Satuan Baku dan Tidak Baku: Pengertian, Perbedaan, Ciri-Ciri, Contoh, dan Cara  Menggunakannya

satuan baku dan tidak baku

Blog Rumah Pintar – Dalam kehidupan sehari-hari, sahabat rumah pintar sering melakukan kegiatan mengukur panjang meja, menimbang berat badan, menghitung waktu belajar, atau mengukur volume air. Agar hasil pengukuran dapat dipahami oleh semua orang, diperlukan satuan yang sama.

Namun, tidak semua pengukuran menggunakan satuan yang memiliki nilai tetap. Ada pengukuran yang menggunakan satuan baku dan ada pula yang menggunakan satuan tidak baku. Oleh karena itu, memahami satuan baku dan tidak baku menjadi materi penting dalam pelajaran Matematika maupun IPA di sekolah dasar.

Pengertian Satuan Baku dan Tidak Baku

Satuan baku dan tidak baku merupakan dua jenis satuan yang digunakan untuk mengukur suatu besaran. Perbedaan utama keduanya terletak pada ketetapan nilainya.

Satuan baku adalah satuan pengukuran yang memiliki nilai tetap, telah disepakati secara internasional, dan memberikan hasil yang sama meskipun digunakan oleh orang yang berbeda atau di tempat yang berbeda.

Sementara itu, satuan tidak baku adalah satuan pengukuran yang tidak memiliki nilai tetap sehingga hasil pengukurannya dapat berbeda-beda, bergantung pada alat atau anggota tubuh yang digunakan untuk mengukur.

Sebagai contoh, panjang sebuah meja akan selalu sama apabila diukur menggunakan meteran. Namun, hasilnya bisa berbeda apabila diukur menggunakan jengkal tangan karena ukuran tangan setiap orang tidak sama.

Apa Itu Satuan Baku?

Memiliki Nilai yang Tetap dan Berlaku Umum

Satuan baku merupakan satuan yang telah ditetapkan melalui kesepakatan sehingga nilainya tidak berubah. Siapa pun yang menggunakan satuan tersebut akan memperoleh hasil pengukuran yang sama apabila mengukur benda yang sama dengan cara yang benar.

Karena memiliki nilai yang pasti, satuan baku digunakan hampir di seluruh dunia dalam kegiatan pendidikan, perdagangan, penelitian, industri, hingga bidang kesehatan. Penggunaan satuan baku membuat komunikasi mengenai hasil pengukuran menjadi lebih mudah karena tidak menimbulkan perbedaan penafsiran.

Digunakan dalam Sistem Internasional (SI)

Sebagian besar satuan baku yang digunakan saat ini mengacu pada Sistem Internasional (SI). Sistem ini dibuat agar seluruh negara memiliki standar pengukuran yang sama sehingga hasil pengukuran dapat dibandingkan secara akurat.

Beberapa contoh satuan baku dalam Sistem Internasional antara lain meter (m) untuk mengukur panjang, kilogram (kg) untuk mengukur massa, detik (s) untuk mengukur waktu, liter (L) untuk mengukur volume, dan derajat Celsius (°C) untuk mengukur suhu.


Apa Itu Satuan Tidak Baku?

Menggunakan Alat atau Anggota Tubuh Sebagai Acuan

Satuan tidak baku adalah satuan yang menggunakan ukuran yang belum memiliki standar tetap. Dalam kehidupan sehari-hari, pengukuran dengan satuan tidak baku sering dilakukan menggunakan anggota tubuh, seperti jengkal, hasta, depa, langkah kaki, atau telapak tangan.

Karena ukuran tubuh setiap orang berbeda, hasil pengukuran yang diperoleh juga tidak akan selalu sama. Hal inilah yang menyebabkan satuan tidak baku kurang tepat digunakan untuk kegiatan yang membutuhkan ketelitian tinggi.

Cocok Digunakan untuk Pembelajaran Dasar

Meskipun tidak memiliki nilai tetap, satuan tidak baku tetap memiliki manfaat, terutama bagi siswa sekolah dasar yang baru belajar mengenal konsep pengukuran. Melalui satuan tidak baku, siswa dapat memahami bahwa setiap benda memiliki ukuran yang dapat dibandingkan.

Setelah memahami konsep tersebut, siswa akan lebih mudah mempelajari penggunaan satuan baku yang hasil pengukurannya lebih akurat dan dapat digunakan secara luas.


Perbedaan Satuan Baku dan Tidak Baku

Nilai Pengukuran

Perbedaan paling mendasar terletak pada nilai hasil pengukuran. Satuan baku selalu menghasilkan nilai yang tetap apabila digunakan dengan benar, sedangkan satuan tidak baku dapat menghasilkan nilai yang berbeda meskipun benda yang diukur sama.

