{"id":2517,"date":"2026-06-24T07:48:05","date_gmt":"2026-06-24T07:48:05","guid":{"rendered":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/?p=2517"},"modified":"2026-07-13T15:27:36","modified_gmt":"2026-07-13T15:27:36","slug":"apa-itu-besaran-vektor-pengertian-ciri-ciri-jenis-operasi-hitung-rumus-dan-contohnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/apa-itu-besaran-vektor-pengertian-ciri-ciri-jenis-operasi-hitung-rumus-dan-contohnya\/","title":{"rendered":"Apa Itu Besaran Vektor? Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, Operasi Hitung, Rumus, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"580\" data-end=\"957\"><strong data-start=\"259\" data-end=\"278\"><b><a href=\"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\">Blog Rumah Pintar<\/a><\/b> \u2013\u00a0<\/strong>Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang sering menggunakan istilah seperti <strong data-start=\"654\" data-end=\"685\">&#8220;berjalan sejauh 100 meter&#8221;<\/strong> atau <strong data-start=\"691\" data-end=\"728\">&#8220;berlari 100 meter ke arah utara&#8221;<\/strong>. Kedua pernyataan tersebut tampak hampir sama, tetapi sebenarnya memiliki makna yang berbeda dalam ilmu Fisika. Pernyataan pertama hanya menjelaskan besar suatu nilai, sedangkan pernyataan kedua menjelaskan besar sekaligus arah.<\/p>\n<p data-start=\"959\" data-end=\"1387\">Perbedaan tersebut menjadi dasar lahirnya konsep besaran skalar dan besaran vektor. Keduanya merupakan materi penting yang dipelajari pada Fisika SMA karena menjadi fondasi dalam memahami gerak, gaya, momentum, percepatan, hingga berbagai konsep fisika lainnya. Oleh sebab itu, sebelum mempelajari materi yang lebih kompleks, siswa perlu memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan besaran vektor beserta karakteristiknya.<\/p>\n<p data-start=\"1389\" data-end=\"1629\">Pada artikel ini akan dibahas secara lengkap mengenai <strong data-start=\"1443\" data-end=\"1469\">apa itu besaran vektor<\/strong>, mulai dari pengertian, ciri-ciri, perbedaan dengan besaran skalar, operasi hitung vektor, rumus, contoh soal, hingga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"uqtmyj\" data-start=\"1636\" data-end=\"1662\">Apa Itu Besaran Vektor?<\/h2>\n<p data-start=\"1664\" data-end=\"1918\"><a href=\"https:\/\/byjus.com\/maths\/what-are-vector-and-scalar-quantities\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Besaran vektor<\/a> adalah besaran fisika yang memiliki <strong data-start=\"1715\" data-end=\"1732\">besar (nilai)<\/strong> dan <strong data-start=\"1737\" data-end=\"1745\">arah<\/strong>. Artinya, suatu besaran belum dapat dijelaskan secara lengkap apabila hanya diketahui nilainya saja. Arah juga harus disebutkan agar informasi yang diberikan menjadi benar.<\/p>\n<p data-start=\"1920\" data-end=\"2237\">Sebagai contoh, seseorang mengatakan sebuah mobil bergerak dengan kecepatan <strong data-start=\"1996\" data-end=\"2009\">60 km\/jam<\/strong>. Pernyataan tersebut belum menunjukkan ke mana mobil tersebut bergerak. Akan tetapi, jika dikatakan mobil bergerak <strong data-start=\"2125\" data-end=\"2152\">60 km\/jam ke arah timur<\/strong>, maka informasi tersebut sudah lengkap karena mencantumkan besar dan arah sekaligus.<\/p>\n<p data-start=\"2239\" data-end=\"2507\">Dalam Fisika, besaran vektor biasanya digambarkan menggunakan <strong data-start=\"2301\" data-end=\"2315\">anak panah<\/strong>. Panjang anak panah menunjukkan besar vektor, sedangkan ujung anak panah menunjukkan arahnya. Cara penyajian tersebut memudahkan ilmuwan maupun siswa dalam melakukan analisis dan perhitungan.<\/p>\n<p data-start=\"2509\" data-end=\"2804\">Konsep besaran vektor digunakan pada berbagai materi Fisika, mulai dari gerak lurus, gerak parabola, gaya, medan listrik, medan magnet, momentum, impuls, hingga dinamika rotasi. Oleh karena itu, pemahaman mengenai vektor menjadi salah satu dasar penting dalam pembelajaran Fisika di tingkat SMA.