<\/a><\/b> \u2013\u00a0<\/strong>Dalam materi vektor, tidak semua besaran bekerja tepat pada arah horizontal atau vertikal. Banyak besaran fisika, seperti gaya, kecepatan, perpindahan, maupun percepatan, membentuk sudut tertentu terhadap sumbu koordinat. Agar lebih mudah dihitung, besaran tersebut perlu diuraikan menjadi komponen pada sumbu X dan sumbu Y.<\/p>\n<p>Kemampuan menghitung komponen vektor merupakan salah satu materi dasar yang harus dikuasai siswa SMA. Hampir seluruh materi lanjutan, mulai dari hukum Newton, gerak parabola, resultan gaya, hingga dinamika partikel, menggunakan konsep ini sebagai dasar penyelesaian soal.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, memahami cara mencari komponen vektor X dan Y akan sangat membantu Sahabat Rumah Pintar dalam mempelajari materi Fisika secara lebih mendalam.<\/p>\n<p>Pada artikel ini, Sahabat Rumah Pintar akan mempelajari pengertian komponen vektor, rumus yang digunakan, langkah-langkah menghitung, contoh soal, hingga tips agar tidak mudah melakukan kesalahan saat mengerjakan soal.<\/p>\n<h3>Apa Itu Komponen Vektor X dan Y?<\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/www.sciencedirect.com\/topics\/mathematics\/component-vector\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Komponen vektor<\/a> adalah hasil penguraian sebuah vektor ke dalam dua arah yang saling tegak lurus, yaitu sumbu X sebagai arah horizontal dan sumbu Y sebagai arah vertikal. Penguraian ini bertujuan untuk mempermudah proses perhitungan karena setiap arah dapat dianalisis secara terpisah.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, sebuah gaya sebesar 100 Newton yang membentuk sudut 30\u00b0 terhadap permukaan tanah sebenarnya tidak seluruhnya bekerja ke arah depan. Sebagian gaya bekerja secara horizontal untuk menggerakkan benda, sedangkan sebagian lainnya bekerja ke arah vertikal. Kedua bagian tersebut disebut sebagai komponen vektor pada sumbu X dan sumbu Y.<\/p>\n<p>Meskipun diuraikan menjadi dua komponen, besar vektor sebenarnya tidak berubah. Komponen-komponen tersebut hanya membantu menyederhanakan proses perhitungan sehingga lebih mudah dipahami dan dianalisis.<\/p>\n<h3>Mengapa Vektor Harus Diuraikan Menjadi Komponen?<\/h3>\n<p>Dalam banyak soal Fisika, sebuah vektor membentuk sudut terhadap sumbu koordinat sehingga sulit dihitung secara langsung. Dengan menguraikannya menjadi komponen horizontal dan vertikal, setiap arah dapat dihitung secara terpisah sebelum digabungkan kembali menjadi resultan.<\/p>\n<p>Sebagai ilustrasi, ketika seseorang menarik koper menggunakan pegangan yang membentuk sudut terhadap lantai, gaya yang diberikan tidak seluruhnya menarik koper ke depan. Sebagian gaya justru bekerja ke arah atas sehingga mengurangi gaya tekan koper terhadap lantai. Kondisi seperti ini hanya dapat dianalisis dengan menggunakan komponen vektor.<\/p>\n<p>Karena alasan tersebut, penguraian vektor menjadi salah satu langkah awal dalam menyelesaikan berbagai soal Fisika yang berkaitan dengan gaya, gerak, maupun resultan vektor.<\/p>\n<h3>Rumus Cara Mencari Komponen Vektor X dan Y<\/h3>\n<p>Jika sebuah vektor memiliki besar V dan membentuk sudut \u03b8 terhadap sumbu X, maka komponen-komponennya dapat dihitung menggunakan rumus berikut.<\/p>\n<h4>Komponen pada Sumbu X<\/h4>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 1.1em;\">Vx = V \u00d7 cos \u03b8<\/p>\n<h4>Komponen pada Sumbu Y<\/h4>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 1.1em;\">Vy = V \u00d7 sin \u03b8<\/p>\n<p>Keterangan:<\/p>\n<ul>\n<li>V = besar vektor.<\/li>\n<li>Vx = komponen horizontal.<\/li>\n<li>Vy = komponen vertikal.<\/li>\n<li>\u03b8 = sudut terhadap sumbu X.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Rumus tersebut merupakan rumus yang paling sering digunakan dalam materi vektor di tingkat SMA.<\/p>\n<h3>Kapan Menggunakan Sin dan Cos?<\/h3>\n<p>Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan siswa adalah tertukar dalam menggunakan fungsi sinus dan cosinus. Padahal, pemilihan rumus bergantung pada posisi sudut yang diberikan pada soal.<\/p>\n<p>Apabila sudut diukur dari sumbu X, komponen horizontal dihitung menggunakan cosinus, sedangkan komponen vertikal menggunakan sinus. Sebaliknya, apabila sudut diukur dari sumbu Y, komponen horizontal menggunakan sinus dan komponen vertikal menggunakan cosinus.