Mengenal Tangga Nada Diatonis dan Pentatonis: Jenis, Contoh dan Perbedaanya

Tangga Nada Diatonis dan Pentatonis

Bimbel Rumah Pintar –  Halo, Sahabat Rumah Pintar! Dalam pelajaran Seni Budaya, salah satu materi yang paling sering muncul adalah tentang tangga nada. Musik yang kita dengar sehari-hari—mulai dari lagu pop, rock, hingga dangdut—semuanya dibangun di atas tangga nada. Secara umum, tangga nada terbagi menjadi dua jenis besar: tangga nada diatonis dan tangga nada pentatonis.

Tahukah Sahabat Rumah Pintar apa perbedaan keduanya? Mengapa lagu-lagu Barat terdengar berbeda dengan musik gamelan dari Jawa? Jawabannya terletak pada jumlah nada dan jarak antar nada.

Dalam artikel Seni Budaya kali ini, kita akan membedah tuntas tangga nada diatonis dan pentatonis. Sahabat Rumah Pintar akan belajar tentang ciri-ciri, jumlah nada, jarak nada, serta contoh alat musik yang menggunakan masing-masing tangga nada.

Pemahaman tentang Seni Budaya khususnya tangga nada ini tidak hanya penting untuk ujian, tetapi juga akan membuat Anda lebih menghargai kekayaan musik Nusantara. Mari kita mulai!

Apa Itu Tangga Nada?

Tangga nada adalah susunan berjenjang dari nada-nada yang menjadi dasar dari sebuah musik. Dalam teori musik, tangga nada menentukan “warna” atau “karakter” dari sebuah lagu. Tangga nada bisa membuat lagu terasa gembira, sedih, mistis, atau heroik.

Secara garis besar, tangga nada dalam Seni Budaya terbagi menjadi dua kategori utama:

  1. Tangga nada diatonis (7 nada)

  2. Tangga nada pentatonis (5 nada)

Tangga Nada Diatonis

Tangga nada diatonis adalah tangga nada yang memiliki 7 nada pokok dalam satu oktaf. Tangga nada ini paling umum digunakan dalam musik modern, musik pop, rock, jazz, dan musik klasik Barat.

Nada-Nada Diatonis

Dalam tangga nada diatonis, kita mengenal urutan nada:
Do – Re – Mi – Fa – Sol – La – Si – Do’

Atau dalam notasi internasional:
C – D – E – F – G – A – B – C’

Jarak Nada Diatonis

Yang membedakan tangga nada diatonis dengan tangga nada lainnya adalah pola jarak antar nada:

Pola jarak: 1 – 1 – 1/2 – 1 – 1 – 1 – 1/2

Nada ke Nada Jarak
Do ke Re 1
Re ke Mi 1
Mi ke Fa 1/2
Fa ke Sol 1
Sol ke La 1
La ke Si 1
Si ke Do’ 1/2

Jenis-Jenis Tangga Nada Diatonis

Dalam Seni Budaya, tangga nada diatonis dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan “suasana” yang dihasilkan:

Jenis Karakter Pola Jarak Contoh Lagu
Mayor Gembira, riang, semangat 1 – 1 – 1/2 – 1 – 1 – 1 – 1/2 “Halo-Halo Bandung”, “Maju Tak Gentar”
Minor Sedih, melankolis, khidmat 1 – 1/2 – 1 – 1 – 1/2 – 1 – 1 “Syukur”, “Indonesia Pusaka”

Contoh Alat Musik dengan Tangga Nada Diatonis

  • Piano

  • Gitar

  • Biola

  • Flute

  • Keyboard

  • Harmonika

Tangga Nada Pentatonis

Tangga nada pentatonis adalah tangga nada yang hanya memiliki 5 nada pokok dalam satu oktaf. Kata “pentatonis” berasal dari bahasa Yunani: penta (lima) dan tonos (nada). Tangga nada ini sangat umum ditemukan dalam musik tradisional Indonesia, serta musik tradisional dari berbagai belahan dunia seperti Tiongkok, Jepang, dan Afrika.

Nada-Nada Pentatonis

Berbeda dengan diatonis yang memiliki 7 nada, tangga nada pentatonis hanya memiliki 5 nada. Dalam konteks musik tradisional Indonesia (gamelan), ada dua sistem tangga nada pentatonis yang terkenal: Slendro dan Pelog.

1. Slendro

Slendro adalah tangga nada pentatonis dengan jarak nada yang relatif sama (equidistant). Pendengar dari latar belakang musik Barat mungkin akan merasa nadanya “kurang pas” atau “khas”.

Nada Slendro (dalam notasi angka): 1 – 2 – 3 – 5 – 6 – 1′

Karakter: Terasa sederhana, tenang, kadang mistis.