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"mfgv14\" data-start=\"2811\" data-end=\"2856\">Mengapa Besaran Vektor Penting Dipelajari?<\/h2>\n<p data-start=\"2858\" data-end=\"3010\">Besaran vektor memiliki peran yang sangat penting karena banyak peristiwa di alam tidak hanya dipengaruhi oleh besar suatu besaran, tetapi juga arahnya.<\/p>\n<p data-start=\"3012\" data-end=\"3292\">Sebagai contoh, dua orang mendorong sebuah meja dengan gaya yang sama besar. Jika keduanya mendorong ke arah yang sama, meja akan bergerak lebih cepat. Namun, apabila keduanya mendorong dari arah yang berlawanan dengan besar gaya yang sama, meja justru tidak bergerak sama sekali.<\/p>\n<p data-start=\"3294\" data-end=\"3449\">Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa arah memengaruhi hasil akhir suatu gaya. Inilah alasan mengapa konsep vektor menjadi bagian penting dalam ilmu Fisika.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"txypjl\" data-start=\"3456\" data-end=\"3483\">Ciri-Ciri Besaran Vektor<\/h2>\n<p data-start=\"3485\" data-end=\"3571\">Besaran vektor memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari besaran skalar.<\/p>\n<p data-start=\"3573\" data-end=\"3614\">Beberapa ciri besaran vektor antara lain:<\/p>\n<ul data-start=\"3616\" data-end=\"3820\">\n<li data-section-id=\"3fv8t1\" data-start=\"3616\" data-end=\"3653\">Memiliki besar atau nilai tertentu.<\/li>\n<li data-section-id=\"15mzrbr\" data-start=\"3654\" data-end=\"3681\">Memiliki arah yang jelas.<\/li>\n<li data-section-id=\"1swzkm6\" data-start=\"3682\" data-end=\"3719\">Digambarkan menggunakan anak panah.<\/li>\n<li data-section-id=\"eibbz4\" data-start=\"3720\" data-end=\"3768\">Dapat dijumlahkan menggunakan aturan tertentu.<\/li>\n<li data-section-id=\"1ve1vi4\" data-start=\"3769\" data-end=\"3820\">Dapat diuraikan menjadi komponen-komponen vektor.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3822\" data-end=\"3920\">Karena memiliki arah, proses perhitungan besaran vektor berbeda dengan penjumlahan bilangan biasa.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"pfpjwx\" data-start=\"3927\" data-end=\"3956\">Unsur-Unsur Besaran Vektor<\/h2>\n<p data-start=\"3958\" data-end=\"4028\">Sebuah vektor terdiri atas beberapa unsur penting yang perlu dipahami.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"rgy49b\" data-start=\"4030\" data-end=\"4049\">1. Besar Vektor<\/h3>\n<p data-start=\"4051\" data-end=\"4099\">Besar vektor merupakan nilai dari suatu besaran.<\/p>\n<p data-start=\"4101\" data-end=\"4116\">Sebagai contoh:<\/p>\n<ul data-start=\"4118\" data-end=\"4157\">\n<li data-section-id=\"1k19zr6\" data-start=\"4118\" data-end=\"4138\">Kecepatan = 40 m\/s<\/li>\n<li data-section-id=\"zktm4l\" data-start=\"4139\" data-end=\"4157\">Gaya = 25 Newton<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4159\" data-end=\"4215\">Nilai tersebut menunjukkan seberapa besar suatu besaran.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"173ehox\" data-start=\"4217\" data-end=\"4235\">2. Arah Vektor<\/h3>\n<p data-start=\"4237\" data-end=\"4298\">Arah menunjukkan ke mana suatu besaran bekerja atau bergerak.<\/p>\n<p data-start=\"4300\" data-end=\"4310\">Contohnya:<\/p>\n<ul data-start=\"4312\" data-end=\"4379\">\n<li data-section-id=\"1jh5oa9\" data-start=\"4312\" data-end=\"4322\">Ke timur<\/li>\n<li data-section-id=\"1j4dkgy\" data-start=\"4323\" data-end=\"4333\">Ke barat<\/li>\n<li data-section-id=\"1jg36ph\" data-start=\"4334\" data-end=\"4344\">Ke utara<\/li>\n<li data-section-id=\"1oznfd2\" data-start=\"4345\" data-end=\"4357\">Ke selatan<\/li>\n<li data-section-id=\"1urfk1q\" data-start=\"4358\" data-end=\"4379\">Membentuk sudut 30\u00b0<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4381\" data-end=\"4430\">Arah inilah yang membedakan vektor dengan skalar.