{"id":2399,"date":"2026-06-20T05:20:38","date_gmt":"2026-06-20T05:20:38","guid":{"rendered":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/?p=2399"},"modified":"2026-06-30T05:21:08","modified_gmt":"2026-06-30T05:21:08","slug":"apa-itu-sinonim-jenis-ciri-contohnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/apa-itu-sinonim-jenis-ciri-contohnya\/","title":{"rendered":"Apa Itu Sinonim? Pengertian, Jenis-Jenis, Ciri, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><b><a href=\"http:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\">Rumah Pintar<\/a> &#8211; <\/b>Apa itu sinonim<span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam pelajaran Bahasa Indonesia, terutama saat mempelajari kosakata, semantik, dan hubungan makna antarkata. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang sering menggunakan kata yang berbeda untuk menyampaikan maksud yang sama atau hampir sama. Hubungan kesamaan makna tersebut dikenal dengan istilah sinonim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memahami sinonim sangat penting karena dapat membantu sahabat Rumah Pintar memperkaya perbendaharaan kata, meningkatkan kemampuan menulis, serta membuat komunikasi menjadi lebih efektif. Melalui pembahasan ini, sahabat Rumah Pintar akan mempelajari arti sinonim menurut KBBI dan para ahli, asal-usul kata sinonim, jenis-jenis sinonim, karakteristiknya, hingga berbagai contoh yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu Sinonim?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara sederhana, sinonim adalah dua kata atau lebih yang memiliki makna sama atau hampir sama sehingga dapat digunakan untuk menggantikan satu sama lain dalam kondisi tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, sinonim sering disebut juga sebagai <\/span><b>padanan kata<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><b>persamaan kata<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Penggunaan sinonim membantu seseorang menghindari pengulangan kata yang berlebihan sehingga tulisan atau percakapan menjadi lebih menarik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, kata <\/span><b>cerdas<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki makna yang mirip dengan kata <\/span><b>pintar<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Begitu pula kata <\/span><b>bahagia<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki kemiripan makna dengan kata <\/span><b>gembira<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, penting untuk dipahami bahwa tidak semua sinonim memiliki makna yang benar-benar sama. Banyak kata yang hanya memiliki kemiripan makna pada konteks tertentu saja.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengertian Sinonim Menurut KBBI<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (<a href=\"https:\/\/kbbi.web.id\/sinonim\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">KBBI<\/a>), sinonim didefinisikan sebagai:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Bentuk bahasa yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk bahasa lain; muradif.&#8221;<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari definisi tersebut dapat dipahami bahwa sinonim merupakan hubungan antara dua bentuk bahasa yang mempunyai kesamaan atau kemiripan makna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">KBBI juga mengenal istilah <\/span><b>kesinoniman<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu hubungan yang terjadi antara dua kata atau lebih yang memiliki persamaan pengertian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski demikian, KBBI menegaskan bahwa hubungan sinonim tidak selalu berarti memiliki makna yang sama persis 100 persen. Dalam banyak kasus, kemiripan makna itulah yang membuat suatu kata dapat digunakan sebagai pengganti kata lainnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengertian Sinonim Menurut Para Ahli<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">J.W.M. Verhaar dalam buku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Asas-Asas Linguistik Umum<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menyatakan bahwa sinonim adalah ungkapan yang maknanya kurang lebih sama dengan ungkapan lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perhatikan penggunaan istilah &#8220;kurang lebih sama&#8221;. Verhaar menekankan bahwa hampir tidak ada dua kata berbeda yang memiliki makna identik dalam seluruh konteks penggunaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rumah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kediaman<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kedua kata tersebut memiliki makna yang hampir sama, tetapi nuansa penggunaannya berbeda. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Abdul Chaer, sinonim adalah hubungan semantik yang menunjukkan adanya kesamaan makna antara satu satuan ujaran dengan satuan ujaran lainnya. <\/span><\/p>\n<h3>Karakter Kata Bersinonim<\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Abdul Chaer menjelaskan bahwa hubungan sinonim memiliki dua karakteristik penting, yaitu:<\/span><\/p>\n<h4><b>1. Bersifat Simetris<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kata A merupakan sinonim dari kata B, maka kata B juga merupakan sinonim dari kata A.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pintar = Cerdas<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cerdas = Pintar<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4><b>2. Bersifat Tumpang Tindih<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makna kedua kata memiliki irisan yang cukup besar sehingga dapat digunakan untuk menggantikan satu sama lain dalam situasi tertentu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Asal-Usul Kata Sinonim<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kajian etimologi atau asal-usul kata, istilah sinonim berasal dari bahasa Inggris <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">synonym<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata tersebut berakar dari bahasa Yunani Kuno yang terdiri atas dua unsur, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Syn<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berarti bersama atau dengan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Onoma<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berarti nama.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika digabungkan, sinonim secara harfiah berarti <\/span><b>&#8220;nama lain untuk hal yang sama.&#8221;<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asal-usul ini menunjukkan bahwa sejak awal konsep sinonim memang digunakan untuk menggambarkan adanya beberapa nama atau kata yang merujuk pada makna yang sama atau hampir sama.