<\/p>\n<p>Agar lebih mudah mengingatnya, Sahabat Rumah Pintar cukup memperhatikan letak sudut pada gambar. Komponen yang berdekatan dengan sudut menggunakan cosinus, sedangkan komponen yang berada di depan sudut menggunakan sinus.<\/p>\n<h3>Langkah-Langkah Cara Mencari Komponen Vektor X dan Y<\/h3>\n<p>Agar proses perhitungan lebih mudah dipahami, berikut langkah-langkah yang dapat Sahabat Rumah Pintar ikuti.<\/p>\n<h4>1. Tentukan Besar Vektor<\/h4>\n<p>Langkah pertama adalah mencatat besar vektor yang diketahui pada soal. Besaran tersebut dapat berupa gaya, perpindahan, kecepatan, atau besaran vektor lainnya.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, diketahui sebuah gaya memiliki besar 40 Newton.<\/p>\n<h4>2. Perhatikan Besar Sudut<\/h4>\n<p>Selanjutnya, lihat besar sudut yang dibentuk oleh vektor terhadap sumbu koordinat. Pastikan apakah sudut tersebut diukur dari sumbu X atau sumbu Y karena hal ini akan menentukan rumus yang digunakan.<\/p>\n<p>Misalnya, diketahui sudut vektor adalah 30\u00b0 terhadap sumbu X.<\/p>\n<h4>3. Pilih Rumus yang Sesuai<\/h4>\n<p>Karena sudut diukur dari sumbu X, maka rumus yang digunakan adalah:<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 1.1em;\">Vx = V \u00d7 cos \u03b8<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 1.1em;\">Vy = V \u00d7 sin \u03b8<\/p>\n<p>Memilih rumus yang tepat sejak awal akan membantu mengurangi kesalahan dalam proses perhitungan.<\/p>\n<h4>4. Masukkan Nilai ke dalam Rumus<\/h4>\n<p>Setelah menentukan rumus, masukkan nilai besar vektor dan sudut ke dalam persamaan.<\/p>\n<p>Sebagai contoh:<\/p>\n<ul>\n<li>V = 40 N<\/li>\n<li>\u03b8 = 30\u00b0<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sehingga diperoleh:<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 1.1em;\">Vx = 40 \u00d7 cos 30\u00b0<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 1.1em;\">Vy = 40 \u00d7 sin 30\u00b0<\/p>\n<h4>5. Hitung Nilai Komponen<\/h4>\n<p>Diketahui bahwa:<\/p>\n<ul>\n<li>cos 30\u00b0 = 0,866<\/li>\n<li>sin 30\u00b0 = 0,5<\/li>\n<\/ul>\n<p>Maka hasilnya adalah:<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 1.1em;\">Vx = 40 \u00d7 0,866 = 34,64 N<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 1.1em;\">Vy = 40 \u00d7 0,5 = 20 N<\/p>\n<p>Hasil tersebut menunjukkan bahwa gaya sebesar 40 Newton memiliki komponen horizontal sebesar 34,64 Newton dan komponen vertikal sebesar 20 Newton.<\/p>\n<h3>Nilai Sinus dan Cosinus yang Sering Digunakan<\/h3>\n<p>Dalam soal-soal Fisika, sudut yang digunakan biasanya merupakan sudut istimewa. Oleh karena itu, menghafalkan nilai sinus dan cosinus berikut akan sangat membantu mempercepat proses perhitungan.<\/p>\n<table style=\"border-collapse: collapse; width: 100%;\">\n<thead>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Sudut<\/th>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Sin \u03b8<\/th>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Cos \u03b8<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">0\u00b0<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">0<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">1<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">30\u00b0<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">1\/2<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">\u221a3\/2<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">45\u00b0<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">\u221a2\/2<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">\u221a2\/2<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">60\u00b0<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">\u221a3\/2<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">1\/2<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">90\u00b0<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">1<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">0<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Selain menghafalkan tabel tersebut, Sahabat Rumah Pintar juga dapat menggunakan kalkulator ilmiah jika sudut yang diberikan bukan termasuk sudut istimewa.<\/p>\n<h3>Contoh Soal 1<\/h3>\n<p>Sebuah gaya sebesar 50 Newton membentuk sudut 37\u00b0 terhadap sumbu X. Tentukan komponen pada sumbu X dan sumbu Y.