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"13986ry\" data-start=\"4432\" data-end=\"4452\">3. Titik Pangkal<\/h3>\n<p data-start=\"4454\" data-end=\"4509\">Titik pangkal merupakan tempat dimulainya suatu vektor.<\/p>\n<p data-start=\"4511\" data-end=\"4571\">Pada gambar, titik pangkal berada di bagian awal anak panah.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"vc2owe\" data-start=\"4573\" data-end=\"4592\">4. Ujung Vektor<\/h3>\n<p data-start=\"4594\" data-end=\"4680\">Ujung vektor merupakan bagian akhir anak panah yang menunjukkan arah besaran tersebut.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"67dqrx\" data-start=\"4687\" data-end=\"4711\">Contoh Besaran Vektor<\/h2>\n<p data-start=\"4713\" data-end=\"4771\">Dalam Fisika terdapat banyak besaran yang termasuk vektor.<\/p>\n<p data-start=\"4773\" data-end=\"4815\">Beberapa contohnya adalah sebagai berikut.<\/p>\n<div class=\"TyagGW_tableContainer\">\n<div class=\"group TyagGW_tableWrapper flex flex-col-reverse w-fit\" tabindex=\"-1\">\n<table class=\"w-fit min-w-(--thread-content-width)\" data-start=\"4817\" data-end=\"5047\">\n<thead data-start=\"4817\" data-end=\"4840\">\n<tr data-start=\"4817\" data-end=\"4840\">\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"4817\" data-end=\"4827\" data-col-size=\"sm\">Besaran<\/th>\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"4827\" data-end=\"4840\" data-col-size=\"sm\">Satuan SI<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody data-start=\"4865\" data-end=\"5047\">\n<tr data-start=\"4865\" data-end=\"4892\">\n<td data-start=\"4865\" data-end=\"4879\" data-col-size=\"sm\">Perpindahan<\/td>\n<td data-start=\"4879\" data-end=\"4892\" data-col-size=\"sm\">meter (m)<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"4893\" data-end=\"4912\">\n<td data-start=\"4893\" data-end=\"4905\" data-col-size=\"sm\">Kecepatan<\/td>\n<td data-start=\"4905\" data-end=\"4912\" data-col-size=\"sm\">m\/s<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"4913\" data-end=\"4934\">\n<td data-start=\"4913\" data-end=\"4926\" data-col-size=\"sm\">Percepatan<\/td>\n<td data-start=\"4926\" data-end=\"4934\" data-col-size=\"sm\">m\/s\u00b2<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"4935\" data-end=\"4956\">\n<td data-start=\"4935\" data-end=\"4942\" data-col-size=\"sm\">Gaya<\/td>\n<td data-start=\"4942\" data-end=\"4956\" data-col-size=\"sm\">Newton (N)<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"4957\" data-end=\"4978\">\n<td data-start=\"4957\" data-end=\"4968\" data-col-size=\"sm\">Momentum<\/td>\n<td data-start=\"4968\" data-end=\"4978\" data-col-size=\"sm\">kg m\/s<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"4979\" data-end=\"4994\">\n<td data-start=\"4979\" data-end=\"4988\" data-col-size=\"sm\">Impuls<\/td>\n<td data-start=\"4988\" data-end=\"4994\" data-col-size=\"sm\">Ns<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"4995\" data-end=\"5018\">\n<td data-start=\"4995\" data-end=\"5011\" data-col-size=\"sm\">Medan listrik<\/td>\n<td data-start=\"5011\" data-end=\"5018\" data-col-size=\"sm\">N\/C<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"5019\" data-end=\"5047\">\n<td data-start=\"5019\" data-end=\"5034\" data-col-size=\"sm\">Medan magnet<\/td>\n<td data-start=\"5034\" data-end=\"5047\" data-col-size=\"sm\">Tesla (T)<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<\/div>\n<p data-start=\"5049\" data-end=\"5132\">Semua besaran tersebut selalu memerlukan arah agar dapat dijelaskan secara lengkap.<\/p>\n<h2 data-section-id=\"1kzeege\" data-start=\"5139\" data-end=\"5180\">Apa Saja yang Termasuk Besaran Skalar?