{"id":2403,"date":"2026-06-20T06:22:21","date_gmt":"2026-06-20T06:22:21","guid":{"rendered":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/?p=2403"},"modified":"2026-06-30T05:31:42","modified_gmt":"2026-06-30T05:31:42","slug":"mengenal-apa-itu-antonim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/mengenal-apa-itu-antonim\/","title":{"rendered":"Mengenal Apa Itu Antonim? Pengertian, Jenis-Jenis, Ciri, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><b><a href=\"http:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\">Rumah Pintar<\/a>\u00a0\u2013\u00a0<\/b>Apa itu antonim<span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan salah satu pertanyaan yang sering muncul ketika sahabat Rumah Pintar menemukan pasangan kata seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">besar-kecil<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tinggi-rendah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hidup-mati<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hubungan makna yang saling berlawanan ini menjadi salah satu materi penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SDkarena sering digunakan dalam percakapan, membaca, maupun menulis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memahami materi ini, sahabat Rumah Pintar dapat menggunakan kosakata secara lebih tepat dan memahami hubungan makna kata dengan lebih baik.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu Antonim?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara sederhana, antonim adalah kata yang memiliki makna berlawanan dengan kata lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bahasa Indonesia, antonim sering disebut sebagai <\/span><b>lawan kata<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Hubungan antonim menunjukkan adanya pertentangan, kebalikan, atau kontras makna antara dua kata yang dibandingkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Panas \u00d7 Dingin<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Besar \u00d7 Kecil<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tinggi \u00d7 Rendah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup \u00d7 Mati<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasangan kata tersebut menunjukkan makna yang saling berlawanan sehingga disebut antonim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun sering dianggap sekadar lawan kata, dalam kajian linguistik hubungan antonim ternyata lebih kompleks. Tidak semua kata yang berlawanan memiliki pola pertentangan yang sama. Oleh karena itu, para ahli bahasa membagi antonim ke dalam beberapa jenis.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengertian Antonim Menurut KBBI<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (<a href=\"https:\/\/kbbi.web.id\/antonim\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">KBBI<\/a>), antonim adalah:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata yang berlawanan makna dengan kata lain; oposisi makna; perlawanan kata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">KBBI juga menjelaskan bahwa antonim merupakan leksem atau satuan bahasa yang berpasangan secara antonimi, yaitu memiliki hubungan makna yang saling bertentangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baik merupakan antonim dari buruk.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kaya merupakan antonim dari miskin.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Naik merupakan antonim dari turun.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa antonim tidak hanya menunjukkan kebalikan makna, tetapi juga hubungan semantik yang saling bertentangan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Asal-Usul Kata Antonim<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara etimologi, kata antonim berasal dari bahasa Yunani Kuno.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata ini terbentuk dari dua unsur, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Anti<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berarti melawan atau berkebalikan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Onoma<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berarti nama.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika digabungkan, antonim secara harfiah berarti <\/span><b>&#8220;nama lain yang berlawanan&#8221;<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asal-usul kata ini menggambarkan fungsi antonim sebagai pasangan kata yang menunjukkan makna yang saling bertentangan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jenis-Jenis Antonim<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kajian linguistik, terdapat tiga jenis antonim yang paling umum dibahas, yaitu oposisi mutlak, oposisi kutub, dan oposisi relasional.<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Oposisi Mutlak (Antonim Biner atau Kontradiktif)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oposisi mutlak adalah hubungan antonim yang bersifat tegas dan tidak memiliki nilai tengah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika suatu hal bukan A, maka secara otomatis hal tersebut adalah B.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis antonim ini mirip dengan konsep benar atau salah dalam logika. Tidak ada kondisi di antara keduanya.<\/span><\/p>\n<h4><b>Ciri-Ciri Oposisi Mutlak<\/b><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak memiliki tingkatan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak memiliki nilai tengah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bersifat pasti dan tegas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika salah satu benar, maka yang lain otomatis salah.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4><b>Contoh Oposisi Mutlak<\/b><\/h4>\n<h5><b>Hidup \u00d7 Mati<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seseorang tidak mungkin berada di antara hidup dan mati dalam pengertian biologis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika tidak hidup, berarti mati.<\/span><\/p>\n<h5><b>Genap \u00d7 Ganjil<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam matematika, suatu bilangan pasti termasuk genap atau ganjil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada kategori di tengah-tengah keduanya.<\/span><\/p>\n<h5><b>Lulus \u00d7 Gagal<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil ujian biasanya hanya memiliki dua kemungkinan utama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seseorang tidak dapat disebut &#8220;agak lulus&#8221; atau &#8220;setengah gagal&#8221;.<\/span><\/p>\n<h5><b>Pria \u00d7 Wanita<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam konteks administrasi dasar dan klasifikasi tradisional, kedua istilah ini sering digunakan sebagai contoh oposisi mutlak.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Oposisi Kutub (Antonim Gradasi)<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oposisi kutub adalah hubungan antonim yang memiliki banyak tingkatan di antara dua kutub yang berlawanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan oposisi mutlak, jenis antonim ini memiliki spektrum atau rentang nilai tengah.<\/span><\/p>\n<h4><b>Ciri-Ciri Oposisi Kutub<\/b><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki gradasi atau tingkatan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat menggunakan kata keterangan seperti sangat, cukup, agak, atau kurang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bersifat relatif.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak selalu memiliki batas yang tegas.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4><b>Contoh Oposisi Kutub<\/b><\/h4>\n<h5><b>Panas \u00d7 Dingin<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di antara panas dan dingin terdapat kondisi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hangat<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejuk<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suam-suam kuku<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena memiliki nilai tengah, pasangan ini termasuk oposisi kutub.