<\/p>\n<p><strong>Penyelesaian<\/strong><\/p>\n<p>Diketahui:<\/p>\n<ul>\n<li>Besar gaya = 50 N<\/li>\n<li>Sudut = 37\u00b0<\/li>\n<\/ul>\n<p>Karena sudut diukur dari sumbu X, maka digunakan rumus:<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 1.1em;\">Vx = V \u00d7 cos \u03b8<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 1.1em;\">Vy = V \u00d7 sin \u03b8<\/p>\n<p>Diketahui pula:<\/p>\n<ul>\n<li>cos 37\u00b0 = 0,8<\/li>\n<li>sin 37\u00b0 = 0,6<\/li>\n<\/ul>\n<p>Perhitungannya menjadi:<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 1.1em;\">Vx = 50 \u00d7 0,8 = 40 N<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 1.1em;\">Vy = 50 \u00d7 0,6 = 30 N<\/p>\n<p>Jadi, komponen horizontal gaya adalah 40 Newton, sedangkan komponen vertikalnya sebesar 30 Newton.<\/p>\n<h3>Contoh Soal 2<\/h3>\n<p>Sebuah gaya sebesar 100 Newton membentuk sudut 60\u00b0 terhadap sumbu X. Tentukan komponen pada sumbu X dan sumbu Y.<\/p>\n<p><strong>Penyelesaian<\/strong><\/p>\n<p>Diketahui:<\/p>\n<ul>\n<li>Besar gaya = 100 N<\/li>\n<li>Sudut = 60\u00b0<\/li>\n<\/ul>\n<p>Karena:<\/p>\n<ul>\n<li>cos 60\u00b0 = 0,5<\/li>\n<li>sin 60\u00b0 = 0,866<\/li>\n<\/ul>\n<p>Maka diperoleh:<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 1.1em;\">Vx = 100 \u00d7 0,5 = 50 N<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 1.1em;\">Vy = 100 \u00d7 0,866 = 86,6 N<\/p>\n<p>Hasil tersebut menunjukkan bahwa komponen vertikal lebih besar dibandingkan komponen horizontal karena sudut yang dibentuk cukup besar terhadap sumbu X.<\/p>\n<h3>Contoh Soal 3<\/h3>\n<p>Sebuah perpindahan memiliki besar 20 meter dan membentuk sudut 45\u00b0 terhadap sumbu X. Tentukan komponen pada sumbu X dan Y.<\/p>\n<p><strong>Penyelesaian<\/strong><\/p>\n<p>Diketahui bahwa:<\/p>\n<ul>\n<li>cos 45\u00b0 = 0,707<\/li>\n<li>sin 45\u00b0 = 0,707<\/li>\n<\/ul>\n<p>Maka:<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 1.1em;\">Vx = 20 \u00d7 0,707 = 14,14 meter<\/p>\n<p style=\"text-align: center; font-size: 1.1em;\">Vy = 20 \u00d7 0,707 = 14,14 meter<\/p>\n<p>Karena sudut yang digunakan adalah 45\u00b0, kedua komponen memiliki besar yang sama.<\/p>\n<h3>Cara Menentukan Tanda Positif dan Negatif<\/h3>\n<p>Selain menghitung besar komponen, Sahabat Rumah Pintar juga perlu memperhatikan arah vektor terhadap sistem koordinat. Hal ini penting karena komponen yang mengarah ke sisi negatif harus diberi tanda minus agar hasil perhitungan menjadi benar.<\/p>\n<p>Berikut aturan tanda berdasarkan posisi kuadran.<\/p>\n<table style=\"border-collapse: collapse; width: 100%;\">\n<thead>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Kuadran<\/th>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Komponen X<\/th>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Komponen Y<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">I<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Positif<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Positif<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">II<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Negatif<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Positif<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">III<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Negatif<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Negatif<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">IV<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Positif<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Negatif<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Dengan memahami aturan tersebut, Sahabat Rumah Pintar dapat menentukan tanda setiap komponen tanpa harus menghafalkan banyak rumus tambahan.<\/p>\n<h3>Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung Komponen Vektor<\/h3>\n<p>Masih banyak siswa yang melakukan kesalahan ketika mengerjakan soal tentang komponen vektor. Sebagian besar kesalahan tersebut sebenarnya dapat dihindari apabila langkah-langkah perhitungan dilakukan secara teliti.<\/p>\n<p>Beberapa kesalahan yang paling sering terjadi antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Menukar penggunaan fungsi sinus dan cosinus.<\/li>\n<li>Tidak memperhatikan apakah sudut diukur dari sumbu X atau sumbu Y.<\/li>\n<li>Salah memasukkan nilai sinus atau cosinus ke kalkulator.<\/li>\n<li>Lupa memberikan tanda negatif pada komponen yang berada di kuadran tertentu.<\/li>\n<li>Tidak mencantumkan satuan pada hasil akhir.