Apa Itu Majas Personifikasi? Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi, dan Contohnya

Blog Rumah PintarApa itu majas personifikasi? Bagi yang belum tahu, mungkin Saat membaca puisi atau cerita, sahabat rumah pintar  pernah menemukan kalimat seperti “Angin berbisik di telingaku” atau “Matahari tersenyum menyambut pagi.”

Padahal, angin tidak dapat berbisik dan matahari tentu tidak bisa tersenyum. Kalimat tersebut menggunakan majas personifikasi, yaitu salah satu gaya bahasa yang paling sering digunakan dalam karya sastra untuk membuat sebuah gambaran terasa lebih hidup.

Apa Itu Majas Personifikasi?

Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberikan sifat, perilaku, atau tindakan manusia kepada benda mati, hewan, tumbuhan, maupun fenomena alam.

Dengan menggunakan majas ini, sesuatu yang sebenarnya tidak dapat bertindak seperti manusia seolah-olah memiliki kehidupan. Tujuannya bukan untuk menyatakan fakta, melainkan membantu pembaca membayangkan suasana atau keadaan yang sedang digambarkan.

Misalnya pada kalimat:

Angin berbisik di antara dedaunan.

Secara ilmiah, angin tentu tidak dapat berbisik. Kata berbisik digunakan untuk menggambarkan suara angin yang terdengar lembut sehingga pembaca dapat membayangkan suasana tersebut.

Ciri-Ciri Majas Personifikasi

Memberikan Sifat Manusia kepada Benda Mati

Ciri utama majas personifikasi adalah adanya benda atau makhluk selain manusia yang diberi sifat manusia.

Misalnya:

  • matahari tersenyum;
  • ombak menari;
  • hujan mengetuk jendela.

Semua contoh tersebut menggunakan kata kerja yang sebenarnya hanya dapat dilakukan manusia.

Menggunakan Makna Kiasan

Kalimat personifikasi tidak dimaksudkan untuk dipahami secara harfiah. Maknanya bersifat kiasan sehingga pembaca harus memahami maksud yang ingin disampaikan penulis.

Contohnya:

Daun-daun melambai tertiup angin.

Daun sebenarnya tidak melambaikan tangan. Ungkapan tersebut digunakan untuk menggambarkan gerakan daun yang tertiup angin.

Membuat Gambaran Lebih Hidup

Personifikasi membuat pembaca seolah-olah melihat langsung peristiwa yang sedang dijelaskan.

Karena itu, majas ini banyak digunakan dalam puisi, cerpen, novel, hingga lagu.

Fungsi Majas Personifikasi

Penggunaan majas personifikasi memiliki beberapa fungsi penting dalam karya tulis.

Memperindah Bahasa

Kalimat yang menggunakan personifikasi terdengar lebih menarik dibandingkan kalimat biasa.

Tanpa personifikasi:

Angin bertiup pelan.

Dengan personifikasi:

Angin berbisik lembut di sela pepohonan.

Kalimat kedua memberikan kesan yang lebih hidup.

Membantu Pembaca Berimajinasi

Personifikasi memudahkan pembaca membayangkan suasana, bentuk, maupun keadaan yang sedang diceritakan.

Semakin kuat imajinasi yang muncul, semakin mudah pula pembaca memahami isi tulisan.

Membangun Suasana

Penulis sering menggunakan personifikasi untuk menciptakan suasana tertentu, seperti tenang, sedih, romantis, atau mencekam.

Misalnya:

Bulan menemani langkahku sepanjang malam.

Kalimat tersebut memberikan kesan suasana malam yang tenang.

Contoh Majas Personifikasi

Berikut beberapa contoh majas personifikasi beserta penjelasannya.

Kalimat Bentuk Personifikasi
Matahari tersenyum di ufuk timur. Matahari diberi sifat manusia, yaitu tersenyum.
Ombak menari di tepi pantai. Ombak digambarkan dapat menari.
Angin membelai wajahku. Angin diberi tindakan manusia, yaitu membelai.
Hujan mengetuk atap rumah sejak pagi. Hujan digambarkan mampu mengetuk.
Bintang menemani malam yang sunyi. Bintang digambarkan seperti teman manusia.
Pohon-pohon melambai menyambut para pendaki. Pohon diberi gerakan manusia, yaitu melambai.

Perbedaan Majas Personifikasi dan Metafora

Banyak siswa masih tertukar antara majas personifikasi dan metafora. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas.

Aspek Majas Personifikasi Majas Metafora
Pengertian Memberikan sifat manusia kepada benda mati atau makhluk lain Membandingkan dua hal secara langsung
Fokus Benda bertindak seperti manusia Seseorang atau sesuatu dianggap sebagai hal lain
Contoh Angin berbisik di telingaku. Rina adalah bintang kelas.

Pada kalimat “Rina adalah bintang kelas”, kata bintang bukan berarti benda langit, melainkan lambang siswa berprestasi. Kalimat ini termasuk metafora, bukan personifikasi.

Cara Menentukan Majas Personifikasi

Agar lebih mudah mengenali majas personifikasi, lakukan langkah berikut.

  1. Cari benda mati, tumbuhan, hewan, atau fenomena alam dalam kalimat.
  2. Perhatikan apakah benda tersebut melakukan tindakan yang biasanya dilakukan manusia.
  3. Jika jawabannya ya, kemungkinan besar kalimat tersebut menggunakan majas personifikasi.

Sebagai contoh:

Sungai itu terus bernyanyi sepanjang perjalanan.

Sungai tidak benar-benar bernyanyi. Kata bernyanyi digunakan sebagai kiasan untuk menggambarkan suara aliran air.

Kesimpulan

Apa itu majas personifikasi? Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang memberikan sifat atau tindakan manusia kepada benda mati, tumbuhan, hewan, maupun fenomena alam. Majas ini digunakan untuk memperindah bahasa, memperkuat imajinasi pembaca, dan membuat suasana dalam tulisan terasa lebih hidup. Dengan memahami apa itu majas personifikasi, sahabat rumah pintar akan lebih mudah mengenali penggunaannya dalam puisi, cerpen, novel, maupun soal-soal Bahasa Indonesia.