{"id":2086,"date":"2026-04-02T09:33:55","date_gmt":"2026-04-02T09:33:55","guid":{"rendered":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/?p=2086"},"modified":"2026-04-08T08:41:41","modified_gmt":"2026-04-08T08:41:41","slug":"konsep-perbandingan-senilai-dan-berbalik-nilai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/konsep-perbandingan-senilai-dan-berbalik-nilai\/","title":{"rendered":"Konsep Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai, Kuasai Materi Kunci TKA Matematika SMP"},"content":{"rendered":"<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><a href=\"http:\/\/rumahpintar.co.id\"><strong>Bimbel Rumah Pintar<\/strong><\/a> &#8211; Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada situasi yang membutuhkan kemampuan membandingkan dua besaran. Misalnya, jika ingin membeli lebih banyak barang, berapa tambahan uang yang harus disiapkan? Atau jika ingin menyelesaikan pekerjaan lebih cepat, berapa banyak pekerja tambahan yang diperlukan? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini terletak pada pemahaman yang kuat tentang\u00a0<strong>perbandingan senilai dan berbalik nilai<\/strong>.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Kompetensi ini merupakan salah satu materi yang paling sering diuji dalam TKA Matematika SMP karena aplikasinya yang luas dan sangat kontekstual. Artikel ini akan membahas tuntas mulai dari konsep dasar, ciri-ciri, rumus, tabel pembeda, strategi jitu, contoh soal TKA, hingga latihan mandiri.<\/p>\n<hr \/>\n<h2>Apa Itu Perbandingan Senilai? Memahami Hubungan Searah<\/h2>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Sebelum membahas lebih jauh, mari pahami dulu apa yang dimaksud dengan perbandingan senilai. Perbandingan senilai adalah hubungan antara dua besaran di mana jika besaran pertama naik, maka besaran kedua juga naik; sebaliknya, jika besaran pertama turun, besaran kedua juga turun. Hubungan ini sering disebut sebagai proporsi langsung atau searah.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Ciri-ciri perbandingan senilai:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Hasil kali silang sama: a\u2081\/a\u2082 = b\u2081\/b\u2082<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Grafik berupa garis lurus melalui titik asal (0,0)<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Rasio kedua besaran tetap (konstan)<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Rumus yang digunakan:<\/strong><\/p>\n<div class=\"md-code-block md-code-block-light\">\n<div class=\"md-code-block-banner-wrap\">\n<div class=\"md-code-block-banner md-code-block-banner-lite\">\n<div class=\"_121d384\">\n<div class=\"d2a24f03\"><span class=\"d813de27\">text<\/span><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<pre>a\u2081\/a\u2082 = b\u2081\/b\u2082   atau   a\u2081 \u00d7 b\u2082 = a\u2082 \u00d7 b\u2081<\/pre>\n<\/div>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Contoh dalam kehidupan sehari-hari:<\/strong><\/p>\n<div class=\"ds-scroll-area ds-scroll-area--show-on-focus-within _1210dd7 c03cafe9\">\n<div class=\"ds-scroll-area__gutters\">\n<div class=\"ds-scroll-area__horizontal-gutter\"><\/div>\n<div class=\"ds-scroll-area__vertical-gutter\"><\/div>\n<\/div>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Besaran Pertama<\/th>\n<th>Besaran Kedua<\/th>\n<th>Contoh Kasus<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Jumlah barang<\/td>\n<td>Harga total<\/td>\n<td>Semakin banyak barang, semakin besar harga<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Jumlah liter bensin<\/td>\n<td>Jarak tempuh<\/td>\n<td>Semakin banyak bensin, semakin jauh jarak<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Jumlah pekerja<\/td>\n<td>Hasil produksi (waktu tetap)<\/td>\n<td>Semakin banyak pekerja, semakin banyak hasil<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Waktu (kecepatan tetap)<\/td>\n<td>Jarak tempuh<\/td>\n<td>Semakin lama waktu, semakin jauh jarak<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Ilustrasi sederhana:<\/strong>\u00a0Harga 5 kg beras Rp75.000. Maka harga 8 kg beras = (8\/5) \u00d7 75.000 = Rp120.000. Perhatikan bahwa ketika berat naik dari 5 kg menjadi 8 kg, harga juga naik dari Rp75.000 menjadi Rp120.000. Inilah esensi perbandingan senilai.<\/p>\n<hr \/>\n<h2>Apa Itu Perbandingan Berbalik Nilai? Memahami Hubungan Berlawanan Arah<\/h2>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Berbeda dengan perbandingan senilai, perbandingan berbalik nilai adalah hubungan di mana jika besaran pertama naik, maka besaran kedua justru turun; sebaliknya, jika besaran pertama turun, besaran kedua naik. Hubungan ini sering disebut sebagai proporsi terbalik.