Apa yang Terjadi Ketika Tersedak? Penjelasan Ilmiah dan Cara Mencegahnya

Facebook
LinkedIn
X
Threads
WhatsApp

Isi Artikel

Bimbel Rumah Pintar – Pernahkah mengalami atau melihat seseorang tersedak saat makan? Pertanyaan ini sering muncul dalam pelajaran IPA SMP Kelas 8 Bab 2 tentang Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup, tepatnya pada bagian yang membahas mekanisme tubuh manusia.

Dalam bab tersebut, terdapat pertanyaan menarik yang berbunyi, “Jelaskan apa yang terjadi ketika kalian tersedak!” dan “Bagaimana cara agar seseorang tidak tersedak pada saat makan?”

Artikel ini akan membantu sahabat rumah pintar memahami secara ilmiah apa yang terjadi ketika tersedak dan bagaimana tubuh bereaksi terhadap gangguan tersebut.

Selain itu, kita juga akan membahas berbagai cara sederhana untuk mencegah tersedak agar kegiatan makan tetap aman, terutama bagi anak-anak dan orang tua lanjut usia.

Proses Apa yang Terjadi Ketika Tersedak

Untuk memahami apa yang terjadi ketika tersedak, sahabat rumah pintar perlu tahu dulu bagaimana proses menelan berlangsung secara normal.

Ketika kita menelan makanan, tubuh bekerja secara otomatis melalui koordinasi antara mulut, tenggorokan (faring), dan batang tenggorokan (trakea).

Ada satu bagian penting bernama epiglotis, yaitu katup kecil yang berfungsi menutup saluran napas saat makanan lewat menuju kerongkongan.

Dengan begitu, makanan tidak masuk ke paru-paru, melainkan ke lambung untuk dicerna. Mekanisme ini berlangsung cepat dan terkoordinasi, sehingga tubuh dapat menelan tanpa kesulitan.

Penyebab Tersedak: Gangguan pada Mekanisme Menelan

Nah, tersedak terjadi ketika mekanisme alami ini terganggu. Biasanya karena seseorang makan terlalu cepat, berbicara saat mengunyah, atau tertawa ketika mulut masih penuh makanan.

Dalam kondisi seperti itu, epiglotis tidak sempat menutup sepenuhnya, sehingga sebagian makanan atau benda asing masuk ke trakea.

Tubuh pun segera merespons dengan refleks batuk, yaitu upaya alami untuk mengeluarkan benda asing dari saluran napas.

Jika refleks batuk ini efektif, makanan bisa keluar dan pernapasan kembali normal. Namun jika sumbatan terlalu besar atau tersangkut terlalu dalam, batuk tidak cukup kuat untuk mengatasinya. Inilah yang disebut tersedak total (choking).

Respons Tubuh Saat Tersedak

Ketika saluran napas tersumbat sebagian, korban masih bisa batuk atau berbicara meski dengan suara serak atau mengi. Namun jika sumbatan total, korban tidak bisa berbicara, batuk, atau bernapas sama sekali.

Sahabat rumah pintar mungkin pernah mendengar istilah “tanda universal tersedak”, yaitu seseorang yang mencengkeram lehernya dengan kedua tangan karena kesulitan bernapas.

Dalam kondisi ini, wajah korban akan memerah lalu membiru akibat kekurangan oksigen. Jika tidak segera ditolong, otak bisa kekurangan oksigen (hipoksia serebral) dan menyebabkan kehilangan kesadaran dalam hitungan menit.

Itulah mengapa tersedak tergolong kondisi darurat medis dan membutuhkan tindakan cepat seperti manuver Heimlich, yaitu tekanan kuat pada perut bagian atas untuk membantu mengeluarkan benda asing dari saluran napas.

Cara Agar Seseorang Tidak Tersedak Saat Makan

Pencegahan selalu lebih baik daripada penanganan darurat. Karena itu, sahabat rumah pintar perlu tahu beberapa kebiasaan yang bisa membantu menghindari tersedak, terutama saat makan bersama keluarga.