Contoh alat musik: Gamelan Jawa dan Bali dengan laras Slendro.

2. Pelog

Pelog adalah tangga nada pentatonis dengan jarak nada yang tidak sama (ada yang lebar, ada yang sempit). Pelog memiliki karakter yang lebih “berat” dan emosional dibandingkan Slendro.

Nada Pelog (dalam notasi angka): 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 (tetapi hanya 5 nada yang dimainkan dalam satu sajian, biasanya nada 4 dan 7 dihilangkan)

Karakter: Terasa megah, sakral, emosional.

Contoh alat musik: Gamelan dengan laras Pelog, sering digunakan untuk mengiringi upacara adat dan pertunjukan wayang.

Perbandingan Slendro dan Pelog

Aspek Slendro Pelog
Jumlah nada 5 nada 5 nada (dari 7 nada pokok)
Jarak nada Hampir sama (equidistant) Tidak sama (ada jarak lebar dan sempit)
Karakter Sederhana, tenang Megah, sakral, emosional
Penggunaan Gamelan Jawa, Bali Gamelan, tembang sunda

Contoh Alat Musik dengan Tangga Nada Pentatonis

  • Gamelan (Jawa, Bali, Sunda)

  • Angklung (Sunda)

  • Kolintang (Minahasa)

  • Sasando (Rote)

  • Kecapi

  • Siter

Perbandingan Diatonis dan Pentatonis

Agar lebih mudah diingat, Sahabat Rumah Pintar bisa melihat tabel perbandingan berikut:

Aspek Diatonis Pentatonis
Jumlah nada 7 nada (do-re-mi-fa-sol-la-si) 5 nada
Jarak nada 1 – 1 – 1/2 – 1 – 1 – 1 – 1/2 Bervariasi (Slendro hampir sama, Pelog tidak sama)
Karakter Mayor: gembira, Minor: sedih Khas tradisional, mistis, sakral
Contoh alat musik Piano, gitar, biola, keyboard Gamelan, angklung, kolintang, kecapi
Asal budaya Musik Barat (Eropa/Amerika) Musik tradisional Indonesia dan Asia Timur

Contoh Soal tentang Tangga Nada  Diatonis dan Pentatonis

Soal 1

Soal: Tangga nada yang memiliki 7 nada pokok dalam satu oktaf disebut…
A. Pentatonis
B. Diatonis
C. Slendro
D. Pelog

Pembahasan:
Tangga nada diatonis memiliki 7 nada: do-re-mi-fa-sol-la-si.
Jawaban: B

Soal 2

Soal: Dalam musik tradisional Jawa, dikenal dua sistem tangga nada pentatonis, yaitu…
A. Mayor dan Minor
B. Slendro dan Pelog
C. Diatonis dan Kromatis
D. Gamelan dan Angklung

Pembahasan:
Slendro dan Pelog adalah dua sistem laras dalam gamelan Jawa yang termasuk pentatonis.
Jawaban: B

Soal 3

Soal: Lagu “Halo-Halo Bandung” memiliki karakter yang riang dan semangat. Lagu tersebut menggunakan tangga nada…
A. Pentatonis Slendro
B. Pentatonis Pelog
C. Diatonis Mayor
D. Diatonis Minor

Pembahasan:
Karakter riang dan semangat adalah ciri khas tangga nada diatonis mayor.
Jawaban: C

Soal 4

Soal: Alat musik berikut yang menggunakan tangga nada pentatonis adalah…
A. Piano
B. Gitar
C. Gamelan
D. Biola

Pembahasan:
Gamelan menggunakan tangga nada pentatonis (Slendro dan Pelog). Piano, gitar, dan biola menggunakan diatonis.
Jawaban: C

Sahabat Rumah Pintar, Seni Budaya khususnya materi tangga nada mengajarkan kita bahwa musik memiliki keberagaman yang indah. Tangga nada diatonis dengan 7 nadanya menghadirkan musik Barat yang gembira (mayor) atau sedih (minor).

Sementara itu, tangga nada pentatonis dengan 5 nadanya—dalam wujud Slendro dan Pelog—menghadirkan kekayaan musik tradisional Indonesia yang mendunia. Dengan memahami Seni Budaya, kita tidak hanya pintar menjawab soal ujian, tetapi juga bangga dengan warisan budaya leluhur. Teruslah belajar, dan jadikan Seni Budaya sebagai jembatan untuk mencintai Nusantara!

Program Belajar
Unggulan

Bimbel SMA & MA

Sukses TKA SMA &
Masuk Kampus Impian

Persiapan matang nilai rapor maksimal dan tembus PTN favorit bersama tutor terbaik.

Cek Paket Belajar
Siswa SMA Sukses

Artikel Menarik Lainnya

Wawasan Umum

Konsep & Pelajaran

Bahas Soal

Tips & Trik