Rumah Pintar – Apa itu sinonim merupakan salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam pelajaran Bahasa Indonesia, terutama saat mempelajari kosakata, semantik, dan hubungan makna antarkata. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang sering menggunakan kata yang berbeda untuk menyampaikan maksud yang sama atau hampir sama. Hubungan kesamaan makna tersebut dikenal dengan istilah sinonim.
Memahami sinonim sangat penting karena dapat membantu sahabat Rumah Pintar memperkaya perbendaharaan kata, meningkatkan kemampuan menulis, serta membuat komunikasi menjadi lebih efektif. Melalui pembahasan ini, sahabat Rumah Pintar akan mempelajari arti sinonim menurut KBBI dan para ahli, asal-usul kata sinonim, jenis-jenis sinonim, karakteristiknya, hingga berbagai contoh yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia.
Apa Itu Sinonim?
Secara sederhana, sinonim adalah dua kata atau lebih yang memiliki makna sama atau hampir sama sehingga dapat digunakan untuk menggantikan satu sama lain dalam kondisi tertentu.
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, sinonim sering disebut juga sebagai padanan kata atau persamaan kata. Penggunaan sinonim membantu seseorang menghindari pengulangan kata yang berlebihan sehingga tulisan atau percakapan menjadi lebih menarik.
Sebagai contoh, kata cerdas memiliki makna yang mirip dengan kata pintar. Begitu pula kata bahagia memiliki kemiripan makna dengan kata gembira.
Namun, penting untuk dipahami bahwa tidak semua sinonim memiliki makna yang benar-benar sama. Banyak kata yang hanya memiliki kemiripan makna pada konteks tertentu saja.
Pengertian Sinonim Menurut KBBI
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sinonim didefinisikan sebagai:
“Bentuk bahasa yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk bahasa lain; muradif.”
Dari definisi tersebut dapat dipahami bahwa sinonim merupakan hubungan antara dua bentuk bahasa yang mempunyai kesamaan atau kemiripan makna.
KBBI juga mengenal istilah kesinoniman, yaitu hubungan yang terjadi antara dua kata atau lebih yang memiliki persamaan pengertian.
Meski demikian, KBBI menegaskan bahwa hubungan sinonim tidak selalu berarti memiliki makna yang sama persis 100 persen. Dalam banyak kasus, kemiripan makna itulah yang membuat suatu kata dapat digunakan sebagai pengganti kata lainnya.
Pengertian Sinonim Menurut Para Ahli
J.W.M. Verhaar dalam buku Asas-Asas Linguistik Umum menyatakan bahwa sinonim adalah ungkapan yang maknanya kurang lebih sama dengan ungkapan lain.
Perhatikan penggunaan istilah “kurang lebih sama”. Verhaar menekankan bahwa hampir tidak ada dua kata berbeda yang memiliki makna identik dalam seluruh konteks penggunaan.
Misalnya kata rumah dan kediaman. Kedua kata tersebut memiliki makna yang hampir sama, tetapi nuansa penggunaannya berbeda. Menurut Abdul Chaer, sinonim adalah hubungan semantik yang menunjukkan adanya kesamaan makna antara satu satuan ujaran dengan satuan ujaran lainnya.
Karakter Kata Bersinonim
Abdul Chaer menjelaskan bahwa hubungan sinonim memiliki dua karakteristik penting, yaitu:
1. Bersifat Simetris
Jika kata A merupakan sinonim dari kata B, maka kata B juga merupakan sinonim dari kata A.
Contoh:
- Pintar = Cerdas
- Cerdas = Pintar
2. Bersifat Tumpang Tindih
Makna kedua kata memiliki irisan yang cukup besar sehingga dapat digunakan untuk menggantikan satu sama lain dalam situasi tertentu.
Asal-Usul Kata Sinonim
Dalam kajian etimologi atau asal-usul kata, istilah sinonim berasal dari bahasa Inggris synonym.
Kata tersebut berakar dari bahasa Yunani Kuno yang terdiri atas dua unsur, yaitu:
- Syn yang berarti bersama atau dengan.
- Onoma yang berarti nama.
Jika digabungkan, sinonim secara harfiah berarti “nama lain untuk hal yang sama.”
Asal-usul ini menunjukkan bahwa sejak awal konsep sinonim memang digunakan untuk menggambarkan adanya beberapa nama atau kata yang merujuk pada makna yang sama atau hampir sama.
Jenis-Jenis SinonimÂ
Dalam kajian semantik atau ilmu makna, sinonim tidak selalu berarti dua kata yang memiliki arti sama persis. Para ahli bahasa membagi sinonim menjadi beberapa jenis berdasarkan tingkat kesamaan maknanya dan konteks penggunaannya. Secara umum, terdapat tiga jenis sinonim yang paling sering dipelajari, yaitu sinonim mutlak, sinonim semirip, dan sinonim selingkung.
Dengan memahami ketiga jenis tersebut, sahabat Rumah Pintar dapat mengetahui mengapa tidak semua kata yang dianggap memiliki arti sama dapat digunakan secara bebas dalam setiap kalimat.