<\/h2>\n<p data-start=\"5182\" data-end=\"5264\">Agar lebih mudah memahami konsep vektor, siswa juga perlu mengenal besaran skalar.<\/p>\n<p data-start=\"5266\" data-end=\"5313\">Besaran skalar hanya memiliki besar tanpa arah.<\/p>\n<p data-start=\"5315\" data-end=\"5337\">Contohnya antara lain:<\/p>\n<ul data-start=\"5339\" data-end=\"5409\">\n<li data-section-id=\"16vti79\" data-start=\"5339\" data-end=\"5346\">Massa<\/li>\n<li data-section-id=\"17bf82c\" data-start=\"5347\" data-end=\"5354\">Waktu<\/li>\n<li data-section-id=\"1j4d9gz\" data-start=\"5355\" data-end=\"5361\">Suhu<\/li>\n<li data-section-id=\"1ym02pm\" data-start=\"5362\" data-end=\"5370\">Energi<\/li>\n<li data-section-id=\"17cjfeu\" data-start=\"5371\" data-end=\"5378\">Usaha<\/li>\n<li data-section-id=\"16sgdmj\" data-start=\"5379\" data-end=\"5386\">Jarak<\/li>\n<li data-section-id=\"98kfc0\" data-start=\"5387\" data-end=\"5395\">Volume<\/li>\n<li data-section-id=\"1j3ur6r\" data-start=\"5396\" data-end=\"5402\">Luas<\/li>\n<li data-section-id=\"1j40n5h\" data-start=\"5403\" data-end=\"5409\">Daya<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"5411\" data-end=\"5546\">Misalnya, seseorang mengatakan massa sebuah benda adalah <strong data-start=\"5468\" data-end=\"5482\">5 kilogram<\/strong>. Informasi tersebut sudah lengkap tanpa perlu menyebutkan arah.<\/p>\n<hr data-start=\"5548\" data-end=\"5551\" \/>\n<h2 data-section-id=\"10ha2ab\" data-start=\"5553\" data-end=\"5599\">Perbedaan Besaran Vektor dan Besaran Skalar<\/h2>\n<p data-start=\"5601\" data-end=\"5628\">Berikut perbedaan keduanya.<\/p>\n<div class=\"TyagGW_tableContainer\">\n<div class=\"group TyagGW_tableWrapper flex flex-col-reverse w-fit\" tabindex=\"-1\">\n<table class=\"w-fit min-w-(--thread-content-width)\" data-start=\"5630\" data-end=\"6010\">\n<thead data-start=\"5630\" data-end=\"5665\">\n<tr data-start=\"5630\" data-end=\"5665\">\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"5630\" data-end=\"5647\" data-col-size=\"sm\">Besaran Vektor<\/th>\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"5647\" data-end=\"5665\" data-col-size=\"sm\">Besaran Skalar<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody data-start=\"5701\" data-end=\"6010\">\n<tr data-start=\"5701\" data-end=\"5751\">\n<td data-start=\"5701\" data-end=\"5727\" data-col-size=\"sm\">Memiliki besar dan arah<\/td>\n<td data-start=\"5727\" data-end=\"5751\" data-col-size=\"sm\">Hanya memiliki besar<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"5752\" data-end=\"5810\">\n<td data-start=\"5752\" data-end=\"5784\" data-col-size=\"sm\">Digambarkan dengan anak panah<\/td>\n<td data-start=\"5784\" data-end=\"5810\" data-col-size=\"sm\">Tidak menggunakan arah<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"5811\" data-end=\"5898\">\n<td data-start=\"5811\" data-end=\"5854\" data-col-size=\"sm\">Penjumlahannya menggunakan aturan vektor<\/td>\n<td data-start=\"5854\" data-end=\"5898\" data-col-size=\"sm\">Penjumlahannya menggunakan operasi biasa<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"5899\" data-end=\"5931\">\n<td data-start=\"5899\" data-end=\"5914\" data-col-size=\"sm\">Contoh: gaya<\/td>\n<td data-start=\"5914\" data-end=\"5931\" data-col-size=\"sm\">Contoh: massa<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"5932\" data-end=\"5971\">\n<td data-start=\"5932\" data-end=\"5954\" data-col-size=\"sm\">Contoh: perpindahan<\/td>\n<td data-start=\"5954\" data-end=\"5971\" data-col-size=\"sm\">Contoh: jarak<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"5972\" data-end=\"6010\">\n<td data-start=\"5972\" data-end=\"5993\" data-col-size=\"sm\">Contoh: percepatan<\/td>\n<td data-start=\"5993\" data-end=\"6010\" data-col-size=\"sm\">Contoh: waktu<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<\/div>\n<p data-start=\"6012\" data-end=\"6094\">Memahami perbedaan ini sangat penting karena sering muncul dalam soal-soal Fisika.