Bimbel Rumah Pintar – Pernahkah Anda memperhatikan susunan titik-titik yang membentuk pola segitiga, atau melihat deretan angka yang naik secara teratur seperti 2, 4, 6, 8? Itulah yang disebut dengan barisan bilangan. Barisan berhingga bilangan adalah urutan bilangan yang memiliki pola atau aturan tertentu dengan jumlah suku yang terbatas.
Kompetensi ini menguji kemampuan siswa dalam memahami konsep barisan bilangan (pola bilangan), mengaplikasikan rumus barisan aritmetika dan geometri, serta bernalar tingkat tinggi untuk menentukan suku ke-n, jumlah suku, dan menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan pola bilangan.
Artikel ini akan membahas tuntas mulai dari konsep dasar barisan aritmetika dan geometri, pola bilangan khusus (persegi, segitiga, ganjil, genap), strategi jitu, contoh soal TKA, hingga latihan mandiri.
Apa Itu Barisan Bilangan? Memahami Dasar-dasar Pola
Sebelum membahas lebih jauh, mari pahami dulu apa yang dimaksud dengan barisan bilangan. Barisan bilangan adalah urutan bilangan yang memiliki pola atau aturan tertentu. Setiap bilangan dalam barisan disebut suku. Suku ke-n dinotasikan dengan Uₙ.
Contoh sederhana:
-
Barisan: 2, 4, 6, 8, 10, …
-
U₁ = 2, U₂ = 4, U₃ = 6, U₄ = 8, U₅ = 10
Barisan berhingga adalah barisan yang memiliki jumlah suku terbatas (ada suku terakhir). Contoh: 5, 9, 13, 17, 21 (5 suku). Barisan tak hingga adalah barisan yang suku-sukunya terus berlanjut tanpa batas (ditandai dengan tanda “…”).
Barisan Aritmetika: Selisih Tetap Antar Suku
Barisan aritmetika adalah barisan yang selisih antara dua suku berurutan selalu tetap. Selisih tetap ini disebut beda (b).
Ciri-ciri barisan aritmetika:
-
b = U₂ − U₁ = U₃ − U₂ = …
-
Grafiknya membentuk garis lurus
Rumus suku ke-n barisan aritmetika:
Uₙ = a + (n − 1) × b
dengan:
-
a = suku pertama (U₁)
-
b = beda
-
n = nomor suku
Contoh: Barisan 3, 7, 11, 15, …
-
a = 3
-
b = 7 − 3 = 4
-
U₅ = 3 + (5 − 1) × 4 = 3 + 16 = 19
Rumus suku tengah barisan aritmetika berhingga (n ganjil):
U_tengah = U_{(n+1)/2}
atau
U_tengah = (a + U_n) / 2
Barisan Geometri: Rasio Tetap Antar Suku
Barisan geometri adalah barisan yang rasio antara dua suku berurutan selalu tetap. Rasio tetap ini disebut rasio (r).
Ciri-ciri barisan geometri:
-
r = U₂ / U₁ = U₃ / U₂ = …
-
Grafiknya berbentuk eksponensial
Rumus suku ke-n barisan geometri:
Uₙ = a × r^(n−1)
dengan:
-
a = suku pertama
-
r = rasio
-
n = nomor suku
Contoh: Barisan 2, 6, 18, 54, …
-
a = 2
-
r = 6 ÷ 2 = 3
-
U₅ = 2 × 3⁴ = 2 × 81 = 162
Pola Bilangan Khusus yang Sering Muncul di TKA
Selain barisan aritmetika dan geometri, ada beberapa pola bilangan khusus yang harus dikenali. Berikut penjelasan singkat sebelum masuk ke tabel:
*Pola bilangan persegi: 1, 4, 9, 16, … (1², 2², 3², 4², …). Pola bilangan segitiga: 1, 3, 6, 10, … (1, 1+2, 1+2+3, …). Pola bilangan persegi panjang: 2, 6, 12, 20, … (1×2, 2×3, 3×4, …). Pola bilangan ganjil: 1, 3, 5, 7, … dan genap: 2, 4, 6, 8, …*
Tabel pola bilangan khusus:
| Pola | Bentuk | Rumus Suku ke-n | Contoh U₄ |
|---|---|---|---|
| Persegi | 1, 4, 9, 16, … | Uₙ = n² | 16 |
| Segitiga | 1, 3, 6, 10, … | Uₙ = n(n+1)/2 | 10 |
| Persegi panjang | 2, 6, 12, 20, … | Uₙ = n(n+1) | 20 |
| Ganjil | 1, 3, 5, 7, … | Uₙ = 2n − 1 | 7 |
| Genap | 2, 4, 6, 8, … | Uₙ = 2n | 8 |
| Kubik | 1, 8, 27, 64, … | Uₙ = n³ | 64 |
| Fibonacci | 1, 1, 2, 3, 5, 8, … | Uₙ = Uₙ₋₁ + Uₙ₋₂ | 3 (U₄) |
Tips mengenali pola: Hitung selisih antar suku. Jika selisih tetap → aritmetika. Jika selisih naik secara teratur → aritmetika bertingkat. Jika rasio tetap → geometri. Jika mengikuti pola kuadrat atau segitiga → pola khusus.
