{"id":2435,"date":"2026-06-21T06:15:03","date_gmt":"2026-06-21T06:15:03","guid":{"rendered":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/?p=2435"},"modified":"2026-07-10T07:41:17","modified_gmt":"2026-07-10T07:41:17","slug":"mengenal-huruf-konsonan-rangkap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/mengenal-huruf-konsonan-rangkap\/","title":{"rendered":"Mengenal Huruf Konsonan Rangkap: Pengertian, Jenis, Aturan Penulisan, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><strong data-start=\"259\" data-end=\"278\"><b><a href=\"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\">Blog Rumah Pintar<\/a><\/b> &#8211; <\/strong>Dalam pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 6 SD, sahabat rumah pintar akan menemukan berbagai jenis kata yang memiliki susunan huruf berbeda-beda. Salah satunya adalah huruf konsonan rangkap.<\/p>\n<p>Sebuah kombinasi huruf\u00a0yang mengandung dua huruf konsonan yang ditulis berdampingan. Memahami materi ini penting karena sering muncul dalam latihan membaca, menulis, maupun soal Bahasa Indonesia di sekolah.<\/p>\n<h2><strong>Pengertian Huruf Konsonan Rangkap<\/strong><\/h2>\n<p>Huruf Konsonan rangkap adalah kata yang memiliki dua huruf konsonan atau lebih yang ditulis berurutan dalam satu suku kata atau pada pertemuan dua suku kata. Gabungan konsonan tersebut dapat berupa dua huruf yang membentuk satu bunyi ataupun dua konsonan yang tetap dibaca secara terpisah.<\/p>\n<p>Konsonan rangkap banyak ditemukan pada kata-kata serapan dari bahasa asing maupun beberapa kosakata asli bahasa Indonesia.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, pada kata praktik, terdapat gabungan konsonan kt, sedangkan pada kata struktur terdapat gabungan konsonan str.<\/p>\n<h2><strong>Jenis-Jenis Konsonan Rangkap<\/strong><\/h2>\n<p>Dalam bahasa Indonesia, konsonan rangkap dapat dibedakan menjadi dua jenis.<\/p>\n<h3><strong>Gabungan Huruf Konsonan yang Mewakili Satu Bunyi<\/strong><\/h3>\n<p>Jenis pertama adalah gabungan dua huruf konsonan yang menghasilkan satu bunyi. Dalam ejaan bahasa Indonesia, gabungan huruf ini dianggap sebagai satu kesatuan bunyi.<\/p>\n<p>Gabungan huruf tersebut meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>kh<\/strong><\/li>\n<li><strong>ng<\/strong><\/li>\n<li><strong>ny<\/strong><\/li>\n<li><strong>sy<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Contoh kata:<\/strong><\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<td><strong>Gabungan Huruf<\/strong><\/td>\n<td><strong>Contoh Kata<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>kh<\/td>\n<td>khusus, akhir, khawatir, makhluk<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>ng<\/td>\n<td>bunga, tangan, angin, bangun<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>ny<\/td>\n<td>nyamuk, minyak, menyapu, nyanyi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>sy<\/td>\n<td>syarat, masyarakat, isyarat, syukur<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Pada kata <strong>nyamuk<\/strong>, misalnya, huruf <strong>n<\/strong> dan <strong>y<\/strong> dibaca sebagai satu bunyi, bukan dua bunyi yang terpisah.<\/p>\n<h3><strong>Gabungan Konsonan yang Tetap Dibaca Terpisah<\/strong><\/h3>\n<p>Jenis kedua adalah dua atau lebih huruf konsonan yang ditulis berdampingan, tetapi masing-masing tetap diucapkan sesuai bunyinya. Gabungan seperti ini umumnya terdapat pada kata serapan.<\/p>\n<p><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>praktik<\/li>\n<li>struktur<\/li>\n<li>truk<\/li>\n<li>drama<\/li>\n<li>grafik<\/li>\n<li>plastik<\/li>\n<li>program<\/li>\n<li>produk<\/li>\n<li>klasifikasi<\/li>\n<li>transfer<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pada kata <strong>praktik<\/strong>, gabungan huruf <strong>pr<\/strong> dan <strong>kt<\/strong> tidak membentuk bunyi baru, melainkan tetap dibaca sesuai masing-masing huruf.<\/p>\n<h2><strong>Aturan Penulisan Konsonan Rangkap<\/strong><\/h2>\n<p>Dalam bahasa Indonesia, penulisan konsonan rangkap mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Beberapa aturan yang perlu diperhatikan antara lain:<\/p>\n<h3><strong>Ditulis Sesuai Bentuk Kata Baku<\/strong><\/h3>\n<p>Konsonan rangkap harus ditulis sesuai ejaan yang benar.<\/p>\n<p><strong>Contoh yang benar:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>praktik<\/li>\n<li>struktur<\/li>\n<li>grafik<\/li>\n<li>syarat<\/li>\n<li>khusus<\/li>\n<\/ul>\n<p>Hindari mengubah susunan huruf karena dapat menyebabkan kesalahan penulisan.<\/p>\n<h3><strong>Tidak Dipisahkan Jika Merupakan Satu Bunyi<\/strong><\/h3>\n<p>Gabungan huruf <strong>kh<\/strong>, <strong>ng<\/strong>, <strong>ny<\/strong>, dan <strong>sy<\/strong> tidak boleh dipisahkan karena merupakan satu kesatuan bunyi.<\/p>\n<p><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>bunga<\/li>\n<li>syukur<\/li>\n<li>khazanah<\/li>\n<li>nyamuk<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Tetap Dipertahankan pada Kata Serapan<\/strong><\/h3>\n<p>Banyak kata serapan mempertahankan gabungan konsonan dari bahasa asalnya.<\/p>\n<p>Misalnya:<\/p>\n<ul>\n<li>program<\/li>\n<li>proyek<\/li>\n<li>praktik<\/li>\n<li>struktur<\/li>\n<li>grafik<\/li>\n<li>transaksi<\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong>Contoh Huruf Konsonan Rangkap<\/strong><\/h2>\n<p>Berikut beberapa contoh Huruf Konsonan rangkap berdasarkan jenisnya.