<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Ciri-ciri perbandingan berbalik nilai:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Hasil kali kedua besaran tetap: a \u00d7 b = k (konstan)<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Rumus: a\u2081\/a\u2082 = b\u2082\/b\u2081<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Grafik berupa hiperbola (melengkung)<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Rumus yang digunakan:<\/strong><\/p>\n<div class=\"md-code-block md-code-block-light\">\n<div class=\"md-code-block-banner-wrap\">\n<div class=\"md-code-block-banner md-code-block-banner-lite\">\n<div class=\"_121d384\">\n<div class=\"d2a24f03\"><span class=\"d813de27\">text<\/span><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<pre>a\u2081 \u00d7 b\u2081 = a\u2082 \u00d7 b\u2082   atau   a\u2081\/a\u2082 = b\u2082\/b\u2081<\/pre>\n<\/div>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Contoh dalam kehidupan sehari-hari:<\/strong><\/p>\n<div class=\"ds-scroll-area ds-scroll-area--show-on-focus-within _1210dd7 c03cafe9\">\n<div class=\"ds-scroll-area__gutters\">\n<div class=\"ds-scroll-area__horizontal-gutter\"><\/div>\n<div class=\"ds-scroll-area__vertical-gutter\"><\/div>\n<\/div>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Besaran Pertama<\/th>\n<th>Besaran Kedua<\/th>\n<th>Contoh Kasus<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Jumlah pekerja<\/td>\n<td>Waktu penyelesaian<\/td>\n<td>Semakin banyak pekerja, semakin cepat selesai<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Kecepatan kendaraan<\/td>\n<td>Waktu tempuh<\/td>\n<td>Semakin cepat, semakin sedikit waktu<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Banyak ternak<\/td>\n<td>Waktu habis makanan<\/td>\n<td>Semakin banyak ternak, semakin cepat habis<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Ketebalan buku<\/td>\n<td>Jumlah halaman (volume tetap)<\/td>\n<td>Semakin tebal, semakin sedikit halaman<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Ilustrasi sederhana:<\/strong>\u00a06 pekerja menyelesaikan proyek dalam 12 hari. Jika pekerja ditambah menjadi 8 orang, maka waktu yang dibutuhkan = (6 \u00d7 12) \/ 8 = 9 hari. Perhatikan bahwa ketika jumlah pekerja naik (6 \u2192 8), waktu justru turun (12 \u2192 9 hari). Inilah esensi perbandingan berbalik nilai.<\/p>\n<hr \/>\n<h2>Tabel Pembeda Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai<\/h2>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Agar tidak keliru dalam membedakan kedua jenis perbandingan ini, perhatikan tabel perbandingan berikut. Sebelum membaca tabel, pahami dulu bahwa inti perbedaan terletak pada arah hubungan dan rumus yang digunakan.<\/p>\n<div class=\"ds-scroll-area ds-scroll-area--show-on-focus-within _1210dd7 c03cafe9\">\n<div class=\"ds-scroll-area__gutters\">\n<div class=\"ds-scroll-area__horizontal-gutter\"><\/div>\n<div class=\"ds-scroll-area__vertical-gutter\"><\/div>\n<\/div>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Aspek<\/th>\n<th>Perbandingan Senilai<\/th>\n<th>Perbandingan Berbalik Nilai<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Hubungan<\/td>\n<td>Searah (naik-naik, turun-turun)<\/td>\n<td>Berlawanan arah (naik-turun, turun-naik)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Rumus dasar<\/td>\n<td>a\u2081\/a\u2082 = b\u2081\/b\u2082<\/td>\n<td>a\u2081\/a\u2082 = b\u2082\/b\u2081<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Perkalian silang<\/td>\n<td>a\u2081 \u00d7 b\u2082 = a\u2082 \u00d7 b\u2081<\/td>\n<td>a\u2081 \u00d7 b\u2081 = a\u2082 \u00d7 b\u2082<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Bentuk grafik<\/td>\n<td>Garis lurus melalui titik asal<\/td>\n<td>Hiperbola (melengkung)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Yang tetap<\/td>\n<td>Rasio (a\/b = k)<\/td>\n<td>Hasil kali (a \u00d7 b = k)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Contoh kasus<\/td>\n<td>Harga vs jumlah barang<\/td>\n<td>Pekerja vs waktu<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Tips cepat membedakan:<\/strong>\u00a0Bacalah soal dengan saksama. Jika semakin banyak A menyebabkan semakin banyak B, maka itu\u00a0<strong>senilai<\/strong>. Jika semakin banyak A menyebabkan semakin sedikit B, maka itu\u00a0<strong>berbalik nilai<\/strong>.<\/p>\n<hr \/>\n<h2>Strategi Menyelesaikan Soal Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai<\/h2>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Agar tidak kebingungan saat mengerjakan soal TKA, ikuti langkah-langkah sistematis berikut:<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Langkah umum:<\/strong><\/p>\n<ol start=\"1\">\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Identifikasi jenis perbandingan<\/strong>\u00a0\u2013 apakah senilai atau berbalik nilai?