1. Sinonim Mutlak
Sinonim mutlak (absolute synonym) adalah dua kata atau lebih yang memiliki makna benar-benar sama sehingga dapat saling menggantikan dalam berbagai situasi tanpa mengubah arti maupun nuansa kalimat.
Dalam teori linguistik, sinonim mutlak sebenarnya sangat jarang ditemukan. Sebuah bahasa cenderung berkembang dengan memberikan fungsi atau nuansa yang berbeda pada setiap kata. Oleh karena itu, sangat sedikit kata yang benar-benar identik maknanya dalam semua konteks.
Ciri-Ciri Sinonim Mutlak
- Memiliki makna yang sama secara penuh.
- Dapat saling menggantikan dalam hampir semua kalimat.
- Tidak dipengaruhi oleh konteks penggunaan.
- Tidak menimbulkan perubahan makna maupun nilai rasa.
Contoh Sinonim Mutlak
| Kata | Sinonim |
| Laris | Laku |
| Kosmetik | Alat kecantikan |
| Kucing | Meong |
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
Kalimat pertama:
- Saya membeli produk kosmetik di toko tersebut.
Kalimat kedua:
- Saya membeli alat kecantikan di toko tersebut.
Makna kedua kalimat tersebut tetap sama.
Contoh lain:
- Dagangan pedagang itu sangat laris hari ini.
- Dagangan pedagang itu sangat laku hari ini.
Pergantian kata tidak mengubah informasi yang disampaikan.
Mengapa Sinonim Mutlak Jarang Ditemukan?
Menurut para ahli bahasa, hampir setiap kata memiliki perbedaan kecil dalam penggunaan, konteks, atau nilai rasa. Karena itulah, kebanyakan kata yang dianggap sinonim sebenarnya lebih tepat digolongkan sebagai sinonim semirip.

2. Sinonim Semirip
Sinonim semirip (near synonym) merupakan kata-kata yang memiliki makna hampir sama, tetapi tidak selalu dapat saling menggantikan dalam semua situasi.
Jenis sinonim ini paling banyak ditemukan dalam bahasa Indonesia. Dua kata mungkin memiliki arti yang sangat dekat, tetapi tetap mempunyai perbedaan makna tertentu sehingga penggunaannya harus memperhatikan konteks.
Ciri-Ciri Sinonim Semirip
- Maknanya sangat dekat, tetapi tidak identik.
- Dapat digunakan sebagai pengganti hanya pada konteks tertentu.
- Memiliki perbedaan nuansa makna atau tingkat formalitas.
- Dapat menimbulkan kejanggalan jika digunakan pada konteks yang salah.
Contoh Sinonim Semirip: Lahiriah dan Jasmaniah
Kedua kata ini sering dianggap memiliki arti yang sama karena sama-sama berkaitan dengan tubuh atau aspek fisik manusia.
Contoh yang dapat dipertukarkan:
- Kebutuhan lahiriah manusia harus terpenuhi.
- Kebutuhan jasmaniah manusia harus terpenuhi.
Pada kalimat tersebut, kedua kata memiliki makna yang hampir sama sehingga dapat saling menggantikan.
Namun perhatikan contoh berikut:
Secara lahiriah dia terlihat tenang, tetapi sebenarnya sedang cemas.
Kata lahiriah pada kalimat tersebut berarti “yang tampak dari luar”. Jika diganti menjadi jasmaniah, kalimat menjadi tidak tepat karena maknanya berubah.
Contoh Sinonim Semirip Lainnya
Pintar dan Cerdas
Kalimat:
- Rani adalah siswa yang pintar.
- Rani adalah siswa yang cerdas.
Kedua kalimat memiliki makna yang hampir sama.
Namun kata cerdas sering digunakan untuk menunjukkan kemampuan berpikir yang tinggi, sedangkan pintar dapat digunakan lebih luas, termasuk pada keterampilan tertentu.
Rumah dan Kediaman
Kalimat:
Ia baru membeli rumah di pusat kota.
Ia baru membeli kediaman di pusat kota.
Makna kedua kalimat mirip, tetapi kata kediaman terdengar lebih formal dibandingkan rumah.
Mati dan Wafat
Kalimat:
Kakeknya wafat kemarin malam.
Kata wafat dan mati memiliki makna dasar yang sama, yaitu berakhirnya kehidupan. Namun kata wafat digunakan sebagai bentuk penghormatan, sedangkan kata mati bersifat netral atau umum.
3. Sinonim Selingkung
Sinonim selingkung (contextual synonym) adalah kata-kata yang hanya dapat dianggap sinonim dalam lingkungan, bidang, atau konteks tertentu.
Jenis sinonim ini sangat bergantung pada ranah pembicaraan. Di satu konteks kedua kata dapat memiliki makna yang sama, tetapi pada konteks lain keduanya memiliki arti yang berbeda.
Ciri-Ciri Sinonim Selingkung
- Bergantung pada konteks penggunaan.