  1. Kunyah Makanan Secara Menyeluruh

Kebiasaan mengunyah makanan dengan baik sangat penting. Pastikan makanan dikunyah hingga lembut sebelum ditelan. Potongan makanan yang masih besar bisa sulit melewati tenggorokan dan meningkatkan risiko tersedak.

  1. Makan dengan Perlahan

Jangan terburu-buru saat makan, sahabat rumah pintar. Nikmati setiap suapan dengan tenang. Makan terlalu cepat membuat epiglotis tidak sempat berkoordinasi dengan baik, sehingga makanan bisa “tersesat” ke saluran napas.

  1. Hindari Berbicara dan Tertawa Saat Mengunyah

Kegiatan berbicara atau tertawa ketika mulut penuh makanan dapat mengganggu refleks menelan. Biarkan proses makan berlangsung dengan fokus, baru setelah itu lanjutkan percakapan.

  1. Duduk Tegak Saat Makan

Posisi tubuh juga berpengaruh pada jalannya makanan ke kerongkongan. Duduk tegak membantu makanan bergerak lancar, sedangkan makan sambil berbaring atau bersandar bisa membuat makanan “salah jalur”.

  1. Waspadai Jenis Makanan Tertentu

Beberapa makanan lebih berisiko menyebabkan tersedak, seperti kacang utuh, permen keras, marshmallow, daging besar, sosis, dan selai kacang. Untuk anak-anak, potong makanan menjadi potongan kecil dan awasi selama makan.

  1. Hindari Alkohol Sebelum Makan

Konsumsi alkohol dapat menurunkan refleks tubuh, termasuk refleks menelan dan batuk. Hal ini membuat tubuh lebih lambat merespons ketika makanan masuk ke saluran yang salah.

  1. Perhatikan Penggunaan Gigi Palsu

Bagi sahabat rumah pintar yang menggunakan gigi palsu, pastikan ukurannya pas dan terpasang dengan baik. Gigi palsu yang longgar bisa mengganggu proses mengunyah dan meningkatkan risiko tersedak.

  1. Awasi Anak-anak Saat Makan

Anak kecil cenderung aktif dan mudah terganggu saat makan. Pastikan mereka makan di meja dengan posisi duduk yang benar dan tidak bermain sambil makan. Hindari juga memberi makanan yang berpotensi menyebabkan tersedak.

Mengapa Penting Mengetahui Cara Mencegah Tersedak?

Mengetahui apa yang terjadi ketika tersedak bukan hanya penting untuk pelajaran IPA, tetapi juga berguna dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang bisa saja mengalami tersedak, terutama ketika tidak berhati-hati saat makan. Dengan memahami proses menelan, sahabat rumah pintar bisa lebih waspada dan sigap jika hal ini terjadi pada diri sendiri atau orang lain.

Selain itu, mempelajari cara mencegah dan menangani tersedak adalah bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri dan keluarga. Pengetahuan sederhana ini bisa menyelamatkan nyawa seseorang dalam situasi darurat.

Kesimpulan

Sahabat rumah pintar, sekarang kita tahu bahwa

apa yang terjadi ketika tersedak sebenarnya merupakan gangguan pada mekanisme menelan tubuh, di mana epiglotis gagal menutup saluran napas dengan sempurna. Akibatnya, makanan masuk ke trakea dan menghalangi aliran udara ke paru-paru.

Untuk mencegah hal ini, biasakan makan dengan perlahan, kunyah makanan hingga halus, duduk tegak, dan hindari berbicara saat mengunyah. Langkah-langkah sederhana tersebut bisa membantu menghindarkan kita dari bahaya tersedak yang bisa berakibat fatal.

Dengan memahami proses tubuh ini, sahabat rumah pintar bukan hanya belajar ilmu biologi, tapi juga menerapkannya dalam kehidupan nyata agar makan tetap aman dan nyaman. Karena itu, selalu ingat—jaga cara makan, dan cegah tersedak mulai dari sekarang!

Sumber Bacaan dan Referensi Eksternal

 

Tentang Penulis