<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Lebih banyak A \u2192 lebih banyak B \u2192 senilai<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Lebih banyak A \u2192 lebih sedikit B \u2192 berbalik nilai<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Tuliskan yang diketahui<\/strong>\u00a0dalam bentuk tabel atau pasangan berurutan.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Gunakan rumus yang sesuai<\/strong>\u00a0(lihat tabel di atas).<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Periksa kewajaran jawaban<\/strong>:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Senilai: hasil harus lebih besar jika input lebih besar<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Berbalik: hasil harus lebih kecil jika input lebih besar<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Trik cepat untuk menghitung:<\/strong><\/p>\n<div class=\"ds-scroll-area ds-scroll-area--show-on-focus-within _1210dd7 c03cafe9\">\n<div class=\"ds-scroll-area__gutters\">\n<div class=\"ds-scroll-area__horizontal-gutter\"><\/div>\n<div class=\"ds-scroll-area__vertical-gutter\"><\/div>\n<\/div>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Jenis<\/th>\n<th>Rumus Cepat<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Senilai<\/td>\n<td>B\u2082 = (A\u2082 \u00d7 B\u2081) \/ A\u2081<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Berbalik nilai<\/td>\n<td>B\u2082 = (A\u2081 \u00d7 B\u2081) \/ A\u2082<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Contoh penerapan trik cepat:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Senilai: 4 pensil = Rp12.000 \u2192 7 pensil = (7 \u00d7 12.000) \/ 4 = Rp21.000<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Berbalik: 10 pekerja = 24 hari \u2192 15 pekerja = (10 \u00d7 24) \/ 15 = 16 hari<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h2>Contoh Soal dan Pembahasan (Tipe TKA)<\/h2>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Berikut adalah contoh-contoh soal yang sering muncul dalam TKA Matematika SMP, lengkap dengan pembahasan langkah demi langkah.<\/p>\n<h3>Contoh 1: Perbandingan Senilai Sederhana (Harga Barang)<\/h3>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Harga 4 buah pensil adalah Rp12.000. Berapa harga 7 buah pensil?<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Langkah 1: Identifikasi jenis perbandingan.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Semakin banyak pensil, semakin besar harga \u2192\u00a0<strong>senilai<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Langkah 2: Gunakan rumus senilai.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">4 pensil \u2192 Rp12.000<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">7 pensil \u2192 x<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">4\/12.000 = 7\/x<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Langkah 3: Selesaikan.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">4 \u00d7 x = 12.000 \u00d7 7<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">4x = 84.000<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">x = 21.000<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Jawaban: Rp21.000<\/strong><\/p>\n<hr \/>\n<h3>Contoh 2: Perbandingan Berbalik Nilai (Pekerjaan)<\/h3>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Sebuah rumah selesai dibangun oleh 10 pekerja dalam 24 hari. Jika ingin selesai dalam 15 hari, berapa pekerja yang dibutuhkan?<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Langkah 1: Identifikasi jenis perbandingan.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Semakin sedikit hari, semakin banyak pekerja \u2192\u00a0<strong>berbalik nilai<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Langkah 2: Gunakan rumus berbalik nilai.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">10 pekerja \u00d7 24 hari = x pekerja \u00d7 15 hari<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">240 = 15x<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">x = 16<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Jawaban: 16 pekerja<\/strong><\/p>\n<hr \/>\n<h3>Contoh 3: Perbandingan Berbalik Nilai (Proyek Renovasi &#8211; Soal Asli File)<\/h3>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Rencana awal, renovasi gedung dapat diselesaikan oleh 12 pegawai dalam waktu 60 hari. Jika manajer memutuskan untuk menambah pegawai menjadi 15 orang, berapa hari pekerjaan akan selesai?<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Langkah 1: Identifikasi jenis perbandingan.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Lebih banyak pegawai \u2192 lebih sedikit hari \u2192\u00a0<strong>berbalik nilai<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Langkah 2: Gunakan rumus berbalik nilai.