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jenis-Jenis Sinonim\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kajian semantik atau ilmu makna, sinonim tidak selalu berarti dua kata yang memiliki arti sama persis. Para ahli bahasa membagi sinonim menjadi beberapa jenis berdasarkan tingkat kesamaan maknanya dan konteks penggunaannya. Secara umum, terdapat tiga jenis sinonim yang paling sering dipelajari, yaitu sinonim mutlak, sinonim semirip, dan sinonim selingkung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memahami ketiga jenis tersebut, sahabat Rumah Pintar dapat mengetahui mengapa tidak semua kata yang dianggap memiliki arti sama dapat digunakan secara bebas dalam setiap kalimat.<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Sinonim Mutlak<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sinonim mutlak (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">absolute synonym<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) adalah dua kata atau lebih yang memiliki makna benar-benar sama sehingga dapat saling menggantikan dalam berbagai situasi tanpa mengubah arti maupun nuansa kalimat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam teori linguistik, sinonim mutlak sebenarnya sangat jarang ditemukan. Sebuah bahasa cenderung berkembang dengan memberikan fungsi atau nuansa yang berbeda pada setiap kata. Oleh karena itu, sangat sedikit kata yang benar-benar identik maknanya dalam semua konteks.<\/span><\/p>\n<h4><b>Ciri-Ciri Sinonim Mutlak<\/b><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki makna yang sama secara penuh.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat saling menggantikan dalam hampir semua kalimat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak dipengaruhi oleh konteks penggunaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak menimbulkan perubahan makna maupun nilai rasa.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4><b>Contoh Sinonim Mutlak<\/b><\/h4>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><b>Kata<\/b><\/td>\n<td><b>Sinonim<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Laris<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Laku<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kosmetik<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Alat kecantikan<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kucing<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Meong<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h4><b>Contoh Penggunaan dalam Kalimat<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat pertama:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Saya membeli produk kosmetik di toko tersebut.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat kedua:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Saya membeli alat kecantikan di toko tersebut.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makna kedua kalimat tersebut tetap sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Dagangan pedagang itu sangat laris hari ini.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Dagangan pedagang itu sangat laku hari ini.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pergantian kata tidak mengubah informasi yang disampaikan.<\/span><\/p>\n<h4><b>Mengapa Sinonim Mutlak Jarang Ditemukan?<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut para ahli bahasa, hampir setiap kata memiliki perbedaan kecil dalam penggunaan, konteks, atau nilai rasa. Karena itulah, kebanyakan kata yang dianggap sinonim sebenarnya lebih tepat digolongkan sebagai sinonim semirip.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_2401\" aria-describedby=\"caption-attachment-2401\" style=\"width: 819px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2401 size-large\" src=\"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/jenis-sinonim-819x1024.jpg\" alt=\"Apa Itu Sinonim\" width=\"819\" height=\"1024\" srcset=\"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/jenis-sinonim-819x1024.jpg 819w, https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/jenis-sinonim-240x300.jpg 240w, https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/jenis-sinonim-768x960.jpg 768w, https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/jenis-sinonim.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 819px) 100vw, 819px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2401\" class=\"wp-caption-text\">Jenis-jenis sinonim (Grafis: Rumah Pintar)<\/figcaption><\/figure>\n<h3><b>2. Sinonim Semirip<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sinonim semirip (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">near synonym<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) merupakan kata-kata yang memiliki makna hampir sama, tetapi tidak selalu dapat saling menggantikan dalam semua situasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis sinonim ini paling banyak ditemukan dalam bahasa Indonesia. Dua kata mungkin memiliki arti yang sangat dekat, tetapi tetap mempunyai perbedaan makna tertentu sehingga penggunaannya harus memperhatikan konteks.<\/span><\/p>\n<h4><b>Ciri-Ciri Sinonim Semirip<\/b><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Maknanya sangat dekat, tetapi tidak identik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat digunakan sebagai pengganti hanya pada konteks tertentu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki perbedaan nuansa makna atau tingkat formalitas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat menimbulkan kejanggalan jika digunakan pada konteks yang salah.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4><b>Contoh Sinonim Semirip: Lahiriah dan Jasmaniah<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua kata ini sering dianggap memiliki arti yang sama karena sama-sama berkaitan dengan tubuh atau aspek fisik manusia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh yang dapat dipertukarkan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kebutuhan lahiriah manusia harus terpenuhi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kebutuhan jasmaniah manusia harus terpenuhi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada kalimat tersebut, kedua kata memiliki makna yang hampir sama sehingga dapat saling menggantikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun perhatikan contoh berikut:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara lahiriah dia terlihat tenang, tetapi sebenarnya sedang cemas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lahiriah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada kalimat tersebut berarti &#8220;yang tampak dari luar&#8221;. Jika diganti menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">jasmaniah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kalimat menjadi tidak tepat karena maknanya berubah.