<\/p>\n<hr data-start=\"6096\" data-end=\"6099\" \/>\n<h2 data-section-id=\"5mdkzm\" data-start=\"6101\" data-end=\"6134\">Cara Menyatakan Besaran Vektor<\/h2>\n<p data-start=\"6136\" data-end=\"6204\">Dalam Fisika, besaran vektor dapat dinyatakan dalam beberapa bentuk.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"x2ruz1\" data-start=\"6206\" data-end=\"6232\">Menggunakan Anak Panah<\/h3>\n<p data-start=\"6234\" data-end=\"6243\">Contohnya<\/p>\n<p data-start=\"6245\" data-end=\"6252\"><strong data-start=\"6245\" data-end=\"6252\">A \u2192<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"6254\" data-end=\"6317\">Anak panah menunjukkan bahwa besaran tersebut merupakan vektor.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1elum64\" data-start=\"6319\" data-end=\"6346\">Menggunakan Huruf Tebal<\/h3>\n<p data-start=\"6348\" data-end=\"6386\">Pada buku atau komputer sering ditulis<\/p>\n<p data-start=\"6388\" data-end=\"6393\"><strong data-start=\"6388\" data-end=\"6393\">A<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"6395\" data-end=\"6458\">Huruf tebal menunjukkan bahwa simbol tersebut merupakan vektor.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1kzfl9\" data-start=\"6460\" data-end=\"6484\">Menggunakan Komponen<\/h3>\n<p data-start=\"6486\" data-end=\"6494\">Misalnya<\/p>\n<p data-start=\"6496\" data-end=\"6509\"><strong data-start=\"6496\" data-end=\"6509\">A = (4,3)<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"6511\" data-end=\"6597\">Artinya vektor memiliki komponen horizontal sebesar 4 dan komponen vertikal sebesar 3.<\/p>\n<hr data-start=\"6599\" data-end=\"6602\" \/>\n<h2 data-section-id=\"utkt8m\" data-start=\"6604\" data-end=\"6636\">Operasi Hitung Besaran Vektor<\/h2>\n<p data-start=\"6638\" data-end=\"6712\">Karena memiliki arah, operasi hitung vektor berbeda dengan bilangan biasa.<\/p>\n<h3 data-section-id=\"1kpempg\" data-start=\"6714\" data-end=\"6736\">Penjumlahan Vektor<\/h3>\n<p data-start=\"6738\" data-end=\"6801\">Penjumlahan vektor dapat dilakukan menggunakan beberapa metode.<\/p>\n<ul data-start=\"6803\" data-end=\"6877\">\n<li data-section-id=\"6o7kjd\" data-start=\"6803\" data-end=\"6820\">Metode segitiga<\/li>\n<li data-section-id=\"16kb692\" data-start=\"6821\" data-end=\"6842\">Metode jajargenjang<\/li>\n<li data-section-id=\"mc3eti\" data-start=\"6843\" data-end=\"6859\">Metode poligon<\/li>\n<li data-section-id=\"2sxcm7\" data-start=\"6860\" data-end=\"6877\">Metode analitis<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"6879\" data-end=\"6901\">Jika dua vektor searah<\/p>\n<p data-start=\"6903\" data-end=\"6918\">5 N + 3 N = 8 N<\/p>\n<p data-start=\"6920\" data-end=\"6946\">Namun jika berlawanan arah<\/p>\n<p data-start=\"6948\" data-end=\"6963\">5 N \u2212 3 N = 2 N<\/p>\n<hr data-start=\"6965\" data-end=\"6968\" \/>\n<h3 data-section-id=\"apb44r\" data-start=\"6970\" data-end=\"6992\">Pengurangan Vektor<\/h3>\n<p data-start=\"6994\" data-end=\"7076\">Pengurangan dilakukan dengan membalik arah salah satu vektor kemudian dijumlahkan.<\/p>\n<hr data-start=\"7078\" data-end=\"7081\" \/>\n<h3 data-section-id=\"fonfdc\" data-start=\"7083\" data-end=\"7103\">Perkalian Vektor<\/h3>\n<p data-start=\"7105\" data-end=\"7147\">Dalam Fisika terdapat dua jenis perkalian.<\/p>\n<ul data-start=\"7149\" data-end=\"7215\">\n<li data-section-id=\"10ezw8h\" data-start=\"7149\" data-end=\"7180\">Dot Product (perkalian titik)<\/li>\n<li data-section-id=\"10p0oat\" data-start=\"7181\" data-end=\"7215\">Cross Product (perkalian silang)<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"7217\" data-end=\"7313\">Materi ini biasanya dipelajari lebih mendalam pada tingkat SMA kelas XI hingga perguruan tinggi.