<\/span><\/p>\n<h5><b>Tinggi \u00d7 Rendah<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di antara tinggi dan rendah terdapat berbagai tingkatan seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sedang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cukup tinggi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agak rendah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h5><b>Kaya \u00d7 Miskin<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seseorang tidak selalu berada pada kategori kaya atau miskin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada kategori lain seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menengah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cukup mampu<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berkecukupan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h5><b>Mahal \u00d7 Murah<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harga suatu barang dapat berada pada berbagai tingkatan sehingga termasuk antonim kutub.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Oposisi Relasional<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oposisi relasional adalah hubungan antonim yang saling melengkapi dan hanya dapat dipahami melalui hubungan dengan pasangannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata yang satu tidak akan memiliki makna yang utuh tanpa keberadaan kata pasangannya.<\/span><\/p>\n<h4><b>Ciri-Ciri Oposisi Relasional<\/b><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menunjukkan hubungan timbal balik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua kata saling membutuhkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berkaitan dengan peran, arah, atau hubungan tertentu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4><b>Contoh Oposisi Relasional<\/b><\/h4>\n<h5><b>Penjual \u00d7 Pembeli<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Transaksi tidak akan terjadi jika hanya ada penjual atau hanya ada pembeli.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua peran tersebut saling melengkapi.<\/span><\/p>\n<h5><b>Memberi \u00d7 Menerima<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika seseorang memberi, pasti ada pihak yang menerima.<\/span><\/p>\n<h5><b>Guru \u00d7 Murid<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hubungan keduanya saling terkait dalam proses pembelajaran.<\/span><\/p>\n<h5><b>Orang Tua \u00d7 Anak<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua istilah tersebut menunjukkan hubungan yang saling berkaitan.<\/span><\/p>\n<h5><b>Atas \u00d7 Bawah<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua kata menunjukkan posisi relatif terhadap suatu titik acuan.<\/span><\/p>\n<h5><b>Utara \u00d7 Selatan<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makna keduanya muncul karena adanya hubungan arah yang saling berlawanan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Perbedaan Jenis-Jenis Antonim<\/b><\/h2>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><b>Jenis Antonim<\/b><\/td>\n<td><b>Apakah Ada Nilai Tengah?<\/b><\/td>\n<td><b>Jika Tidak A Apakah Pasti B?<\/b><\/td>\n<td><b>Contoh<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Oposisi Mutlak<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Ya<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup \u00d7 Mati<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Oposisi Kutub<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Ada<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak selalu<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Panas \u00d7 Dingin<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Oposisi Relasional<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak relevan<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak relevan<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Penjual \u00d7 Pembeli<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><b>20 Contoh Antonim dalam Bahasa Indonesia<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut beberapa contoh antonim yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><b>Kata<\/b><\/td>\n<td><b>Antonim<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Asli<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Palsu<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Berani<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Takut<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Cepat<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Lambat<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Datang<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Pergi<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Efisien<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Boros<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Fakta<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Opini<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Gembira<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Sedih<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Hemat<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Boros<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Indah<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Buruk<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Jinak<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Liar<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kuat<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Lemah<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Lurus<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Bengkok<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Modern<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kuno<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Naik<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Turun<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Optimis<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Pesimis<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Penuh<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kosong<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Ramai<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Sepi<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Subur<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tandus<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Tinggi<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Rendah<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Untung<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Rugi<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><b>Contoh Penggunaan Antonim dalam Kalimat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar lebih mudah memahami arti antonim, perhatikan beberapa contoh berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jalan menuju sekolah sangat ramai hari ini, tetapi jalan belakang terlihat sepi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Harga buku tersebut cukup murah, sedangkan harga ensiklopedia itu sangat mahal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dani termasuk siswa yang optimis, sedangkan temannya cenderung pesimis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pohon di halaman sekolah tumbuh subur, tetapi tanaman di lahan tandus sulit berkembang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lift sedang naik ke lantai lima, sementara lift lainnya turun ke lantai dasar.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui contoh-contoh tersebut, sahabat Rumah Pintar dapat memahami apa itu antonim dan bagaimana antonim digunakan dalam berbagai konteks kalimat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rumah Pintar\u00a0\u2013\u00a0Apa itu antonim merupakan salah satu pertanyaan yang sering muncul ketika sahabat Rumah Pintar menemukan pasangan kata seperti besar-kecil, tinggi-rendah, atau hidup-mati.\u00a0 Hubungan makna yang saling berlawanan ini menjadi salah satu materi penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2405,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"default","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[262,251,36],"tags":[84,313],"class_list":["post-2403","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia-kelas-5","category-bahasa-indonesia","category-konsep-dan-pelajaran","tag-bahasa-indonesia","tag-kelas-5-sd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2403","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2403"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2403\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2406,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2403\/revisions\/2406"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2405"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2403"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2403"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2403"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}