Sebagai contoh, panjang sebuah papan tulis mungkin mencapai enam jengkal bagi seorang anak, tetapi hanya lima jengkal bagi orang dewasa. Sebaliknya, jika menggunakan meteran, hasil pengukurannya akan tetap sama.

Alat yang Digunakan

Satuan baku menggunakan alat ukur yang telah memiliki standar, seperti penggaris, meteran, timbangan, gelas ukur, atau stopwatch. Alat-alat tersebut dirancang untuk menghasilkan pengukuran yang akurat.

Sebaliknya, satuan tidak baku biasanya menggunakan benda atau anggota tubuh yang mudah ditemukan di sekitar, misalnya jengkal, depa, langkah kaki, atau telapak tangan.

Tingkat Ketelitian

Satuan baku memiliki tingkat ketelitian yang tinggi sehingga cocok digunakan dalam kegiatan ilmiah, perdagangan, maupun pekerjaan yang membutuhkan hasil pengukuran yang akurat.

Satuan tidak baku hanya memberikan perkiraan ukuran sehingga kurang tepat digunakan apabila dibutuhkan hasil yang benar-benar presisi.


Ciri-Ciri Satuan Baku dan Tidak Baku

Ciri-Ciri Satuan Baku

Satuan baku memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari satuan tidak baku.

  • memiliki nilai yang tetap;
  • berlaku secara umum;
  • menghasilkan pengukuran yang sama;
  • menggunakan alat ukur standar;
  • diakui secara nasional maupun internasional.

Karena memiliki karakteristik tersebut, satuan baku menjadi dasar dalam hampir semua kegiatan pengukuran.

Ciri-Ciri Satuan Tidak Baku

Satuan tidak baku juga memiliki beberapa ciri yang mudah dikenali.

  • nilainya tidak tetap;
  • hasil pengukuran dapat berbeda-beda;
  • menggunakan anggota tubuh atau benda di sekitar;
  • tidak memiliki standar internasional;
  • digunakan untuk perkiraan ukuran.

Satuan tidak baku lebih sering digunakan sebagai media pembelajaran dibandingkan sebagai alat pengukuran resmi.

Contoh Satuan Baku dan Tidak Baku

Contoh Satuan Baku

Berikut beberapa contoh satuan baku yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Besaran Contoh Satuan Baku
Panjang meter, sentimeter, kilometer
Massa kilogram, gram
Waktu detik, menit, jam
Volume liter, mililiter
Suhu derajat Celsius

Contoh Satuan Tidak Baku

Berikut contoh satuan tidak baku yang sering digunakan.

Besaran Contoh Satuan Tidak Baku
Panjang jengkal, depa, hasta, langkah kaki
Tinggi telapak tangan
Jarak langkah

Penggunaan satuan tidak baku biasanya hanya memberikan perkiraan, bukan hasil yang benar-benar akurat.


Contoh Penggunaan Satuan Baku dan Tidak Baku

Perhatikan contoh berikut.

Seorang siswa ingin mengetahui panjang meja belajar di rumah.

Apabila ia mengukurnya menggunakan penggaris dan memperoleh hasil 120 sentimeter, berarti ia menggunakan satuan baku karena hasil tersebut akan sama apabila diukur oleh orang lain.

Sebaliknya, apabila panjang meja diukur menggunakan enam jengkal tangan, hasil tersebut termasuk satuan tidak baku. Orang lain mungkin memperoleh hasil lima atau tujuh jengkal karena ukuran tangan setiap orang berbeda.


Mengapa Satuan Baku Lebih Banyak Digunakan?

Dalam kehidupan modern, satuan baku digunakan hampir di semua bidang karena memberikan hasil pengukuran yang konsisten. Kesamaan hasil ini sangat penting dalam perdagangan, pembangunan, kesehatan, pendidikan, maupun penelitian ilmiah.

Bayangkan jika setiap toko menggunakan ukuran yang berbeda untuk satu kilogram beras atau satu meter kain. Kondisi tersebut tentu akan menimbulkan kebingungan dan merugikan banyak pihak. Oleh sebab itu, penggunaan satuan baku menjadi kebutuhan agar setiap hasil pengukuran dapat dipercaya dan berlaku sama di mana pun.


Kesimpulan

Satuan baku dan tidak baku merupakan dua jenis satuan yang digunakan untuk mengukur berbagai besaran. Satuan baku memiliki nilai yang tetap dan berlaku secara umum sehingga menghasilkan pengukuran yang akurat, sedangkan satuan tidak baku tidak memiliki nilai tetap karena bergantung pada alat atau anggota tubuh yang digunakan.

Dengan memahami satuan baku dan tidak baku, sahabat rumah pintar akan lebih mudah memilih jenis satuan yang tepat sesuai kebutuhan serta memahami konsep dasar pengukuran dalam kehidupan sehari-hari.