<\/p>\n<hr data-start=\"7315\" data-end=\"7318\" \/>\n<h2 data-section-id=\"1xunfw6\" data-start=\"7320\" data-end=\"7349\">Menguraikan Besaran Vektor<\/h2>\n<p data-start=\"7351\" data-end=\"7406\">Sering kali sebuah vektor dipecah menjadi dua komponen.<\/p>\n<p data-start=\"7408\" data-end=\"7417\">Misalnya:<\/p>\n<ul data-start=\"7419\" data-end=\"7468\">\n<li data-section-id=\"f5gxrw\" data-start=\"7419\" data-end=\"7444\">Komponen horizontal (x)<\/li>\n<li data-section-id=\"2bwkvt\" data-start=\"7445\" data-end=\"7468\">Komponen vertikal (y)<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"7470\" data-end=\"7479\">Rumusnya:<\/p>\n<p data-start=\"7481\" data-end=\"7497\"><strong data-start=\"7481\" data-end=\"7497\">Vx = V cos \u03b8<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"7499\" data-end=\"7515\"><strong data-start=\"7499\" data-end=\"7515\">Vy = V sin \u03b8<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"7517\" data-end=\"7528\">Keterangan:<\/p>\n<ul data-start=\"7530\" data-end=\"7577\">\n<li data-section-id=\"1z0plhx\" data-start=\"7530\" data-end=\"7548\">V = besar vektor<\/li>\n<li data-section-id=\"axh47p\" data-start=\"7549\" data-end=\"7577\">\u03b8 = sudut terhadap sumbu x<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"7579\" data-end=\"7648\">Penguraian ini mempermudah penyelesaian berbagai soal gerak dan gaya.<\/p>\n<hr data-start=\"7650\" data-end=\"7653\" \/>\n<h2 data-section-id=\"7c7ant\" data-start=\"7655\" data-end=\"7685\">Rumus Besar Resultan Vektor<\/h2>\n<p data-start=\"7687\" data-end=\"7781\">Jika dua vektor saling tegak lurus, resultannya dapat dihitung menggunakan Teorema Pythagoras.<\/p>\n<p data-start=\"7783\" data-end=\"7801\"><strong data-start=\"7783\" data-end=\"7801\">R = \u221a(A\u00b2 + B\u00b2)<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"7803\" data-end=\"7812\">Misalnya:<\/p>\n<p data-start=\"7814\" data-end=\"7821\">A = 6 N<\/p>\n<p data-start=\"7823\" data-end=\"7830\">B = 8 N<\/p>\n<p data-start=\"7832\" data-end=\"7836\">Maka<\/p>\n<p data-start=\"7838\" data-end=\"7852\">R = \u221a(6\u00b2 + 8\u00b2)<\/p>\n<p data-start=\"7854\" data-end=\"7862\">R = \u221a100<\/p>\n<p data-start=\"7864\" data-end=\"7872\">R = 10 N<\/p>\n<hr data-start=\"7874\" data-end=\"7877\" \/>\n<h2 data-section-id=\"s0kxks\" data-start=\"7879\" data-end=\"7908\">Contoh Soal Besaran Vektor<\/h2>\n<h3 data-section-id=\"p3lhpi\" data-start=\"7910\" data-end=\"7920\">Soal 1<\/h3>\n<p data-start=\"7922\" data-end=\"8024\">Sebuah benda didorong ke timur dengan gaya 15 N kemudian didorong lagi ke arah yang sama sebesar 10 N.<\/p>\n<p data-start=\"8026\" data-end=\"8048\">Berapakah resultannya?<\/p>\n<p data-start=\"8050\" data-end=\"8061\"><strong data-start=\"8050\" data-end=\"8061\">Jawaban<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"8063\" data-end=\"8082\">Karena arahnya sama<\/p>\n<p data-start=\"8084\" data-end=\"8095\">R = 15 + 10<\/p>\n<p data-start=\"8097\" data-end=\"8128\">R = <strong data-start=\"8101\" data-end=\"8128\">25 Newton ke arah timur<\/strong><\/p>\n<hr data-start=\"8130\" data-end=\"8133\" \/>\n<h3 data-section-id=\"p3lhph\" data-start=\"8135\" data-end=\"8145\">Soal 2<\/h3>\n<p data-start=\"8147\" data-end=\"8214\">Sebuah benda ditarik ke kanan sebesar 12 N dan ke kiri sebesar 7 N.<\/p>\n<p data-start=\"8216\" data-end=\"8235\">Hitung resultannya.<\/p>\n<p data-start=\"8237\" data-end=\"8248\"><strong data-start=\"8237\" data-end=\"8248\">Jawaban<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"8250\" data-end=\"8275\">Karena arahnya berlawanan<\/p>\n<p data-start=\"8277\" data-end=\"8287\">R = 12 \u2212 7<\/p>\n<p data-start=\"8289\" data-end=\"8314\">R = <strong data-start=\"8293\" data-end=\"8314\">5 Newton ke kanan<\/strong><\/p>\n<hr data-start=\"8316\" data-end=\"8319\" \/>\n<h2 data-section-id=\"1ipnccx\" data-start=\"8321\" data-end=\"8376\">Penerapan Besaran Vektor dalam Kehidupan Sehari-hari<\/h2>\n<p data-start=\"8378\" data-end=\"8458\">Tanpa disadari, konsep besaran vektor banyak digunakan dalam berbagai aktivitas.