<\/span><\/p>\n<h4><b>Contoh Sinonim Semirip Lainnya<\/b><\/h4>\n<h5><b>Pintar dan Cerdas<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Rani adalah siswa yang <em>pintar<\/em>.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Rani adalah siswa yang <em>cerdas<\/em>.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua kalimat memiliki makna yang hampir sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cerdas<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sering digunakan untuk menunjukkan kemampuan berpikir yang tinggi, sedangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pintar<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat digunakan lebih luas, termasuk pada keterampilan tertentu.<\/span><\/p>\n<h5><b>Rumah dan Kediaman<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia baru membeli rumah di pusat kota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia baru membeli kediaman di pusat kota.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makna kedua kalimat mirip, tetapi kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kediaman<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terdengar lebih formal dibandingkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rumah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h5><b>Mati dan Wafat<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kakeknya wafat kemarin malam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">wafat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mati<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki makna dasar yang sama, yaitu berakhirnya kehidupan. Namun kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">wafat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> digunakan sebagai bentuk penghormatan, sedangkan kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mati<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bersifat netral atau umum.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Sinonim Selingkung<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sinonim selingkung (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">contextual synonym<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) adalah kata-kata yang hanya dapat dianggap sinonim dalam lingkungan, bidang, atau konteks tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis sinonim ini sangat bergantung pada ranah pembicaraan. Di satu konteks kedua kata dapat memiliki makna yang sama, tetapi pada konteks lain keduanya memiliki arti yang berbeda.<\/span><\/p>\n<h4><b>Ciri-Ciri Sinonim Selingkung<\/b><\/h4>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bergantung pada konteks penggunaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya muncul pada bidang tertentu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak dapat digunakan secara bebas di semua situasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Makna berubah ketika digunakan di luar lingkungannya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4><b>Contoh Sinonim Selingkung: Lemah dan Lemas<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam konteks kondisi tubuh:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Badanku terasa lemah sejak pagi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Badanku terasa lemas sejak pagi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua kalimat memiliki arti yang hampir sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun pada konteks lain:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Struktur bangunan itu lemah menghadapi gempa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat tersebut tidak dapat diubah menjadi:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Struktur bangunan itu lemas menghadapi gempa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lemas<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> umumnya digunakan untuk kondisi fisik manusia atau makhluk hidup, sedangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lemah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki cakupan makna yang lebih luas.<\/span><\/p>\n<h4><b>Contoh Sinonim Selingkung Lainnya<\/b><\/h4>\n<h5><b>Murid dan Siswa<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam lingkungan pendidikan, kedua kata ini sering dianggap memiliki makna yang sama.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Murid kelas VII mengikuti ujian.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Siswa kelas VII mengikuti ujian.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun dalam konteks tertentu, istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">siswa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lebih sering digunakan dalam administrasi sekolah formal.<\/span><\/p>\n<h5><b>Dokter dan Tabib<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam konteks pelayanan kesehatan, kedua kata sama-sama merujuk pada orang yang mengobati penyakit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dokter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> digunakan dalam dunia medis modern, sedangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tabib<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lebih sering digunakan pada pengobatan tradisional atau konteks sejarah.<\/span><\/p>\n<h5><b>Kendaraan dan Armada<\/b><\/h5>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada konteks transportasi tertentu, armada dapat merujuk pada kumpulan kendaraan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun kedua kata tidak selalu dapat dipertukarkan karena memiliki cakupan makna yang berbeda.<\/span><\/p>\n<h2><b>Perbandingan Tiga Jenis Sinonim<\/b><\/h2>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><b>Jenis Sinonim<\/b><\/td>\n<td><b>Tingkat Kesamaan Makna<\/b><\/td>\n<td><b>Dapat Saling Menggantikan<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Sinonim Mutlak<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Hampir 100% sama<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, dalam semua konteks<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Sinonim Semirip<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Sangat mirip<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya dalam konteks tertentu<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Sinonim Selingkung<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Bergantung pada bidang tertentu<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya dalam lingkungan tertentu<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Ciri-Ciri Kata yang Bersinonim<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sahabat Rumah Pintar dapat mengenali sinonim melalui beberapa ciri berikut:<\/span><\/p>\n<h3><b>Memiliki Kemiripan Makna<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua kata mengacu pada konsep yang sama atau hampir sama.