Barisan Aritmetika Bertingkat (Tingkat 2)
Beberapa barisan tidak murni aritmetika atau geometri, tetapi memiliki pola pada selisih tingkat keduanya. Berikut penjelasannya:
Barisan aritmetika tingkat 2 adalah barisan yang selisih antar suku (tingkat 1) membentuk barisan aritmetika. Dengan kata lain, selisih dari selisih (tingkat 2) adalah tetap.
Contoh: Barisan 2, 5, 10, 17, …
-
Tingkat 1: 3, 5, 7, … (selisih = 2 → tetap)
-
Tingkat 2: 2, 2, … (tetap)
-
Rumus umum: Uₙ = n² + 1
-
U₈ = 64 + 1 = 65
Cara mencari rumus aritmetika tingkat 2:
Gunakan bentuk umum Uₙ = an² + bn + c, lalu selesaikan dengan substitusi tiga suku pertama.
Strategi Menyelesaikan Soal Barisan Berhingga Bilangan Tipe TKA
Agar tidak kebingungan saat mengerjakan soal TKA, ikuti langkah-langkah sistematis berikut:
Langkah umum:
-
Amati pola dari suku-suku yang diberikan (tuliskan 3-5 suku pertama jika perlu)
-
Tentukan jenis barisan (aritmetika, geometri, atau pola khusus)
-
Cari beda (b) untuk barisan aritmetika atau rasio (r) untuk barisan geometri
-
Gunakan rumus yang sesuai untuk mencari suku yang ditanyakan
-
Untuk soal pola titik/gambar: hitung jumlah titik pada pola ke-1, ke-2, ke-3, lalu cari pola bilangannya
Trik khusus untuk berbagai tipe soal:
| Tipe Soal | Trik Cepat |
|---|---|
| Barisan aritmetika | Uₙ = a + (n−1)b |
| Barisan geometri | Uₙ = a × r^(n−1) |
| Pola titik segitiga | Uₙ = n(n+1)/2 |
| Pola titik persegi | Uₙ = n² |
| Pola batang korek api | Hitung suku pertama, cari beda |
| Aritmetika bertingkat | Gunakan rumus Uₙ = an² + bn + c |
| Suku tengah barisan aritmetika | U_tengah = (a + Uₙ)/2 (n ganjil) |
Contoh Soal dan Pembahasan (Tipe TKA)
Berikut adalah contoh-contoh soal yang sering muncul dalam TKA Matematika SMP, lengkap dengan pembahasan langkah demi langkah.
Contoh 1: Pola Titik Segitiga (Soal Asli File)
Perhatikan susunan titik berikut!
-
Pola ke-1: 1 titik
-
Pola ke-2: 3 titik
-
Pola ke-3: 6 titik
-
Pola ke-4: 10 titik
Jika pola tersebut berlanjut, maka jumlah titik pada pola ke-6 adalah ….
Pembahasan:
Langkah 1: Tuliskan barisan yang terbentuk.
-
1, 3, 6, 10, …
Langkah 2: Hitung selisih antar suku.
-
3 − 1 = 2
-
6 − 3 = 3
-
10 − 6 = 4
-
Selisih tidak tetap, tetapi naik 1 setiap langkah → ini adalah pola bilangan segitiga
Langkah 3: Gunakan rumus pola segitiga.
-
Uₙ = n(n+1)/2
Langkah 4: Hitung U₆.
-
U₆ = 6 × 7 / 2 = 42 / 2 = 21
Jawaban: 21 titik
Contoh 2: Barisan Aritmetika
Diketahui barisan aritmetika: 7, 12, 17, 22, … Tentukan suku ke-15!