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">12 \u00d7 60 = 15 \u00d7 h<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">720 = 15h<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">h = 48<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Jawaban: 48 hari<\/strong><\/p>\n<hr \/>\n<h3>Contoh 4: Perbandingan Senilai dengan Konversi (Bensin dan Jarak)<\/h3>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Sebuah mobil menempuh jarak 120 km dengan 8 liter bensin. Berapa liter bensin yang dibutuhkan untuk menempuh jarak 210 km?<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Langkah 1: Identifikasi jenis perbandingan.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Semakin jauh jarak, semakin banyak bensin \u2192\u00a0<strong>senilai<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Langkah 2: Gunakan rumus senilai.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">120\/8 = 210\/x<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">120 \u00d7 x = 210 \u00d7 8<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">120x = 1.680<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">x = 14<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Jawaban: 14 liter<\/strong><\/p>\n<hr \/>\n<h3>Contoh 5: Perbandingan Berbalik Nilai (Kecepatan dan Waktu)<\/h3>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Dengan kecepatan 60 km\/jam, perjalanan ditempuh dalam 4 jam. Jika kecepatan menjadi 80 km\/jam, berapa waktu yang dibutuhkan?<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Langkah 1: Identifikasi jenis perbandingan.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Semakin cepat, semakin sedikit waktu \u2192\u00a0<strong>berbalik nilai<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Langkah 2: Gunakan rumus berbalik nilai.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">60 \u00d7 4 = 80 \u00d7 t<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">240 = 80t<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">t = 3<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Jawaban: 3 jam<\/strong><\/p>\n<hr \/>\n<h3>Contoh 6: Soal Kontekstual dengan Penyesuaian Pekerja (Tipe Sulit)<\/h3>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Proyek renovasi direncanakan 20 pegawai selesai dalam 60 hari. Setelah 24 hari bekerja, pekerjaan berhenti selama 12 hari karena suatu kendala. Berapa pegawai tambahan yang dibutuhkan agar proyek selesai tepat waktu?<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Pembahasan (langkah demi langkah):<\/strong><\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Langkah 1: Hitung total beban kerja (dalam satuan &#8220;hari-orang&#8221;).<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Total beban = 20 pegawai \u00d7 60 hari = 1.200 hari-orang<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Langkah 2: Hitung beban yang sudah dikerjakan selama 24 hari.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">24 hari \u00d7 20 orang = 480 hari-orang<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Langkah 3: Hitung sisa beban kerja.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Sisa = 1.200 &#8211; 480 = 720 hari-orang<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Langkah 4: Hitung sisa waktu yang tersedia.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Total waktu = 60 hari<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Sudah berjalan = 24 hari<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Berhenti = 12 hari<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Sisa waktu = 60 &#8211; 24 &#8211; 12 = 24 hari<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Langkah 5: Hitung jumlah pekerja yang dibutuhkan untuk sisa waktu.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">P \u00d7 24 = 720<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">P = 720 \u00f7 24 = 30 pekerja<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Langkah 6: Hitung tambahan pekerja.<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Tambahan = 30 &#8211; 20 = 10 orang<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Jawaban: 10 orang pekerja tambahan<\/strong><\/p>\n<hr \/>\n<h3>Contoh 7: Soal Benar\/Salah (Tipe TKA dengan Pernyataan)<\/h3>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Berdasarkan situasi proyek renovasi dengan 15 pegawai rencana 60 hari, tetapi pada 10 hari pertama terjadi kendala. Tentukan Benar\/Salah pernyataan berikut:<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Pernyataan A:<\/strong>\u00a0&#8220;Sisa pekerjaan setelah hari ke-10 setara dengan pekerjaan 800 hari penuh yang dikerjakan 1 orang.