<\/p>\n<p data-start=\"8460\" data-end=\"8491\">Beberapa contohnya antara lain:<\/p>\n<ul data-start=\"8493\" data-end=\"8736\">\n<li data-section-id=\"tk1cxk\" data-start=\"8493\" data-end=\"8531\">Menentukan arah penerbangan pesawat.<\/li>\n<li data-section-id=\"9u7h69\" data-start=\"8532\" data-end=\"8554\">Navigasi kapal laut.<\/li>\n<li data-section-id=\"opwbo7\" data-start=\"8555\" data-end=\"8568\">Sistem GPS.<\/li>\n<li data-section-id=\"6gtgpy\" data-start=\"8569\" data-end=\"8590\">Pergerakan satelit.<\/li>\n<li data-section-id=\"r437ps\" data-start=\"8591\" data-end=\"8621\">Analisis gaya pada bangunan.<\/li>\n<li data-section-id=\"v5fd5t\" data-start=\"8622\" data-end=\"8633\">Robotika.<\/li>\n<li data-section-id=\"9g3v82\" data-start=\"8634\" data-end=\"8691\">Permainan olahraga seperti sepak bola dan bulu tangkis.<\/li>\n<li data-section-id=\"rhevdc\" data-start=\"8692\" data-end=\"8715\">Perancangan jembatan.<\/li>\n<li data-section-id=\"99t7ks\" data-start=\"8716\" data-end=\"8736\">Rekayasa otomotif.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"8738\" data-end=\"8824\">Dalam dunia teknik, hampir seluruh perhitungan gaya menggunakan konsep besaran vektor.<\/p>\n<hr data-start=\"8826\" data-end=\"8829\" \/>\n<h2 data-section-id=\"hlpkar\" data-start=\"8831\" data-end=\"8871\">Kesalahan yang Sering Dilakukan Siswa<\/h2>\n<p data-start=\"8873\" data-end=\"8964\">Saat mempelajari materi ini, terdapat beberapa kesalahan yang sering terjadi, di antaranya:<\/p>\n<ul data-start=\"8966\" data-end=\"9205\">\n<li data-section-id=\"wdjwsx\" data-start=\"8966\" data-end=\"9010\">Menganggap kecepatan sama dengan kelajuan.<\/li>\n<li data-section-id=\"145xsba\" data-start=\"9011\" data-end=\"9049\">Menyamakan perpindahan dengan jarak.<\/li>\n<li data-section-id=\"pofy4u\" data-start=\"9050\" data-end=\"9091\">Melupakan arah saat menuliskan jawaban.<\/li>\n<li data-section-id=\"1a44sd0\" data-start=\"9092\" data-end=\"9162\">Menjumlahkan vektor seperti bilangan biasa tanpa memperhatikan arah.<\/li>\n<li data-section-id=\"ihbaws\" data-start=\"9163\" data-end=\"9205\">Salah menentukan komponen sumbu x dan y.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"9207\" data-end=\"9351\">Menghindari kesalahan tersebut akan membantu siswa memahami konsep vektor dengan lebih baik sekaligus mempermudah penyelesaian soal-soal Fisika.<\/p>\n<hr data-start=\"9353\" data-end=\"9356\" \/>\n<h2 data-section-id=\"1ud2mo7\" data-start=\"9358\" data-end=\"9377\">Ringkasan Materi<\/h2>\n<p data-start=\"9379\" data-end=\"9421\">Berikut ringkasan mengenai besaran vektor.<\/p>\n<div class=\"TyagGW_tableContainer\">\n<div class=\"group TyagGW_tableWrapper flex flex-col-reverse w-fit\" tabindex=\"-1\">\n<table class=\"w-fit min-w-(--thread-content-width)\" data-start=\"9423\" data-end=\"9779\">\n<thead data-start=\"9423\" data-end=\"9446\">\n<tr data-start=\"9423\" data-end=\"9446\">\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"9423\" data-end=\"9432\" data-col-size=\"sm\">Materi<\/th>\n<th class=\"last:pe-10\" data-start=\"9432\" data-end=\"9446\" data-col-size=\"md\">Penjelasan<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody data-start=\"9472\" data-end=\"9779\">\n<tr data-start=\"9472\" data-end=\"9526\">\n<td data-start=\"9472\" data-end=\"9485\" data-col-size=\"sm\">Pengertian<\/td>\n<td data-start=\"9485\" data-end=\"9526\" data-col-size=\"md\">Besaran yang memiliki besar dan arah.