<\/span><\/p>\n<h3><b>Dapat Menggantikan Satu Sama Lain<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam konteks tertentu, kata tersebut dapat saling menggantikan.<\/span><\/p>\n<h3><b>Berasal dari Bentuk Kata yang Berbeda<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun berbeda bentuk, kedua kata memiliki makna yang berdekatan.<\/span><\/p>\n<h3><b>Memiliki Perbedaan Nuansa<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak sinonim memiliki perbedaan nilai rasa, tingkat formalitas, atau konteks penggunaan.<\/span><\/p>\n<h2><b>20 Contoh Sinonim dalam Bahasa Indonesia<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut contoh sinonim yang sering ditemukan dalam percakapan maupun tulisan:<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><b>Kata<\/b><\/td>\n<td><b>Sinonim<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Besar<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Agung<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Memandang<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Pakaian<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Busana<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Pintar<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Cerdas<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Mati<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Wafat<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Bohong<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Dusta<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Bahagia<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Gembira<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Sedih<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Duka<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Cantik<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Indah<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Bertemu<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Berjumpa<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Cepat<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Laju<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Haus<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Dahaga<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Hewan<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Binatang<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Target<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Sasaran<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Mengerti<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Paham<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Zaman<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Era<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Sukar<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Sulit<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Kawan<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Sahabat<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Luas<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Lapang<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><b>Contoh Kalimat Menggunakan Sinonim<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar lebih mudah memahami arti sinonim, perhatikan beberapa contoh berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rina adalah siswa yang pintar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rina adalah siswa yang cerdas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ayah merasa bahagia atas prestasi anaknya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ayah merasa gembira atas prestasi anaknya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kami bertemu di perpustakaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kami berjumpa di perpustakaan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari contoh tersebut terlihat bahwa pergantian kata tidak mengubah makna utama kalimat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menggunakan Sinonim<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski memiliki makna mirip, tidak semua sinonim dapat digunakan secara sembarangan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan sinonim tanpa memperhatikan konteks.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengabaikan perbedaan tingkat formalitas kata.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan sinonim yang memiliki nilai rasa berbeda.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memaksakan pertukaran kata pada semua situasi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, sahabat Rumah Pintar perlu memahami konteks kalimat sebelum mengganti suatu kata dengan sinonimnya.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Dengan memahami pengertian apa itu sinonim, ciri-ciri, jenis, serta contoh penggunaannya, sahabat Rumah Pintar dapat memperkaya kosakata sekaligus meningkatkan kemampuan berbahasa secara lebih efektif. <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rumah Pintar &#8211; Apa itu sinonim merupakan salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam pelajaran Bahasa Indonesia, terutama saat mempelajari kosakata, semantik, dan hubungan makna antarkata. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang sering menggunakan kata yang berbeda untuk menyampaikan maksud yang sama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2400,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"default","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[262,251,36],"tags":[84,312],"class_list":["post-2399","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bahasa-indonesia-kelas-5","category-bahasa-indonesia","category-konsep-dan-pelajaran","tag-bahasa-indonesia","tag-kelas-v-sd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2399","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2399"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2399\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2402,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2399\/revisions\/2402"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2400"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2399"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2399"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2399"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}