&#8221;<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Total beban = 15 \u00d7 60 = 900 hari-orang<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">10 hari \u00d7 15 orang = 150 hari-orang (terselesaikan)<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Sisa = 900 &#8211; 150 = 750 hari-orang<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Pernyataan mengatakan 800 \u2192\u00a0<strong>SALAH<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Pernyataan B:<\/strong>\u00a0&#8220;Agar selesai tepat waktu, manajer cukup mempekerjakan kembali 15 pegawai semula tanpa tambahan.&#8221;<\/p>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Jika tetap 15 orang, waktu tersisa = 50 hari (karena total 60, sudah lewat 10)<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Beban sisa = 750 hari-orang<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Waktu yang dibutuhkan = 750 \u00f7 15 = 50 hari \u2192 PAS<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Maka\u00a0<strong>BENAR<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<h2>Latihan Mandiri untuk Menguji Pemahaman<\/h2>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Kerjakan soal-soal berikut dengan menerapkan strategi yang sudah dipelajari.<\/p>\n<ol start=\"1\">\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Harga 3 kg jeruk adalah Rp45.000. Berapa harga 5 kg jeruk?<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Sebuah proyek diselesaikan 8 pekerja dalam 15 hari. Jika pekerja ditambah menjadi 12 orang, berapa hari selesai?<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Sebuah motor melaju 50 km\/jam menempuh jarak dalam 6 jam. Jika kecepatan menjadi 75 km\/jam, berapa waktu yang dibutuhkan?<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Sebuah toko menjual 6 buku seharga Rp54.000. Berapa harga 10 buku?<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Lima mesin cetak menyelesaikan 1.000 buku dalam 4 jam. Berapa jam yang dibutuhkan 8 mesin cetak untuk menyelesaikan jumlah buku yang sama?<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Sebuah proyek direncanakan 30 pekerja selesai dalam 50 hari. Setelah 20 hari bekerja, proyek dihentikan 5 hari karena libur. Berapa pekerja tambahan yang dibutuhkan agar selesai tepat waktu?<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Manakah yang merupakan perbandingan berbalik nilai?<\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">A. Jumlah bensin dengan jarak tempuh<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">B. Jumlah pekerja dengan waktu penyelesaian<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">C. Jumlah barang dengan harga total<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">D. Waktu dengan jarak (kecepatan tetap)<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Sebuah mobil memerlukan 6 liter bensin untuk menempuh jarak 72 km. Berapa liter bensin yang diperlukan untuk menempuh jarak 120 km?<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Dengan kecepatan rata-rata 40 km\/jam, perjalanan memakan waktu 5 jam. Jika kecepatan dinaikkan menjadi 50 km\/jam, berapa waktu yang dihemat?<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Sebuah toko kue memerlukan 8 kg tepung untuk membuat 200 kue. Berapa kg tepung yang diperlukan untuk membuat 350 kue?<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Kunci Jawaban:<\/strong><\/p>\n<ol start=\"1\">\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Rp75.000<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">10 hari<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">4 jam<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Rp90.000<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">2,5 jam (2 jam 30 menit)<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">10 orang (perhitungan: total beban 1.500, sisa 900, sisa waktu 25 hari, butuh 36 pekerja, tambahan 6 orang)<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">B (jumlah pekerja dengan waktu penyelesaian)<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">10 liter<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">1 jam (waktu menjadi 4 jam, hemat 1 jam)<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">14 kg<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<h2>Kesalahan Umum dalam Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai<\/h2>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Berikut adalah kesalahan yang paling sering dilakukan siswa beserta cara memperbaikinya:<\/p>\n<div class=\"ds-scroll-area ds-scroll-area--show-on-focus-within _1210dd7 c03cafe9\">\n<div class=\"ds-scroll-area__gutters\">\n<div class=\"ds-scroll-area__horizontal-gutter\"><\/div>\n<div