- Biasanya muncul pada bidang tertentu.
- Tidak dapat digunakan secara bebas di semua situasi.
- Makna berubah ketika digunakan di luar lingkungannya.
Contoh Sinonim Selingkung: Lemah dan Lemas
Dalam konteks kondisi tubuh:
- Badanku terasa lemah sejak pagi.
- Badanku terasa lemas sejak pagi.
Kedua kalimat memiliki arti yang hampir sama.
Namun pada konteks lain:
Struktur bangunan itu lemah menghadapi gempa.
Kalimat tersebut tidak dapat diubah menjadi:
Struktur bangunan itu lemas menghadapi gempa.
Kata lemas umumnya digunakan untuk kondisi fisik manusia atau makhluk hidup, sedangkan lemah memiliki cakupan makna yang lebih luas.
Contoh Sinonim Selingkung Lainnya
Murid dan Siswa
Dalam lingkungan pendidikan, kedua kata ini sering dianggap memiliki makna yang sama.
- Murid kelas VII mengikuti ujian.
- Siswa kelas VII mengikuti ujian.
Namun dalam konteks tertentu, istilah siswa lebih sering digunakan dalam administrasi sekolah formal.
Dokter dan Tabib
Dalam konteks pelayanan kesehatan, kedua kata sama-sama merujuk pada orang yang mengobati penyakit.
Namun kata dokter digunakan dalam dunia medis modern, sedangkan tabib lebih sering digunakan pada pengobatan tradisional atau konteks sejarah.
Kendaraan dan Armada
Pada konteks transportasi tertentu, armada dapat merujuk pada kumpulan kendaraan.
Namun kedua kata tidak selalu dapat dipertukarkan karena memiliki cakupan makna yang berbeda.
Perbandingan Tiga Jenis Sinonim
| Jenis Sinonim | Tingkat Kesamaan Makna | Dapat Saling Menggantikan |
| Sinonim Mutlak | Hampir 100% sama | Ya, dalam semua konteks |
| Sinonim Semirip | Sangat mirip | Hanya dalam konteks tertentu |
| Sinonim Selingkung | Bergantung pada bidang tertentu | Hanya dalam lingkungan tertentu |
Ciri-Ciri Kata yang Bersinonim
Sahabat Rumah Pintar dapat mengenali sinonim melalui beberapa ciri berikut:
Memiliki Kemiripan Makna
Kedua kata mengacu pada konsep yang sama atau hampir sama.
Dapat Menggantikan Satu Sama Lain
Dalam konteks tertentu, kata tersebut dapat saling menggantikan.
Berasal dari Bentuk Kata yang Berbeda
Meskipun berbeda bentuk, kedua kata memiliki makna yang berdekatan.
Memiliki Perbedaan Nuansa
Banyak sinonim memiliki perbedaan nilai rasa, tingkat formalitas, atau konteks penggunaan.
20 Contoh Sinonim dalam Bahasa Indonesia
Berikut contoh sinonim yang sering ditemukan dalam percakapan maupun tulisan:
| Kata | Sinonim |
| Bisa | Dapat |
| Besar | Agung |
| Melihat | Memandang |
| Pakaian | Busana |
| Pintar | Cerdas |
| Mati | Wafat |
| Bohong | Dusta |
| Bahagia | Gembira |
| Sedih | Duka |
| Cantik | Indah |
| Bertemu | Berjumpa |
| Cepat | Laju |
| Haus | Dahaga |
| Hewan | Binatang |
| Target | Sasaran |
| Mengerti | Paham |
| Zaman | Era |
| Sukar | Sulit |
| Kawan | Sahabat |
| Luas | Lapang |
Contoh Kalimat Menggunakan Sinonim
Agar lebih mudah memahami arti sinonim, perhatikan beberapa contoh berikut:
- Rina adalah siswa yang pintar.
- Rina adalah siswa yang cerdas.
- Ayah merasa bahagia atas prestasi anaknya.
- Ayah merasa gembira atas prestasi anaknya.
- Kami bertemu di perpustakaan.
- Kami berjumpa di perpustakaan.
Dari contoh tersebut terlihat bahwa pergantian kata tidak mengubah makna utama kalimat.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menggunakan Sinonim
Meski memiliki makna mirip, tidak semua sinonim dapat digunakan secara sembarangan. Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:
- Menggunakan sinonim tanpa memperhatikan konteks.
- Mengabaikan perbedaan tingkat formalitas kata.
- Menggunakan sinonim yang memiliki nilai rasa berbeda.
- Memaksakan pertukaran kata pada semua situasi.
Karena itu, sahabat Rumah Pintar perlu memahami konteks kalimat sebelum mengganti suatu kata dengan sinonimnya. Dengan memahami pengertian apa itu sinonim, ciri-ciri, jenis, serta contoh penggunaannya, sahabat Rumah Pintar dapat memperkaya kosakata sekaligus meningkatkan kemampuan berbahasa secara lebih efektif.