Pembahasan:
Langkah 1: Identifikasi a dan b.
-
a = 7
-
b = 12 − 7 = 5
Langkah 2: Gunakan rumus Uₙ = a + (n−1)b.
-
U₁₅ = 7 + (15 − 1) × 5
-
U₁₅ = 7 + 14 × 5
-
U₁₅ = 7 + 70 = 77
Jawaban: 77
Contoh 3: Barisan Geometri
Diketahui barisan geometri: 3, 6, 12, 24, … Tentukan suku ke-8!
Pembahasan:
Langkah 1: Identifikasi a dan r.
-
a = 3
-
r = 6 ÷ 3 = 2
Langkah 2: Gunakan rumus Uₙ = a × r^(n−1).
-
U₈ = 3 × 2⁷
-
U₈ = 3 × 128 = 384
Jawaban: 384
Contoh 4: Pola Batang Korek Api (Barisan Aritmetika)
Perhatikan pola batang korek api berikut:
-
Pola 1: 4 batang (persegi)
-
Pola 2: 7 batang
-
Pola 3: 10 batang
Berapa batang korek api pada pola ke-10?
Pembahasan:
Langkah 1: Tuliskan barisan.
-
4, 7, 10, … → barisan aritmetika
Langkah 2: Identifikasi a dan b.
-
a = 4
-
b = 7 − 4 = 3
Langkah 3: Hitung U₁₀.
-
U₁₀ = 4 + (10 − 1) × 3
-
U₁₀ = 4 + 27 = 31
Jawaban: 31 batang
Contoh 5: Barisan Aritmetika Bertingkat
Diketahui barisan: 2, 5, 10, 17, … Tentukan suku ke-8!
Pembahasan:
Langkah 1: Hitung selisih tingkat 1.
-
5 − 2 = 3
-
10 − 5 = 5
-
17 − 10 = 7
-
Selisih tingkat 1: 3, 5, 7, … (selisih tingkat 2 = 2, tetap)
Langkah 2: Kenali pola.
-
Ini adalah barisan aritmetika tingkat 2
-
Rumus: Uₙ = n² + 1 (karena 1²+1=2, 2²+1=5, 3²+1=10, 4²+1=17)
Langkah 3: Hitung U₈.
-
U₈ = 8² + 1 = 64 + 1 = 65
Jawaban: 65
Contoh 6: Soal Cerita Barisan Aritmetika (Gaji)
Sebuah perusahaan memberikan kenaikan gaji tetap setiap bulan. Gaji bulan pertama Rp3.000.000, bulan kedua Rp3.200.000, bulan ketiga Rp3.400.000. Berapa gaji pada bulan ke-12?
Pembahasan:
Langkah 1: Identifikasi a dan b.
-
a = 3.000.000
-
b = 3.200.000 − 3.000.000 = 200.000
Langkah 2: Hitung U₁₂.
-
U₁₂ = a + (12 − 1)b
-
U₁₂ = 3.000.000 + 11 × 200.000
-
U₁₂ = 3.000.000 + 2.200.000 = 5.200.000
Jawaban: Rp5.200.000
Contoh 7: Soal Cerita Barisan Geometri (Bakteri)
Sebuah bakteri membelah diri menjadi 2 setiap 20 menit. Jika mula-mula ada 5 bakteri, berapa jumlah bakteri setelah 2 jam?
Pembahasan:
Langkah 1: Konversi waktu.
-
2 jam = 120 menit
-
120 ÷ 20 = 6 kali pembelahan
Langkah 2: Pahami pola.
-
Awal (0 menit): 5 = U₁
-
Setelah 20 menit: 10 = U₂
-
Setelah 2 jam (6× pembelahan): U₇
Langkah 3: Hitung U₇ (a = 5, r = 2).
-
U₇ = 5 × 2⁶
-
U₇ = 5 × 64 = 320
Jawaban: 320 bakteri
Contoh 8: Suku Tengah Barisan Aritmetika Berhingga
Diketahui barisan aritmetika: 4, 9, 14, …, 74. Tentukan suku tengahnya!
Pembahasan:
Langkah 1: Cari n (banyak suku).
-
a = 4, b = 5, Uₙ = 74
-
4 + (n−1) × 5 = 74
-
(n−1) × 5 = 70
-
n−1 = 14 → n = 15
Langkah 2: Karena n ganjil, suku tengah adalah suku ke-(n+1)/2 = suku ke-8.