<\/p>\n<h3><strong>Kata dengan Gabungan Huruf kh<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li>khusus<\/li>\n<li>akhir<\/li>\n<li>makhluk<\/li>\n<li>khawatir<\/li>\n<li>ikhlas<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Kata dengan Gabungan Huruf ng<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li>bunga<\/li>\n<li>angin<\/li>\n<li>tangan<\/li>\n<li>bangun<\/li>\n<li>mengaji<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Kata dengan Gabungan Huruf ny<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li>nyamuk<\/li>\n<li>nyanyi<\/li>\n<li>minyak<\/li>\n<li>menyapu<\/li>\n<li>banyak<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Kata dengan Gabungan Huruf sy<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li>syarat<\/li>\n<li>syukur<\/li>\n<li>masyarakat<\/li>\n<li>isyarat<\/li>\n<li>syair<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Kata dengan Gabungan Konsonan Lain<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li>praktik<\/li>\n<li>struktur<\/li>\n<li>grafik<\/li>\n<li>drama<\/li>\n<li>truk<\/li>\n<li>plastik<\/li>\n<li>program<\/li>\n<li>produk<\/li>\n<li>klasifikasi<\/li>\n<li>transfer<\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong>Contoh Kalimat Menggunakan Huruf Konsonan Rangkap<\/strong><\/h2>\n<p>Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh penggunaannya dalam kalimat.<\/p>\n<ul>\n<li>Guru menjelaskan <strong>struktur<\/strong> tumbuhan kepada siswa.<\/li>\n<li>Ayah membeli <strong>plastik<\/strong> untuk membungkus barang.<\/li>\n<li>Adik sedang belajar menyanyikan sebuah <strong>syair<\/strong>.<\/li>\n<li>Dokter memberikan <strong>praktik<\/strong> kesehatan kepada mahasiswa.<\/li>\n<li>Kami harus memenuhi semua <strong>syarat<\/strong> pendaftaran.<\/li>\n<li><strong>Nyamuk<\/strong> berkembang biak di tempat yang tergenang air.<\/li>\n<li>Mereka menyusun <strong>program<\/strong> kerja untuk satu tahun ke depan.<\/li>\n<li>Kakak sangat <strong>khawatir<\/strong> karena adiknya belum pulang.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong>Cara Mengenali Huruf Konsonan Rangkap<\/strong><\/h2>\n<p>Agar lebih mudah menemukan huruf konsonan rangkap, lakukan langkah-langkah berikut.<\/p>\n<ol>\n<li>Perhatikan susunan huruf dalam sebuah kata.<\/li>\n<li>Cari apakah terdapat dua atau lebih huruf konsonan yang berdampingan.<\/li>\n<li>Tentukan apakah gabungan tersebut membentuk satu bunyi, seperti <strong>ng<\/strong>, <strong>ny<\/strong>, <strong>kh<\/strong>, dan <strong>sy<\/strong>, atau tetap dibaca terpisah, seperti <strong>pr<\/strong>, <strong>tr<\/strong>, <strong>kr<\/strong>, atau <strong>str<\/strong>.<\/li>\n<li>Pastikan penulisannya sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang baku.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Kesalahan yang Sering Terjadi<\/strong><\/p>\n<p>Saat mempelajari Huruf Konsonan rangkap, masih banyak siswa yang melakukan beberapa kesalahan berikut.<\/p>\n<ul>\n<li>menganggap semua huruf konsonan yang berdampingan menghasilkan satu bunyi;<\/li>\n<li>salah mengeja kata yang mengandung gabungan <strong>kh<\/strong>, <strong>ng<\/strong>, <strong>ny<\/strong>, atau <strong>sy<\/strong>;<\/li>\n<li>menghilangkan salah satu huruf konsonan pada kata serapan;<\/li>\n<li>menulis kata tidak sesuai dengan ejaan baku.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p>Gimana? sudah paham kan bahwa Huruf Konsonan rangkap adalah kata yang mengandung dua atau lebih huruf konsonan yang ditulis berdampingan. Dalam bahasa Indonesia, konsonan rangkap dapat berupa gabungan huruf yang membentuk satu bunyi, seperti kh, ng, ny, dan sy, maupun gabungan konsonan yang tetap dibaca terpisah, seperti pr, tr, dan str.<\/p>\n<p>Dengan memahami Huruf Konsonan rangkap, sahabat rumah pintar akan lebih mudah membaca, menulis, dan mengeja kata sesuai kaidah Bahasa Indonesia yang benar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Blog Rumah Pintar &#8211; Dalam pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 6 SD, sahabat rumah pintar akan menemukan berbagai jenis kata yang memiliki susunan huruf berbeda-beda. Salah satunya adalah huruf konsonan rangkap. Sebuah kombinasi huruf\u00a0yang mengandung dua huruf konsonan yang ditulis berdampingan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2442,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"default","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[251,263,36],"tags":[314],"class_list":["post-2435","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia","category-bahasa-indonesia-kelas-6","category-konsep-dan-pelajaran","tag-bahasa-indonesia-sd-kelas-6"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2435","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2435"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2435\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2446,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2435\/revisions\/2446"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2442"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2435"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2435"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2435"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}