Bimbel Rumah Pintar – Sahabat rumah pintar, pernahkah berpikir ke mana perginya protein dari makanan yang kita makan setiap hari?
Pertanyaan ini sering muncul dalam pelajaran IPA SMP Kelas 8 Bab 2 tentang Struktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup, tepatnya ketika membahas sistem pencernaan manusia.
Salah satu pertanyaan yang muncul dalam bab tersebut adalah: “Apakah semua protein yang dimakan akan dicerna dalam lambung?”
Pertanyaan ini penting karena banyak yang mengira bahwa seluruh proses pencernaan protein terjadi di lambung. Padahal, faktanya tidak demikian.
Dalam artikel ini, sahabat rumah pintar akan diajak memahami bagaimana tubuh mencerna protein secara bertahap—mulai dari lambung hingga usus halus—dan mengapa lambung bukan satu-satunya tempat pencernaan protein berlangsung.
Apakah Semua Protein yang Dimakan Akan Dicerna dalam Lambung?
Jawabannya adalah tidak, tidak semua protein yang dimakan akan dicerna di lambung.
Meskipun lambung berperan penting dalam tahap awal pencernaan, sebagian besar pemecahan dan penyerapan protein justru terjadi di usus halus.
Protein adalah molekul besar dan kompleks yang tersusun dari rantai panjang asam amino. Untuk bisa diserap tubuh, rantai panjang tersebut harus dipecah menjadi potongan kecil, bahkan menjadi asam amino tunggal.
Proses ini melibatkan kerja sama antara beberapa organ—mulai dari lambung, pankreas, hingga usus halus—serta berbagai jenis enzim pencernaan.
Tahapan Pencernaan di Lambung
Sahabat rumah pintar, lambung bisa disebut sebagai “pintu pembuka” dalam proses pencernaan protein.

Begitu makanan yang mengandung protein masuk ke lambung, tubuh akan mulai bekerja dengan bantuan asam lambung (HCl) dan enzim pepsin. Berikut tahapan yang terjadi di lambung:
Denaturasi Protein
Asam klorida (HCl) dalam lambung berfungsi mengubah bentuk tiga dimensi protein menjadi lebih sederhana. Proses ini disebut denaturasi, dan tujuannya adalah agar struktur protein menjadi terbuka dan lebih mudah dicerna oleh enzim.
Aktivasi Enzim Pepsin
HCl juga mengubah pepsinogen (enzim dalam bentuk tidak aktif) menjadi pepsin yang aktif. Pepsin kemudian mulai memecah protein menjadi potongan yang lebih pendek, disebut pepton dan polipeptida.
Pemecahan Awal
Pepsin bekerja dengan memutus ikatan peptida tertentu di dalam rantai protein. Namun, enzim ini belum mampu memecah protein hingga menjadi asam amino tunggal.
Dengan kata lain, di lambung baru terjadi pencernaan awal protein, bukan pencernaan penuh.
Mengapa Tidak Semua Protein Dicerna di Lambung?
Ada beberapa alasan mengapa lambung tidak bisa menyelesaikan seluruh proses pencernaan protein, sahabat rumah pintar.
-
Waktu Transit yang Terbatas
Makanan hanya berada di lambung selama 2–4 jam sebelum diteruskan ke usus halus. Waktu ini tidak cukup untuk memecah semua struktur protein yang kompleks.
-
Spesifisitas Enzim Pepsin
Pepsin hanya bisa memecah ikatan peptida tertentu. Karena itu, hasil pemecahan di lambung masih berupa potongan besar seperti polipeptida, bukan asam amino tunggal.
-
Kondisi pH
Pepsin bekerja optimal dalam kondisi asam (pH 1,5–3,5). Begitu makanan berpindah ke usus halus, kondisi pH menjadi basa. Akibatnya, pepsin tidak aktif lagi dan pencernaan protein harus dilanjutkan oleh enzim lain.
Jadi, sahabat rumah pintar, lambung hanyalah tempat “pemanasan awal” sebelum protein benar-benar diurai menjadi zat yang bisa diserap tubuh.
Proses Pencernaan Protein Lanjutan di Usus Halus
Usus halus menjadi tempat utama sebagian besar pencernaan protein berlangsung secara sempurna. Setelah meninggalkan lambung, isi makanan yang disebut kim masuk ke usus halus melalui pilorus.
-
Netralisasi Asam
Isi lambung yang sangat asam dinetralkan oleh cairan pankreas yang mengandung bikarbonat. Proses ini penting agar enzim di usus halus bisa bekerja secara optimal.
-
Peran Enzim dari Pankreas
Pankreas mengeluarkan beberapa enzim protease penting, seperti:
- Tripsin
- Kimotripsin
- Karboksipeptidase
Enzim-enzim ini melanjutkan pemecahan polipeptida menjadi molekul yang lebih kecil, yaitu oligopeptida dan dipeptida.
-
Enzim Brush Border di Usus Halus
Dinding usus halus juga memiliki enzim tambahan yang disebut aminopeptidase. Enzim ini memecah dipeptida menjadi asam amino bebas, yaitu bentuk paling sederhana dari protein yang dapat diserap langsung ke dalam aliran darah.
Setelah diserap, asam amino akan dialirkan ke hati dan jaringan tubuh untuk digunakan dalam pembentukan enzim, hormon, serta sel-sel baru.
Kesimpulan
Sahabat rumah pintar, kini kita sudah tahu bahwa tidak semua protein yang dimakan akan dicerna dalam lambung. Lambung memang menjadi tempat dimulainya proses pencernaan protein, terutama dengan bantuan asam klorida (HCl) dan enzim pepsin.
Namun, pencernaan yang sesungguhnya—hingga protein benar-benar terurai menjadi asam amino bebas—terjadi di usus halus dengan bantuan enzim-enzim dari pankreas dan dinding usus.
Pemahaman ini menunjukkan betapa luar biasanya kerja sistem pencernaan manusia yang saling terkoordinasi. Jadi, ketika belajar tentang protein, sahabat rumah pintar tidak hanya mengetahui fungsi gizinya, tetapi juga bagaimana tubuh mengolahnya dengan sangat cermat.
Dengan kata lain, tidak semua protein yang dimakan akan dicerna dalam lambung, karena tubuh membagi tugas pencernaannya agar lebih efisien dan sempurna.
Sumber Bacaan
Livovsky, D. M., Pribic, T., & Azpiroz, F. (2020). Food, Eating, and the Gastrointestinal Tract. Nutrients, 12(4), 986. Tersedia di: https://www.mdpi.com/2072-6643/12/4/986