-
U₈ = a + 7b = 4 + 7 × 5 = 4 + 35 = 39
Jawaban: 39
Contoh 9: Pola Bilangan Persegi
Tentukan suku ke-10 dari barisan: 1, 4, 9, 16, …
Pembahasan:
Langkah 1: Kenali pola.
-
1 = 1², 4 = 2², 9 = 3², 16 = 4², … → pola persegi
Langkah 2: Gunakan rumus Uₙ = n².
-
U₁₀ = 10² = 100
Jawaban: 100
Contoh 10: Pola Bilangan Segitiga
Tentukan suku ke-8 dari barisan: 1, 3, 6, 10, …
Pembahasan:
Langkah 1: Kenali pola.
-
1, 3, 6, 10, … → pola segitiga
Langkah 2: Gunakan rumus Uₙ = n(n+1)/2.
-
U₈ = 8 × 9 / 2 = 72 / 2 = 36
Jawaban: 36
Contoh 11: Pola Bilangan Persegi Panjang
Tentukan suku ke-7 dari barisan: 2, 6, 12, 20, …
Pembahasan:
Langkah 1: Kenali pola.
-
2 = 1×2, 6 = 2×3, 12 = 3×4, 20 = 4×5, … → pola persegi panjang
Langkah 2: Gunakan rumus Uₙ = n(n+1).
-
U₇ = 7 × 8 = 56
Jawaban: 56
Contoh 12: Pola Bilangan Ganjil
Tentukan suku ke-12 dari barisan: 1, 3, 5, 7, …
Pembahasan:
Langkah 1: Kenali pola.
-
1, 3, 5, 7, … → pola bilangan ganjil
Langkah 2: Gunakan rumus Uₙ = 2n − 1.
-
U₁₂ = 2×12 − 1 = 24 − 1 = 23
Jawaban: 23
Latihan Mandiri untuk Menguji Pemahaman
Kerjakan soal-soal berikut dengan menerapkan strategi yang sudah dipelajari.
-
Diketahui barisan aritmetika: 5, 11, 17, 23, … Tentukan suku ke-20!
-
Diketahui barisan geometri: 4, 12, 36, 108, … Tentukan suku ke-7!
-
Perhatikan pola titik berikut: Pola 1 = 2 titik, Pola 2 = 5 titik, Pola 3 = 8 titik. Jika pola berlanjut, tentukan jumlah titik pada pola ke-10!
-
Sebuah barisan: 2, 6, 12, 20, … Tentukan suku ke-12!
-
Seorang pekerja menabung setiap bulan dengan kenaikan tetap. Bulan pertama Rp100.000, bulan kedua Rp120.000, bulan ketiga Rp140.000. Berapa tabungan pada bulan ke-15?
-
Sebuah amoeba membelah diri menjadi 3 setiap 30 menit. Jika mula-mula ada 2 amoeba, berapa jumlah setelah 3 jam?
-
Diketahui barisan aritmetika: 12, 17, 22, …, 102. Tentukan suku tengahnya!
-
Tentukan suku ke-9 dari barisan: 1, 5, 9, 13, …
-
Pola bilangan: 3, 6, 11, 18, … Tentukan suku ke-10!
-
(Tipe TKA) Perhatikan pola susunan segitiga:
-
Pola 1: 1 segitiga
-
Pola 2: 3 segitiga
-
Pola 3: 5 segitiga
-
Pola 4: 7 segitiga
Berapa segitiga pada pola ke-15?