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan memahami konsep dasar dan mengerjakan soal secara bertahap, Sahabat Rumah Pintar akan lebih mudah menghindari kesalahan-kesalahan tersebut.<\/p>\n<h3>Tips Mudah Mengingat Rumus Komponen Vektor<\/h3>\n<p>Banyak siswa merasa rumus komponen vektor cukup sulit diingat. Padahal, rumus tersebut akan lebih mudah dipahami apabila dikaitkan dengan posisi sudut terhadap sumbu koordinat.<\/p>\n<p>Jika sudut diukur dari sumbu X, maka komponen horizontal selalu menggunakan cosinus dan komponen vertikal menggunakan sinus. Sebaliknya, jika sudut diukur dari sumbu Y, komponen horizontal menggunakan sinus sedangkan komponen vertikal menggunakan cosinus.<\/p>\n<p>Daripada menghafalkan rumus, Sahabat Rumah Pintar akan lebih mudah mengingat konsep tersebut dengan memahami posisi sudut pada gambar.<\/p>\n<h3>Ringkasan Cara Mencari Komponen Vektor X dan Y<\/h3>\n<p>Berikut ringkasan langkah-langkah mencari komponen vektor yang dapat dijadikan sebagai panduan belajar.<\/p>\n<table style=\"border-collapse: collapse; width: 100%;\">\n<thead>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Langkah<\/th>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Penjelasan<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">1<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Tentukan besar vektor yang diketahui.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">2<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Perhatikan besar sudut dan sumbu acuannya.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">3<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Gunakan rumus yang sesuai dengan posisi sudut.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">4<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Masukkan nilai ke dalam rumus.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">5<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Hitung komponen pada sumbu X dan sumbu Y.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">6<\/td>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Periksa kembali tanda positif atau negatif sesuai kuadran.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h3>Penutup<\/h3>\n<p>Cara mencari komponen vektor X dan Y dilakukan dengan menguraikan sebuah vektor menjadi dua komponen yang saling tegak lurus, yaitu komponen horizontal pada sumbu X dan komponen vertikal pada sumbu Y. Jika sudut diukur dari sumbu X, komponen horizontal dihitung menggunakan rumus Vx = V \u00d7 cos \u03b8, sedangkan komponen vertikal menggunakan rumus Vy = V \u00d7 sin \u03b8. Selain memahami rumus tersebut, Sahabat Rumah Pintar juga perlu memperhatikan posisi sudut dan kuadran agar hasil perhitungan menjadi benar.<\/p>\n<p>Dengan menguasai cara mencari komponen vektor X dan Y, Sahabat Rumah Pintar akan lebih mudah menyelesaikan berbagai soal Fisika yang berkaitan dengan gaya, perpindahan, kecepatan, percepatan, maupun resultan vektor. Semakin sering berlatih mengerjakan soal, semakin cepat pula kemampuan dalam memahami konsep vektor dan menerapkannya pada materi Fisika yang lebih kompleks.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Blog Rumah Pintar \u2013\u00a0Dalam materi vektor, tidak semua besaran bekerja tepat pada arah horizontal atau vertikal. Banyak besaran fisika, seperti gaya, kecepatan, perpindahan, maupun percepatan, membentuk sudut tertentu terhadap sumbu koordinat. Agar lebih mudah dihitung, besaran tersebut perlu diuraikan menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2527,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"default","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[256,295,36],"tags":[317],"class_list":["post-2526","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fisika","category-fisika-kelas-11","category-konsep-dan-pelajaran","tag-fisika-sma-kelas-11"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2526","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2526"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2526\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2531,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2526\/revisions\/2531"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2527"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2526"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2526"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2526"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}