<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"9527\" data-end=\"9554\">\n<td data-start=\"9527\" data-end=\"9535\" data-col-size=\"sm\">Unsur<\/td>\n<td data-start=\"9535\" data-end=\"9554\" data-col-size=\"md\">Besar dan arah.<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"9555\" data-end=\"9597\">\n<td data-start=\"9555\" data-end=\"9565\" data-col-size=\"sm\">Lambang<\/td>\n<td data-start=\"9565\" data-end=\"9597\" data-col-size=\"md\">Anak panah atau huruf tebal.<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"9598\" data-end=\"9662\">\n<td data-start=\"9598\" data-end=\"9607\" data-col-size=\"sm\">Contoh<\/td>\n<td data-start=\"9607\" data-end=\"9662\" data-col-size=\"md\">Gaya, perpindahan, kecepatan, percepatan, momentum.<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"9663\" data-end=\"9717\">\n<td data-start=\"9663\" data-end=\"9678\" data-col-size=\"sm\">Bukan vektor<\/td>\n<td data-start=\"9678\" data-end=\"9717\" data-col-size=\"md\">Massa, waktu, energi, suhu, volume.<\/td>\n<\/tr>\n<tr data-start=\"9718\" data-end=\"9779\">\n<td data-start=\"9718\" data-end=\"9728\" data-col-size=\"sm\">Operasi<\/td>\n<td data-col-size=\"md\" data-start=\"9728\" data-end=\"9779\">Penjumlahan, pengurangan, penguraian, resultan.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<\/div>\n<hr data-start=\"9781\" data-end=\"9784\" \/>\n<h2 data-section-id=\"bpvrcq\" data-start=\"9786\" data-end=\"9796\">Penutup<\/h2>\n<p class=\"\" data-start=\"9798\" data-end=\"10234\"><strong data-start=\"9798\" data-end=\"9824\">Apa itu besaran vektor<\/strong> adalah salah satu konsep dasar dalam Fisika yang menjelaskan besaran yang memiliki <strong data-start=\"9908\" data-end=\"9926\">besar dan arah<\/strong>. Berbeda dengan besaran skalar yang hanya memiliki nilai, besaran vektor memerlukan informasi arah agar dapat menggambarkan suatu keadaan secara lengkap. Oleh karena itu, konsep ini menjadi dasar dalam mempelajari berbagai materi Fisika, seperti gerak, gaya, momentum, hingga medan listrik dan medan magnet.<\/p>\n<p data-start=\"10236\" data-end=\"10596\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Dengan memahami <strong data-start=\"10252\" data-end=\"10278\">apa itu besaran vektor<\/strong>, siswa akan lebih mudah membedakan berbagai jenis besaran dalam Fisika, melakukan operasi hitung vektor, serta menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan resultan gaya maupun gerak benda. Penguasaan materi ini juga menjadi bekal penting sebelum mempelajari topik Fisika yang lebih kompleks pada jenjang berikutnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Blog Rumah Pintar \u2013\u00a0Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang sering menggunakan istilah seperti &#8220;berjalan sejauh 100 meter&#8221; atau &#8220;berlari 100 meter ke arah utara&#8221;. Kedua pernyataan tersebut tampak hampir sama, tetapi sebenarnya memiliki makna yang berbeda dalam ilmu Fisika. Pernyataan pertama hanya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"default","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[295,256,36],"tags":[317],"class_list":["post-2517","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-fisika-kelas-11","category-fisika","category-konsep-dan-pelajaran","tag-fisika-sma-kelas-11"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2517","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2517"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2517\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2528,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2517\/revisions\/2528"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2517"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2517"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2517"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}