-
Kunci Jawaban:
-
U₂₀ = 5 + 19×6 = 5 + 114 = 119
-
U₇ = 4 × 3⁶ = 4 × 729 = 2.916
-
Barisan aritmetika: 2, 5, 8 → a=2, b=3 → U₁₀ = 2 + 9×3 = 2 + 27 = 29
-
Pola persegi panjang: U₁₂ = 12 × 13 = 156
-
a=100.000, b=20.000 → U₁₅ = 100.000 + 14×20.000 = 100.000 + 280.000 = 380.000
-
3 jam = 180 menit → 180/30 = 6 kali pembelahan → U₇ = 2 × 3⁶ = 2 × 729 = 1.458
-
a=12, b=5, Uₙ=102 → 12+(n-1)5=102 → (n-1)5=90 → n-1=18 → n=19 → U₁₀ = 12 + 9×5 = 12+45=57
-
a=1, b=4 → U₉ = 1 + 8×4 = 1 + 32 = 33
-
Pola: 3,6,11,18 → selisih: 3,5,7 → tingkat 2 → Uₙ = n²+2 → U₁₀ = 100 + 2 = 102
-
Barisan aritmetika: 1, 3, 5, 7 → a=1, b=2 → U₁₅ = 1 + 14×2 = 1 + 28 = 29
Kesalahan Umum dalam Barisan Bilangan
Berikut adalah kesalahan yang paling sering dilakukan siswa beserta cara memperbaikinya:
| Kesalahan | Contoh | Perbaikan |
|---|---|---|
| Salah menentukan beda | 3, 7, 11 → b = 3 ❌ | b = 7 − 3 = 4, 11 − 7 = 4 ✓ |
| Lupa rumus suku ke-n | Uₙ = a + nb ❌ | Uₙ = a + (n−1)b ✓ |
| Salah menentukan rasio | 2, 6, 18 → r = 2 ❌ | r = 6 ÷ 2 = 3, 18 ÷ 6 = 3 ✓ |
| Pola titik tidak dikenali | 1, 3, 6, 10 dianggap aritmetika | Cek selisih: 2, 3, 4 → aritmetika tingkat 2 atau segitiga |
| Lupa bahwa barisan berhingga memiliki suku terakhir | Mencari suku tengah tanpa mengetahui n | Cari n terlebih dahulu dari Uₙ |
| Salah dalam perpangkatan untuk barisan geometri | 2⁴ = 8 ❌ | 2⁴ = 16 ✓ |
Ringkasan Rumus Penting
Tabel ringkasan rumus barisan bilangan:
| Jenis Barisan | Rumus Suku ke-n | Contoh U₄ |
|---|---|---|
| Aritmetika | Uₙ = a + (n−1)b | a=2, b=3 → U₄=11 |
| Geometri | Uₙ = a × r^(n−1) | a=2, r=3 → U₄=54 |
| Persegi | Uₙ = n² | 16 |
| Segitiga | Uₙ = n(n+1)/2 | 10 |
| Persegi panjang | Uₙ = n(n+1) | 20 |
| Ganjil | Uₙ = 2n − 1 | 7 |
| Genap | Uₙ = 2n | 8 |
| Kubik | Uₙ = n³ | 64 |
Rumus suku tengah barisan aritmetika berhingga (n ganjil):
U_tengah = U_{(n+1)/2} = (a + U_n) / 2
Rumus banyak suku barisan aritmetika:
n = (U_n − a)/b + 1
Kesimpulan: Kuasai Barisan Berhingga Bilangan untuk Raih Skor Maksimal
Untuk menguasai kompetensi barisan berhingga bilangan dalam TKA Matematika SMP, ingatlah poin-poin penting berikut:
Lima pilar utama barisan bilangan:
-
Amati pola dari suku-suku yang diberikan – ini langkah paling kritis
-
Hitung beda (b) untuk barisan aritmetika atau rasio (r) untuk barisan geometri
-
Gunakan rumus Uₙ = a + (n−1)b untuk aritmetika atau Uₙ = a × r^(n−1) untuk geometri
-
Untuk pola titik/gambar, hitung jumlah pada pola ke-1, 2, 3 lalu cari pola bilangannya
-
Hafalkan pola bilangan khusus (persegi, segitiga, ganjil, genap, persegi panjang)
Langkah penyelesaian yang sistematis:
-
Tuliskan 3-5 suku pertama dari pola yang diberikan
-
Hitung selisih antar suku (tingkat 1)
-
Jika selisih tetap → aritmetika
-
Jika rasio tetap → geometri
-
Jika selisih tingkat 2 tetap → aritmetika tingkat 2
-
Jika mengikuti pola kuadrat atau segitiga → pola khusus
Pesan penting: Barisan berhingga memiliki suku terakhir. Untuk mencari suku tengah, tentukan dulu banyak suku (n). Untuk soal cerita, perhatikan apakah situasinya membentuk barisan aritmetika (kenaikan tetap) atau geometri (perkalian tetap).
Dengan menguasai barisan berhingga bilangan, siswa tidak hanya siap menghadapi TKA Matematika SMP, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir pola (pattern recognition) yang berguna dalam berbagai bidang, seperti pemrograman, desain, dan prediksi data. Terus berlatih, dan jadikan pola bilangan sebagai tantangan yang menyenangkan.