class=\"ds-scroll-area__vertical-gutter\"><\/div>\n<\/div>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Kesalahan<\/th>\n<th>Contoh<\/th>\n<th>Perbaikan<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Terbalik rumus<\/td>\n<td>Menggunakan rumus senilai untuk soal berbalik nilai<\/td>\n<td>Cek: jika A naik, B turun? \u2192 berbalik nilai<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Lupa konversi satuan<\/td>\n<td>Waktu dalam jam dicampur menit<\/td>\n<td>Samakan satuan terlebih dahulu sebelum menghitung<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Tidak menghitung sisa waktu dengan benar<\/td>\n<td>Lupa mengurangi waktu yang sudah lewat dan waktu berhenti<\/td>\n<td>Buat timeline proyek dengan jelas<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Langsung menambah pekerja tanpa perhitungan<\/td>\n<td>&#8220;Tambah 5 orang pasti cukup&#8221;<\/td>\n<td>Hitung dulu dengan rumus yang benar<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Salah mengartikan soal<\/td>\n<td>Membaca &#8220;lebih cepat&#8221; tapi menggunakan rumus senilai<\/td>\n<td>Pahami konteks: lebih cepat = lebih sedikit waktu = berbalik nilai<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<hr \/>\n<h2>Kesimpulan: Kuasai Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai untuk Raih Skor Maksimal<\/h2>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Untuk menguasai kompetensi perbandingan senilai dan berbalik nilai dalam TKA Matematika SMP, ingatlah ringkasan berikut:<\/p>\n<div class=\"ds-scroll-area ds-scroll-area--show-on-focus-within _1210dd7 c03cafe9\">\n<div class=\"ds-scroll-area__gutters\">\n<div class=\"ds-scroll-area__horizontal-gutter\"><\/div>\n<div class=\"ds-scroll-area__vertical-gutter\"><\/div>\n<\/div>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Aspek<\/th>\n<th>Perbandingan Senilai<\/th>\n<th>Perbandingan Berbalik Nilai<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Rumus<\/td>\n<td>a\u2081\/a\u2082 = b\u2081\/b\u2082<\/td>\n<td>a\u2081\/a\u2082 = b\u2082\/b\u2081<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Perkalian silang<\/td>\n<td>a\u2081 \u00d7 b\u2082 = a\u2082 \u00d7 b\u2081<\/td>\n<td>a\u2081 \u00d7 b\u2081 = a\u2082 \u00d7 b\u2082<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Arah hubungan<\/td>\n<td>Searah<\/td>\n<td>Berlawanan arah<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Contoh<\/td>\n<td>Harga vs jumlah barang<\/td>\n<td>Pekerja vs waktu<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\"><strong>Langkah terakhir yang tidak boleh dilupakan:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Bacalah soal dengan teliti, tentukan jenis perbandingan terlebih dahulu<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Gunakan rumus yang tepat<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Untuk soal proyek dengan kendala (berhenti di tengah), hitung total beban kerja dalam satuan &#8220;hari-orang&#8221; atau &#8220;orang-hari&#8221;<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"ds-markdown-paragraph\">Dengan menguasai kedua konsep ini, siswa tidak hanya siap menghadapi TKA Matematika SMP, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir proporsional yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat merencanakan anggaran, mengatur waktu, atau memprediksi hasil produksi. Terus berlatih, dan jadikan perbandingan sebagai alat bantu, bukan penghalang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bimbel Rumah Pintar &#8211; Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada situasi yang membutuhkan kemampuan membandingkan dua besaran. Misalnya, jika ingin membeli lebih banyak barang, berapa tambahan uang yang harus disiapkan? Atau jika ingin menyelesaikan pekerjaan lebih cepat, berapa banyak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2087,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"default","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[36],"tags":[215,214,207,210],"class_list":["post-2086","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-konsep-dan-pelajaran","tag-perbandingan-berbalik-nilai","tag-perbandingan-senilai","tag-tka-matematika-smp","tag-tka-smp"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2086","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2086"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2086\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2090,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2086\/revisions\/2090"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2087"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2086"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2086"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rumahpintar.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2086"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}